Dora Natalia Singarimbun dan Sosial Media Sebagai Kontrol Sosial

dora-terekam-video-amatir-menyerang-petugas-polisi_20161213_203020

Beberapa hari yang lalu kita dihebohkan dengan video mengenai Ibu Dora Natalia Singarimbun yang viral di berbagai media sosial dan berbagai platform layanan messenger. Tak luput juga opini masyarakat yang tumpah ruah di berbagai forum blogger. Video yang viral dengan menampilkan ibu Dora Natalia menyerang secara fisik seorang petugas polisi. Reaksi netizen kebanyakan seragam, yakni mengkritisi, menyayangkan dan menghujat yang telah dilakukan oleh Ibu Dora Natalia Singarimbun.

Continue reading “Dora Natalia Singarimbun dan Sosial Media Sebagai Kontrol Sosial”

Awkarin. Pemasaran Dengan Cara Menjual Kontroversi

Awkarin

Hebohnya masyarakat dan juga netizen dalam menanggapi kemunculannya Awkarin sedikit banyak ikut meresahkan saya juga. Permasalahannya ada 2, Awkarin (yang nama aslinya adalah Karin Novilda), memiliki banyak penggemar yang kebanyakan pelajar SMP dan SMA, dan yang lebih permasalah, content yang ia unggah ke berbagai platform sosial media sangatlah tidak sesuai dengan norma masyarakat. Singkat kata, ia menjadi kontroversi.

Continue reading “Awkarin. Pemasaran Dengan Cara Menjual Kontroversi”

Menjadi Blogger Dengan Berbagai Gaya Tulisan (Heteronym)

penulis-konten

Heteronym adalah istilah yang saya temukan pada salah satu artikel Pandit Football yang berjudul Antara Pessoa dan Santos Menjadi Juara Dengan Heteronym. Heteronym kurang lebih berarti hal yang memiliki nama yang berbeda atau sebutan dari beberapa hal lain. Dalam tulisan tersebut, Pandit Foootball mencontohkan Fernando Pessoa sebagai penulis yang acapkali menulis dengan nama berbeda dan gaya tulisan yang berbeda. Hal ini berbeda dengan nama pena.

Continue reading “Menjadi Blogger Dengan Berbagai Gaya Tulisan (Heteronym)”

Sosial Media dan Posting Kegiatan Ibadah

 

Selfie

Sosial media telah berkembang menjadi sarana para penggunanya, bukan hanya sekedar untuk berbagi content dan informasi, tetapi juga menjadi media untuk aktualisasi diri, terutama yang berkaitan dengan pencapaian pribadi, baik secara duniawi (materi yang dimiliki seperti harta kekayaan pribadi, ataupun liburan diluar negeri) dan juga secara spiritual dengan posting kegiatan-kegiatan pribadi yang berkaitan dengan agama ataupun pelaksanaan ibadah. Bagaimana memandangnya dalam konteks ilmu komunikasi dan social media?

Continue reading “Sosial Media dan Posting Kegiatan Ibadah”

Pejabat Publik dan Sosial Media

Basuki Dian Sastro

Sosial media kemarin dihebohkan dengan meme foto istri dari Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang diasumsikan cemberut karena suaminya sedang selfie dengan Dian Sastro, pemeran AADC 2. Tak pelak beragam asumsi yang paling jauh sekalipun. Bahkan ada yang mengkait-kaitkannya dengan tahun 2017. Kehadiran sosial media telah sedemikian rupanya “dimanfaatkan” sebagai media komunikasi pejabat publik dengan warganya. Bagaimana kemudian dalam memandang keterkaitan antara sosial media dengan pejabat publik? Continue reading “Pejabat Publik dan Sosial Media”

Prilaku Pengguna Sosial Media, Kekinian dan Komersialisasi

image

Menarik sekali apa yang diungkapkan oleh blogger Noni Khairani dalam tulisannya yang berjudul Pamer di Social Media, bahwa kebanyakan orang menggunakan social media untuk “memamerkan” sesuatu. Barangkali pendapat tersebut benar adanya. Salah satu fungsi sosial media adalah utamanya sharing content. Apapun itu, bisa text, gambar, video, foto, link dan lain sebagainya. Jika mau lebih didetailkan lagi apa yang disharing bisa berupa emosi atau perasaan seseorang, pendapat, opini, ataupun informasi.
Continue reading “Prilaku Pengguna Sosial Media, Kekinian dan Komersialisasi”

Mengapa Menulis Tentang Manajemen dan Bisnis di The Business Perspective?

Tema tentang manajemen dan dunia bisnis sangat jarang sekali bisa anda temui dalam format blog, tetapi dalam format website yang lebih banyak bersifat analitikal. Selain itu tidak banyak insight dan lesson learned yang bisa kita dapatkan. Tidak ada juga wisdom yang bisa kita cerna dan maknai sebagai pembelajaran. Begitupun juga dengan kasus-kasus bisnis yang bisa kita evaluasi.

Kalaupun ada formatnya pun dalam bahasa inggris. Walaupun ada yang dalam bahasa Indonesia, tetapi kebanyakan tidak populer dan disajikan dalam bahasa yang “kaku” dan “kering”. Selain itu kasus bisnis yang ada sangat tidak up to date, dan berbayar pula.

Pembahasan mengenai dunia manajemen barangkali bisa anda dapatkan melalui sekolah bisnis dan workshop-workshop. Tapi sayangnya kuliah bisnis puluhan juta harganya dan workshop juga mahal harganya.

Karena itulah saya membuat blog The Business Perspective, dengan tujuan untuk berbagi pengetahuan, wawasan dan insight mengenai perkembangan dunia bisnis dan manajemen, baik secara internasional dan nasional.

Memang sangat jarang sekali ada yang mau membaca blog tentang manajemen dan bisnis kecuali mereka yang berkecimpung didalamnya. Tetapi pengetahuan dan wawasan yang ada didalam blog The Business Perspective sejatinya bisa dimanfaatkan oleh para profesional, pekerja, pengusaha dalam skala apapun. Blog The Business Perspective pun dapat menjadi referensi bacaan bagi para dosen, ataupun mahasiswa dari sekolah bisnis.

Saya ingin agar blog The Business Perspective memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pembacanya,