Tentang Hinaan Kepada Pejabat Publik dan Kejamnya Jari Netizen


Kementerian Kesehatan

Beberapa hari lalu kembali muncul bentuk penghinaan kepada seorang pejabat publik di sosial media.  Aqwam, Seorang warganet yang ternyata juga merupakan seorang jurnalis melakukan penghinaan terhadap Kementerian Kesehatan di sosial media. Aqwam mengkritik kinerja dari kementerian kesehatan terkait dengan penanganan Covid-19 dan membandingkannya dengan hal yang tidak pantas. Hal ini kembali menegaskan betapa pedasnya kritik dari netizen di Indonesia, yang bahkan dapat dikatakan sebagai sebuah bentuk penghinaan. Dimana nilai-nilai tatakrama, etika dan sopan santun yang sepertinya saat ini mulai pudar? Bagaimana kemudian memandangnya dalam berbagai perspektif?

Pejabat Publik

Pejabat publik kurang lebih dapat diartikan sebagai seseorang yang menempati jabatan tertentu yang bekerja di instansi pemerintahan yang memiliki kegiatan melayani publik. Sebagai seorang pejabat publik yang tingkah laku dan kinerjanya senantiasa dinilai oleh publik. Seorang pejabat publik yang baik tentu harus siap mempertanggungjawabkan kinerja layanan publiknya dan karenanya harus siap untuk di kritik. Namun apakah itu berarti seorang pejabat publik boleh dihina hanya karena kinerjanya katakanlah dianggap masyarakat kurang baik misalnya?

Menurut pandangan saya, pejabat publik memiliki mekanismenya tersendiri terkait dengan penilaian kinerjanya. Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan pun sudah mendapat kritik dari Presiden secara terbuka, dan ini sendiri merupakan sebuah peniaian. Jadi kritik tentu sangat boleh dan sangat dianjurkan sebagai sebuah bentuk pengawasan publik kepada instansi dan pejabat publik. Tapi menghina seorang pejabat publik? Rasanya lebih baik kita melakukan sesuatu yang lebih positif jika kita peduli daripada ketimbang mengumpat dan menghina di sosial media.

Etika Universal

Dilihat dari perspektif etika, apalagi yang dilakukan oleh Aqwam jelas bertolak belakang dari nilai etika. Menghina seseorang apa lagi diranah publik ataupun di sosial media bukanlah sebuah nilai etika yang baik dan hal itu berlaku secara universal. Saya yakin tidak ada orang di belahan dunia manapun yang mau dihina. Anda pasti akan marah besar jika diri anda atau kerabat dan keluarga anda dihina didepan publik ataupun sosial media.

Etika Profesi

Apalagi ketika Aqwam diberitakan bahwa dirinya merupakan seorang jurnalis, maka  etika jurnalistik akan mengikat dirinya dan mau tidak mau opininya akan dikaitkan dengan profesinya sebagai seorang jurnalis. Saya pun turut yakin seorang Jurnalis manapun di dunia ini tidak ada yang diperkenankan untuk menghina siapapun apalagi seorang pejabat publik. Kritik tentu saja boleh di negeri yang mengedepankan demokrasi ini.

Hukum

Masalah penghinaan terhadap siapapun di ranah publik telah diatur dalam Undang Undang No 11 tahun 2008  tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Sebagaimana dilansir dari HukumOnline.com yang menyebutkan bahwa penghinaan atau pencemaran nama baik setelah adanya perubahan, ketentuan penghinaan dan pencemaran nama baik merupakan delik aduan.  Apa yang dilakukan oleh Aqwam dengan demikian baru hanya dapat di permasalahkan secara hukum apabila diadukan oleh Kementerian Kesehatan atau dalam hal ini pribadi dari seorang Menteri Kesehatan. Menarik untuk dinantikan apakah kelanjutan dari somasi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan akan di tindaklanjuti dengan itikad baik dari Aqwam.

Pendidikan Kepada Publik

Karenanya, apa yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dengan menggunggah foto somasi kepada Aqwam adalah hal yang menurut saya bersifat positif karena dapat mendidik masyarakat kita untuk lebih mengedepankan lagi etika bersosial media.

Kesimpulannya, adalah daripada melakukan hal yang kontraproduktif dan malah berdampak negatif pada diri sendiri, lebih baik melakukan hal yang positif untuk kebaikan di negeri kita yang tercinta lagi. Apalagi yang kita butuhkan adalah saling mendukung agar kita bisa melewati pandemi Covid-19 ini. Bukan saling menghina.

— 000 —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s