Merubah Image Santri Dengan Lagu Dzikir Zakat

Saya begitu takjub dengan kreativitas yang ditunjukkan oleh para santri dari Pesantren Gontor (Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo) yang mampu membuat sebuah video klip lagu Dzikir Zakat. Lagu tersebut merupakan lagu cover dari lagu Ziggy Zagga yang diciptakan oleh Gen Halilintar.  Hingga tulisan ini diposting, lagu Dzikir Zakat yang dipublikasikan pada 2 April 2019 lalu telah disaksikan sebanyak 23,94 juta kali di Youtube Channel Gontor TV Magelang, hanya kalah oleh lagu aslinya Ziggy Zagga yang sudah disaksikan 102 juta kali di Youtube Channel Gen Halilintar.

 

Lagu yang berdurasi sekitar 3 menit 54 detik tersebut nampak dikonsep dan dieksekusi dengan baik oleh Malik Ibrahim dan kawan-kawan. Malik Ibrahim berperan sebagai produser sekaligus sebagai sutradara dan juga pencipta lagu. Berbeda dengan lagu Ziggy Zagga aslinya yang menceritakan mengenai kehidupan dari Keluarga Halilintar, lagu Dzikir Zakat lebih kepada ajakan untuk melakukan kebaikan dengan menjalankan ibadah dzikir dan zakat (serta sholat dan puasa).

Salah satu penggalan lirik yang sangat saya suka dalam video klip lagu Dzikir Zakat tersebut adalah

Coba cek tujuan yang ada dalam hidupmu

Sudahkah benar semua

Kalo nggak merasa coba cek amal dan ibadahmu

Penggalan lirik tersebut benar-benar membuat saya mengena dan saya merasa terajak untuk memperbaiki kualitas hidup saya khususnya dalam sisi ibadah. Lirik yang disampaikan dalam lagu ini pun terasa begitu sederhana dan begitu mudah untuk dipahami.

Lagu (berikut dengan video klip dan pemostingannya di Youtube) ini dalam pandangan profesional saya merupakan salah satu bentuk kreativitas dalam menyampaikan pesan kebaikan. Metode ini merupakan metode dakwah  atau penyiaran kebaikan yang berbeda dengan dakwah secara konvensional (tatap muka dalam bentuk penyajian satu arah seperti ceramah). Dengan menggunakan lagu dan juga video klip, pesan-pesan yang ingin disampaikan menjadi lebih mudah dicerna dan diterima oleh kalangan muda atau millenial masa kini. Pemilihan pemostingan media Youtube sebagai pendistribusian video klip tersebut juga tepat. Dijaman digital seperti saat ini penyebaran sebuah konten begitu mudah, cukup dengan menyebarkan pranala (link) kepada seseorang melalui aplikasi seperti instant messenger.

Selain itu, langkah Gontor yang membuat cover juga dapat dikatakan tepat. Dengan mengcover lagu Ziggy Zagga yang dibawakan oleh Gen Halilintar, melodi lagu Dzikir Zakat tidak perlu susah payah untuk mendapatkan perhatian yang diperlukan oleh sebuah content. Gontor tidak perlu repot-repot membuat aransemen lagu baru yang belum diketahui diterima atau tidak oleh netizen, khususnya millenial. Disini Malik Ibrahim dan kawan-kawan sangat cerdas menerapkan metode ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi). Bahkan konsep video klipnya pun dibuat mengikuti konsep video klip Ziggy Zagganya Gen Halilintar.

Satu hal lagi yang menakjubkan bagi saya, adalah kesungguhan dan keseriusan Malik Ibrahim dalam mengeksekusi video klip tersebut secara teknis. Benar-benar bak dibuat oleh seorang yang profesional. Artinya Malik Ibrahim dan Gontor secara keseluruhan benar-benar niat dalam memproduksi sebuah konten. Hasil jumlah view sebanyak 23 juta kali adalah kombinasi dari metode ATM, popularitas lagu asli dan juga keseriusan dalam membuat video. Jika saja video ini digarap asal-asalan, saya yakin belum tentu hasilnya akan sama.

Yang paling penting adalah video ini seharusnya mampu merubah persepsi bahwa pesantren itu kolot, dan tidak mau terbuka terhadap perubahan zaman. Gontor melalui Gontor TV telah memberikan contoh yang sangat positif melalui video klip Dzikir Zakat ini.

Dalam komentar resminya Gontor TV menyebutkan  :

Terima kasih untuk semua dukungan bagi video ini. Untuk peningkatan kualitas kami, channel ini sedang bertransformasi secara bertahap menjadi “gontortv milenial”. Mohon doanya agar kami dapat istiqomah dalam menyampaikan pesan dakwah dan pendidikan dengan ikhlas.

-Gontor TV-

 

Pernyataan resmi Gontor TV tersebut menyakinkan saya bahwa Gontor menyadari bahwa masa kini yang mereka hadapi adalah millenial, karenanya mereka pun harus menyesuaikan diri dengan millenial. Salut untuk Malik Ibrahim dan kawan-kawan serta Gontor.