Metromini Bagai Katak Dalam Tempurung

Metromini 2

Oleh Adrian Wijanarko

Pernah ada ungkapan yang menjelaskan katak di dalam panic yang mendidih. Ketika katak dimasukan di dalam panci yang berisi air dan air tersebut mulai di panaskan. Pada awalnya katak yang berada di air yang belum merasakan air mendidih merasa nyaman dengan posisinya saat ini. Padahal yang tidak katak tahu, bahwa panci di tempat dia berada sedang di panaskan dan air mulai mendidih. Ketika air sudah mulai mendidih, katak menyadari dan berusaha meloncat dari keluar panci. Namun usahanya sudah terlambat, karena air yang mendidih sudah menghilangkan kemampuan otot nya untuk melompat keluar dan akhirnya si katak harus mati di dalam panci.

Continue reading “Metromini Bagai Katak Dalam Tempurung”

Sharing Economy part 3 : Robin Hood di Era Modern

Robin Hood

Larangan terhadap Gojek dan aplikasi transportasi berbasis online -kendati kemudian ditarik kembali- menandakan bahwa adanya resistensi terhadap penerapan sharing economy yang mengusung penyebaran pendapatan secara lebih merata. Tiba-tiba saja Gojek dianggap menjadi Robin Hood yang mengganggu penghasilan orang-orang kaya.  Gojek dapat dikatakan sebagai salah satu penerapan wajah sharing economy di Indonesia. Kembali, sahabat saya Adrian Wijanarko mengulasnya dengan sangat ciamik.

Continue reading “Sharing Economy part 3 : Robin Hood di Era Modern”

Sharing Economy part 2 : A New Destructive Wave of Creativity

Ekonomi 3

Konsep sharing economy dimana seseorang dapat menjadi konsumen dan produsen pada saat yang bersamaan diperkirakan menjadi wajah baru bagaimana bisnis dilakukan. Internet menjadi media fasilitator yang sangat baik untuk menerapkan konsep sharing economy. Namun kemudian, apakah konsep sharing economy ini hanya akan menjadi sebuah utopia semata? Sahabat saya Adrian Wijanarko menuliskannya dengan cerdas dan bernas.

Continue reading “Sharing Economy part 2 : A New Destructive Wave of Creativity”

Kontributor dan Penulis Tamu Perspektif

Blog Perspektif (fakhrurrojihasan.wordpress.com) memberikan kesempatan kepada sahabat blogger yang ingin turut menulis artikel pada blog ini dan menjadi kontributor tetap ataupun penulis tamu. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi email fakhrurroji@gmail.com

Syarat Umum Kontributor :

  • Hanya ditujukan untuk akun wordpress
  • Sekurang-kurangnya telah memuat 20 tulisan dalam blog pribadinya

Syarat Umum Penulis Tamu :

Ditujukan untuk blogger selain dari wordpress dan non blogger

Tema Tulisan :

  • Manajemen Keuangan, Akuntansi, Perbankan, Ekonomi, Bisnis
  • Manajemen Pemasaran, Pemasaran, Komunikasi
  • Tata Kelola Perusahaan, Etika Bisnis, Manajemen Risiko, Audit Internal, Compliance
  • Motivasi dan Inspirasi, Review Film, Lagu dan Buku bertemakan Motivasi dan Inspirasi
  • Seni dan Budaya (diutamakan budaya daerah)
  • Olahraga (diutamakan sepakbola)

Ketentuan Umum Tulisan :

  • Tidak mengandung unsur penghinaan terhadap Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan
  • Tidak mengandung unsur pencemaran nama baik terhadap objek penulisan
  • Merupakan karya asli
  • Karya tulisan belum pernah dimuat di blog lain ataupun media lainnya secara tertulis
  • Minimal jumlah character adalah 400 kata

Pemilihan Kontributor & Penulis Tamu :

  • Mengirimkan email berisikan satu karya tulis dan alamat blog untuk kemudian direview oleh Perspektif kepada alamat fakhrurroji@gmail.com
  • Menyertakan informasi mengenai akun sosial media dari kontributor dan penulis tamu

Benefit :

Karya tulis dari kontributor dan Penulis Tamu beserta blog pribadi dari Kontributor akan dipromosikan pada :

Sharing Economy part 1 : Revolusi Pada Era Ekonomi Digital

Ekonomi 1

Dunia telah mengalami berbagai sistem ekonomi. Dimulai dari sistem ekonomi pasca revolusi Prancis hingga era ekonomi modern sampai dengan ditemukannya internet. Kemudian muncul konsep Sharing Economy dimana seseorang bisa menjadi konsumen dan produsen pada saat yang bersamaan. Lebih jelasnya, makhluk apakah Sharing Economy itu, sahabat saya Adrian Wijanarko mengulasnya secara rinci.

Continue reading “Sharing Economy part 1 : Revolusi Pada Era Ekonomi Digital”

The Movie That Give You So Much Feel

© Copyright 2010 CorbisCorporation

Every time I go to a movie, it’s magic, no matter what the movie’s about – Steven Spielberg

Oleh : Adrian Wijanarko

Sebenarnya saya bukan lah seorang yang berasal dari dunia perfilman. Namun, saya akan membahas film sebagai sebuah seni. Tentu sebagai suatu seni, penikmatnya bukan saja orang yang mengerti seni saja. Namun semua orang dapat menikmati seni. Dan juga sebagai sebuah seni, perspektif penilaian setiap individu dapat berbeda beda. Tidak ada penilaian yang spesifik yang berupa agnka kualitatif. Tidak ada juga mentode sistematis bagaimana cara untuk menikmati seni. Seni lebih: “how to feel”. Dan yang saya rasakan bisa saja berbeda dengan anda rasakan.

Continue reading “The Movie That Give You So Much Feel”

Siapkah Kita Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN?

Masyarakat Ekonomi ASEAN

Oleh Adrian Wijanarko

Beberapa waktu lalu ketika saya berkunjung ke Tiongkok, saya sempat mengobrol dengan seorang pengusaha bernama Rahmat. Dia membahas tentang usaha produksi kaos dan sablon yang sudah digelutinya sejak 4 tahun silam. Ia mengkhawatirkan eksodus barang dari Tiongkok yang akan mempengaruhi profitabilitas dan keberlangsungan usahanya. Walaupun dalam konteks pembicaraan saya dengan pengusaha tersebut adalah barang impor dari Tiongkok, hal tersebut menggambarkan sebuah persaingan di suatu industri dalam mengadapi persaingan dari luar negeri. Pada awal tahun 2016, Indonesia dan negara-negara ASEAN lain nya sudah menerapkan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pertanyaan paling mendasar, dimanakah posisi kita saat ini dan sudah siapkah kita menghadapi MEA?

Continue reading “Siapkah Kita Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN?”