Life In A Day 2020 : Sesekali Buat Content Youtube Dalam Bahasa Inggris


Pada hari Sabtu, 25 Juli 2020 saya memutuskan untuk turut berpartisipasi dalam project Youtube Life In A Day, sebuah proyek Crouwdsourcing video making yang digagas oleh Youtube, yang bertujuan untuk mendokumentasikan kehidupan umat manusia di muka bumi pada tanggal 25 Juli 2020. Project tersebut di sutradarai oleh Kevin McDonald dan di produseri oleh Ridley Scott. Life In A Day mengisahkan mengenai dokumentasi kehidupan setiap peserta dan jawaban dari 4 pertanyaan yang diajukan oleh Youtube. Ke empat pertanyaan tersebut adalah apa yang kamu cintai, apa yang kamu takuti, perubahan apa yang ingin kamu lakukan di dunia ini dan apa yang kamu bawa pada tanggal 25 Juli 2020 di kantong kamu.

Kenapa saya memutuskan untuk ikut berpartisipasi dalam project tersebut? Sebagai seorang yang mulai merintis channel youtube, tentu saja merupakan sebuah kebanggaan bila nantinya video rekaman saya dicuplik di dalam Video Life In A Day 2020. Apalagi video yang ingin ditampilkan oleh Youtube adalah video yang otentik, tidak penuh dengan kepura-puraan seperti apa yang ditampilkan di sosial media. Saya merasa saya punya kesempatan yang sama dengan seluruh orang didunia. Jumlah subscriber dan jumlah view tentu tidak menjadi relevan di project video ini.

Selain itu keempat pertanyaan yang diajukan oleh Youtube sangat menarik dan saya ingin berbagi pendapat saya kepada dunia. Karena saya yakin videonya akan dibuat dalam bahasa yang banyak dipergunakan di dunia yaitu bahasa Inggris,  saya juga menjadikan momentum pembuatan video ini sebagai kesempatan untuk membuat content video youtube dalam format bahasa Inggris. Sambil mempraktekkan dan melancarkan penggunaan bahasa Inggris terutama didepan kamera, kenapa tidak membuat content dalam format Bahasa Inggris.

Sedikit cerita mengenai video My Life In A Day tersebut, pada tanggal 25 Juli 2020 saya bersama keluarga saya mengunjungi Ah Pong Restaurant yang berada di Sentul City, Bogor Jawa Barat Indonesia untuk sekedar mencicipi es krim yang disukai oleh istri saya, Tika dan kedua putri saya, Khansa dan Kalayya. Kebetulan ini merupakan kali kedua saya mengunjungi Ah Poong Sentul City saat pandemi Covid-19 belum melanda Indonesia.

Ah Poong City pada saat saya kunjungi di tanggal 25 Juli 2020 ternyata baru seminggu dibuka kembali, setelah sebelumnya sempat ditutup beberapa saat karena Pandemi Covid-19. Kita tahu bahwa memang Covid-19 begitu berdampak pada industri pariwisata dan kuliner terutama restoran.

Pada saat saya mengunjungi Ah poong Sentul City pun saya dan keluarga mengikuti setiap protokol kesehatan yang diterapkan oleh Ah Poong Sentul City seperti memeriksa suhu saat memasuki ruangan. Pada kesempatan ini pun perkenankan saya untuk sedikit berbagi mengenai tips cara aman makan di tempat makan atau dine in.

Terakhir, alasan saya mengikuti project Life In A Day ini adalah kalaupun pada akhirnya video yang saya kirimkan tidak di cuplik atau tidak dimasukkan kedalam project Life In  A Day, toh video My Life yang saya posting di Youtube Channel Rumah Roji juga akan menjadi dokumentasi kehidupan pribadi saya.

— 000 —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s