Eksploitasi Anak? Memandang Youtube Channel Kiano Tiger Wong Dalam Berbagai Perspektif


Beberapa hari yang lalu Baim Wong dalam youtube channelnya mengumumkan youtube channel anaknya Kiano Tiger Wong. Banyak yang mendukung, tapi tak sedikit juga yang menuding bahwa Baim Wong mengeksploitasi anak. Bagaimana kemudian memandang Youtube Channel Kiano Tiger Wong dalam berbagai perspektif?

Eksploitasi Anak

Popularitas dari para artis yang kemudian menjadi youtuber sudah barang juga berdampak kepada orang-orang terdekat, termasuk sang buah hati. Tak jarang anak-anak dari para youtuber pun sering masuk dalam konten yang dibuat oleh para youtuber. Yang paling sering mendapatkan tuduhan eksploitasi terhadap anak sebenarnya adalah Raffi Ahmad kepada anaknya Rafathar.  Lalu apakah memasukkan anak dalam konten atau bahkan sampai membuat channelnya sendiri termasuk ke dalam sebuah bentuk eksploitasi terhadap anak?

Dari dulu, sebelum adanya youtuber anak kecil, juga sudah banyak anak kecil yang berkecimpung di dunia hiburan, sebut saja Trio Kwek-Kwek misalnya yang merupakan trio penyanyi anak kecil. Apakah itu termasuk sebagai sebuah bentuk eksploitasi terhadap anak? Bagaimana juga dengan artis-artis usia anak kecil yang bermain film? Saya kira selama si anak tidak merasa keberatan atau merasa tertekan selama menjalani proses pekerjaan, hal tersebut tidak dapat di kategorikan sebagai sebuah bentuk terhadap eksploitasi terhadap anak.

Youtube sendiri sudah menegaskan komitmennya untuk mendukung perlindungan terhadap anak. Mengenai hal ini Youtube memiliki mekanisme dan peraturan yang sangat jelas yang saya kira dipahami oleh para youtuber-youtuber. Mereka tentu tahu konsekuensinya dari melanggar aturan youtube.

Hak Orang Tua

Sebagai orang tua, sudah barang tentu menjadi hak dari orang tua untuk mendokumentasikan setiap tingkah pola dan prilaku dari si anak baik itu dalam bentuk foto ataupun video, di simpan untuk keperluan pribadi ataupun di sebarkan kepada publik. Jika Baim Wong atau Raffi Ahmad dituding mengeksploitasi anak, bagaimana dengan kita-kita yang sering menggunggah foto atau video kegiatan anak-anak kita di akun sosial media kita yang mungkin saja salah satu tujuannya adalah mendapatkan like? Apakah kita juga mengekploitasi anak kalau begitu? Jadi barangkali sebelum menuding, ada baiknya kita berkaca pada diri sendiri terlebih dahulu.

Investasi

Selain itu, bukankah dulu orang tua-orang tua kita terutama yang berprofesi sebagai pedagang misalnya sering mengajak anak-anaknya untuk ikut ke toko untuk melihat orang tua bekerja. Selain untuk memperlihatkan bahwa orang tuanya bekerja keras, juga mengajarkan dan mempersiapkan anak untuk meneruskan kegiatan usaha yang dilakukan oleh anaknya. Apakah itu disebut sebagai suatu bentuk eksploitasi terhadap anak? Barangkali apa yang dilakukan oleh Baim Wong ataupun Raffi Achmad ingin melakukan investasi dari awal, apabila misalnya seandainya sang anak ingin menjadi youtuber.

Bisnis

Dari perspektif bisnis, apa yang dilakukan oleh Baim Wong dapat dibilang sebagai sebuah langkah yang tepat dan strategis. Apa yang dilakukan oleh Baim Wong sebenarnya merupakan langkah memanfaatkan momentum yang jelas merupakan salah satu strategi bisnis yang banyak dilakukan oleh semua pelaku bisnis. Membuat channel youtube anaknya tidak kurang dan tidak lebih merupakan pengembangan produk dari Baim Wong, dan ditilik dari perspektif bisnis, hal ini tentu dapat diwajarkan.

 

Pada akhirnya, tentu apa yang dilakukan oleh Baim Wong baik atau tidaknya, benar atau salahnya kembali kepada perspektif dari masing-masing orang. Bagaimana dengan pendapat anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s