Truk LPG Pertamina Terguling : Antara Rakyat Jelata & Korporasi Besar Yang Cuma Bisa Minta Maaf

Saya mengalami salah satu akhir pekan paling menyenangkan sepanjang sejarah hidup saya berkat Pertamina. Sabtu dan Minggu, 3 & 4 September 2016 saya bersama keluarga saya menghabiskan berjam-jam di jalan tol Jagorawi berkat tergulingnya truk LPG. Tidak cuma sekali, tetapi dua kali. Ketika berangkat dan pulang. Continue reading “Truk LPG Pertamina Terguling : Antara Rakyat Jelata & Korporasi Besar Yang Cuma Bisa Minta Maaf”

Awkarin. Pemasaran Dengan Cara Menjual Kontroversi

Awkarin

Hebohnya masyarakat dan juga netizen dalam menanggapi kemunculannya Awkarin sedikit banyak ikut meresahkan saya juga. Permasalahannya ada 2, Awkarin (yang nama aslinya adalah Karin Novilda), memiliki banyak penggemar yang kebanyakan pelajar SMP dan SMA, dan yang lebih permasalah, content yang ia unggah ke berbagai platform sosial media sangatlah tidak sesuai dengan norma masyarakat. Singkat kata, ia menjadi kontroversi.

Continue reading “Awkarin. Pemasaran Dengan Cara Menjual Kontroversi”

Pak Anies Baswedan Apa Kabarnya Ya?

Anies Baswedan

Tiba-tiba saja saya merindukan Anies Baswedan setelah adanya wacana Muhadjir Effendy yang akan menerapkan kebijakan sistem full day school, atau sekolah sehari penuh yang berlaku untuk siswa SD sampai dengan SMA. Sejumlah alasan dikemukakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan tentunya netizen langsung bereaksi. Bagaimana kemudian memandang sekolah sehari penuh dalam berbagai perspektif?

Continue reading “Pak Anies Baswedan Apa Kabarnya Ya?”

Bangsa Yang Hebat Adalah Bangsa Yang Menghargai Karya Warganya Sendiri

Kontingen Indonesia

Seragam kontingen Indonesia pada ajang olimpiade 2016 ramai diperbincangkan. Baik dunia internasional ataupun lokal, media mainstream atau sosial media ikut membahas dan mengomentari. Ironisnya, kala dunia internasional memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kreativitas sebuah karya anak bangsa, ada segelintir orang di Indonesia yang mendadak menjadi ahli fashion dan ramai-ramai menghujatnya. Inikah potret asli dari wajah Indonesia?

Continue reading “Bangsa Yang Hebat Adalah Bangsa Yang Menghargai Karya Warganya Sendiri”

Seperti Apa Tampilan Homescreen Mobilephone Anda?

Saya pernah membaca salah satu artikel yang mengulas mengenai tampilan homescreen mobilephone dari sejumlah CEO terkemuka didunia. Artikel tersebut menyebutkan bahwa CEO-CEO tersebut memiliki satu hal yang serupa, yakni tampilan homescreen pada mobilephone mereka sangatlah sederhana dan praktis. Alasannya adalah untuk meningkatkan efisiensi waktu. Bagi saya, hal sederhana ini sangatlah luar biasa. CEO terkemuka didunia saja memikirkan hal sederhana yang dapat meningkatkan efektivitas mereka dan hal sederhana itu dapat dimulai dari menyederhanakan tampilan homescreem mereka.
Terinspirasi oleh hal tersebur, saya mulai melakukan hal yang sama terhadap mobilephone saya. 

Homescreen saya cuma terdiri dari 5 . layer fungsi-fungsi utama dan aplikasi-aplikasi. Pada tingkatan pertama atau paling atas, adalah google dimana saya bisa langsung mengetik apa yang saya ingin browsing. Langkah ini menurut saya menghemat waktu saya daripada saya menaruh ikon google search dan kemudian menunggu masuk ke google search dan baru mengetik apa yang ingin saya browsing.

Layer kedua dibawahnya adalah tampilan waktu dan cuaca. Hal ini membuat saya lebih mudah dalam melihat waktu karena tampilannya yang lebih besar dan lebih eye catchy. 

Layer ketiga dibawahnya adalah aplikasi audio yang memungkinkan saya langsung memainkan lagu-lagu yang ingin saya dengarkan. Hal ini hampir serupa dengan layer google search di paling atas. Saya tidak perlu menunggu audio terbuka dulu baru memilih lagu apa yang ingin saya dengarkan.

Setelahnya, adalah layer 4 yang hanya menampilkan aplikasi-aplikasi yang paling sering saya pergunakan saja. Paling kiri adalah Go-Jek karena memang dibandingkan aplikasi transportasi lain sejenisnya, Go-Jek adalah yang paling sering saya pergunakan. Setelahnya adalah aplikasi GMail dan aplikasi Docs to go. Kedua aplikasi ini berkaitan dengan pekerjaan. GMail tentu saja adalah karena saya sering buka email dan Docs To Go memudahkan saya untuk melakukan drafting korespondensi terkait dengan pekerjaan. Setelah itu ada folder yang berisikan 4 aplikasi sosial media yang sering saya pergunakan yaitu Instagram, LinkedIn, Path dan Twitter. WordPress saya pergunakan untuk drafting blog saya.

Dipaling bawah adalah fungsi dasar mobilephone yakni telepon, sms, foto dan kamera. Ada juga whatsapp sebagai satu-satunya aplikasi instant messenger yang saya pergunakan. Ikon setting adalah untuk mengakses setting jika saja ada yang tidak sesuai dari mobilephone saya. Yang terakhir adalah ikon apps yang memungkinkan saya untuk mengakses aplikasi lain.

Pengaturan homescreen saya ini memungkinkan saya untuk mengakses aplikasi atau fungsi dasar hanya sekali saja dan juga memfokuskan saya hanya pada yang terpenting saja. Alhasil semua yang saya lakukan terkait dengan handphone saya menjadi lebih cepat dan waktu saya menjadi lebih efektif.

Pokemon Go : Manfaat Atau Mudharat?

Larangan Pokemon Go

Kebijakan sejumlah pemerintah daerah untuk melarang para pegawai negeri sipil untuk bermain Pokemon Go menandakan adanya kekhawatiran terhadap permainan berbasis augmented reality ini. Sejumlah instansi pemerintahan dan bahkan Istana Negara sudah mengeluarkan larangan untuk bermain (mencari dan menangkap Pokemon) Pokemon Go didalam areal instansi pemerintahan dan istana.  Pandangan terhadap Pokemon Go terpecah belah menjadi dua. Sebagian sangat mendukung, mengunduh dan memainkannya (walaupun masih dalam versi APK). Sebagian lagi sangat menentangnya. Pokemon Go : manfaat atau mudharat?

Continue reading “Pokemon Go : Manfaat Atau Mudharat?”

Pokemon Go dan Isu Pelecehan Islam

Pokemon Go 7

Selain dianggap mendatangkan ancaman yang dapat membahayakan rahasia negara dan instansi pemerintah, permainan Pokemon Go juga dituding sebagai upaya untuk melecehkan dan menghina agama Islam. Hal ini dikarenakan Pokemon Go dikait-kaitkan dengan definisi Pokemon yang berasal dari bahasa Syriac atau bahasa Suryani. Pokemon Go diartikan sebagai “Aku Yahudi”, Pikachu diartikan sebagai “Jadilah Yahudi” dan Charmander diartikan sebagai “Tuhan itu Lemah”. Benarkah seperti itu adanya?

Continue reading “Pokemon Go dan Isu Pelecehan Islam”