Dora Natalia Singarimbun dan Sosial Media Sebagai Kontrol Sosial


dora-terekam-video-amatir-menyerang-petugas-polisi_20161213_203020

Beberapa hari yang lalu kita dihebohkan dengan video mengenai Ibu Dora Natalia Singarimbun yang viral di berbagai media sosial dan berbagai platform layanan messenger. Tak luput juga opini masyarakat yang tumpah ruah di berbagai forum blogger. Video yang viral dengan menampilkan ibu Dora Natalia menyerang secara fisik seorang petugas polisi. Reaksi netizen kebanyakan seragam, yakni mengkritisi, menyayangkan dan menghujat yang telah dilakukan oleh Ibu Dora Natalia Singarimbun.

Kita melihat bagaimana peran sosial media begitu dahsyatnya dalam mempercepat penyebaran berbagai konten, termasuk video dari Ibu Dora Natalia Singarimbun tersebut. Selain itu kita juga melihat betapa kuatnya sosial media melakukan fungsi kontrol sosial masyarakat atas prilaku anggotanya yang dianggap oleh sebagian besar dari anggota masyarakat tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat.

Sosial media (dan juga kekuatan internet) memang memiliki kekuatan yang dahsyat. Seperti pedang bermata dua. Bisa untuk menyebarkan kebaikan dan bisa juga untuk menyebarkan hal-hal yang tidak baik. Terlepas dari sudah baik atau tidaknya dari para prilaku masyarakat secara besaran, namun ketika ada sesuatu perbuatan, atau perkataan yang dianggap tidak sesuai dengan norma yang dianut oleh masyarakat, maka secara ajaib akan terbentuk psikologi massa dimana masyarakat (dalam konteks ini adalah masyarakat dunia maya) akan sontak mengkritisi dan mengkoreksi.

Inilah fungsi sosial media dengan karakteristik sebagai media komunitas menegaskan fungsinya sebagai kontrol sosial atas prilaku. Dengan kecepatan akses dan penyebaran konten, serta “kebebasan” dari sosial media, sosial media memiliki kekuatan yang dahsyat sebagai pembentuk psikologis massa. Karena itu hendaknya kita sebagai anggota masyarakat selalu memperhatikan tindak tanduk prilaku, perbuatan dan perkataan kita dimanapun.

Agak rumit memang hidup di jaman sosial media seperti sekarang ini. Kita seolah dipaksa dibuat menjadi makhluk (sok) suci dan paling benar, padahal sebagai manusia pasti ada kekurangannya. Belum lagi artis atau selebritis yang memiliki fans dan haters.Karena sangat sulit menemukan orang yang tidak menggunakan sosial media, sehingga bisa saja aksi perbuatan kita atau perkatan kita di foto atau direkam kemudian di posting oleh orang lain di sosial media tanpa sepengetahuan dan seijin kita.

Apa yang telah dilakukan oleh Ibu Dora Natalia Singarimbun dan pengalaman sejumlah orang yang melakukan perbuatan atau menyampaikan perkataan diluar norma sosial yang dianut oleh masyarakat hendaknya menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua.

Advertisements

3 thoughts on “Dora Natalia Singarimbun dan Sosial Media Sebagai Kontrol Sosial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s