The Movie That Give You So Much Feel


© Copyright 2010 CorbisCorporation

Every time I go to a movie, it’s magic, no matter what the movie’s about – Steven Spielberg

Oleh : Adrian Wijanarko

Sebenarnya saya bukan lah seorang yang berasal dari dunia perfilman. Namun, saya akan membahas film sebagai sebuah seni. Tentu sebagai suatu seni, penikmatnya bukan saja orang yang mengerti seni saja. Namun semua orang dapat menikmati seni. Dan juga sebagai sebuah seni, perspektif penilaian setiap individu dapat berbeda beda. Tidak ada penilaian yang spesifik yang berupa agnka kualitatif. Tidak ada juga mentode sistematis bagaimana cara untuk menikmati seni. Seni lebih: “how to feel”. Dan yang saya rasakan bisa saja berbeda dengan anda rasakan.

Untuk konteks film yang merupakan sebuah seni, proses penikmatan film itu senditi adalah kembali how to feel about the movie. Bisa saja beberapa orang mencoba menjustifikasi penilaian film dengan sebuah angka rating. Namun menurut pendapat saya, hal tersebut kurang sesuai.

Kembali hal itu adalah pendapat saya pribadi dan saya tidak mencoba menggurui anda tentang seni dan film.

It’s about how do you feel

Pernah kah anda ketika habis menonton film genre action di bioskop dan ketika film selesai, dan anda keluar dari bioskop, anda masih merasakan excitement dengan ingin loncat-loncat atau meninju tinju orang?

Dan ketika anda habis menonton film romantic, well, ada tendensi untuk ingin merasakan nuansa romantis pula?

Walaupun pemikiran tersebut hanya muncul di dalam kepala anda saja, hal itu lah yang mendorong sebuah output yakni feel yang diberikan dari sebuah film.

Saya ingin mencoba untuk sharing film-film apa saja yang memiliki output sebuah feel yang sangat unik. Well, check it out guys.

Did I just cry for a volleyball?

Movie: Cast Away

Wilson Cast Away

Film Cast Away adalah film arahan Stephen Spielberg. Film ini menceritakan seorang yang terdampar di pulau kecil. Tanpa ada teman untuk ngobrol, akhirnnya tokoh yang di perankan Tom Hanks membuat teman imajinasi dari sebuah bola voli yang dinamakan Wilson. Namun pada suatu momen, Tom Hanks kehilangan Wilson karena terbawa arus laut dan harus kehilangan teman khayalan nya. Di momen terseebut saya merasakan sedih untuk sebuah bola voli (?)

That roller coaster of feel

Movie: Up

Up Russel

Menurut saya ini adalah film terbaik yang Pixar buat. Film ini menceritakan seorang anak kecil bernama Russel yang mencoba membantu seorang seorang orang tua untuk mendapatkan lencana pramuka. Di awal film menceritakan flashback tokoh Mr. Fredricksen kecil ketika bertemu dengan Ellie, wanita yang menjadi istri nya kematian Ellie. Dari situ muncul perasaan sedih dan empati.

Namun di pertengahan film, perasaan yang muncul adalah adventure dan funny. Bagaimana tidak, dengan petualangan nya di Amerika Selatan ini Russel dan Mr. Fredricksen bertemu dengan spesies burung aneh dan anjing yang bisa berbicara.

Kembali di akhir film, ketika Mr. Fredricksen harus kehilangan rumahnya ada muncul perasaan sedih dan ketika Russel harus di lantik di acara pramuka seorang diri.

Perasaan senang muncul kembali pada saat Mr. Fredricksen maju ke podium untuk menemani Russel dan mereka menghabiskan ice cream di pinggir jalan.

Phew, what a roller coaster of feel.

 

Kembali sharing ini adalah lebih kepada feel unik yang di rasakan. Tentu nya masih ada banyak film yang secara artistic lebih baik. Namun kalau tidak ada memeliki sebuah kesan, apa arti sebuah seni bukan?

 

Adrian Wijanarko, karyawan project CDIT Unilever, pecinta film, traveling dan writing. Bisa ditemui di @WijanarkoAdrian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s