Desa Penglipuran Bali, Desa Terbersih Di Dunia Yang Anti Poligami


Dalam liburan keluarga saya ke Bali, saya menyempatkan diri mengunjungi Desa Penglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli, Bali. Desa ini memang menjadi salah satu tempat yang diwanti-wanti oleh istri saya harus dikunjungi saat liburan ke Bali. Desa Penglipuran terletak di kabupaten Badung, Bali. Desa tersebut terkenal dengan pemandangan rumah khas Balinya. Yang teristimewa adalah Desa tersebut merupakan salah satu desa terbersih di dunia! Sebagai informasi lainnya, Kabupaten Badung ditahun 2019 ini kembali menerima penghargaan Adipura dari Pemerintah untuk kali keempat berturut-turut!

Jadi, kami sangat beruntung bisa menyaksikan langsung kebersihan dari Desa Penglipuran tersebut dan benar-benar setuju bahwa Desa Penglipuran sangat bersih. Bukan cuma terkenal akan kebersihannya, Desa Penglipuran pun dikenal dengan keramahtamahan warganya. Saya bertemu dan berbicara dengan Pak Ketut Ceduk, salah satu penduduk asli Desa Penglipuran Bali. Kepada saya dan keluarga, beliau bercerita banyak mengenai Desa Penglipuran.  Saya dan istri saya, Tika juga berkesempatan untuk berbicara langsung dengan Pak Ketut Ceduk dan mendapatkan inspirasi kehidupan Pak Ketut Ceduk, warga asli Desa Penglipuran yang sudah tinggal disana selama 63 tahun. Tak lupa kami pun mencicipi kopi asli Desa Penglipuran.

Kepada kami, ia bercerita bahwa memang sudah dari jaman leluhur yang mengajarkan mengenai budaya bersih kepada warga masyarakat Desa Penglipuran. Sedari kecil, warga Desa Penglipuran diajarkan untuk selalu membersihkan lingkungannya. Bahkan disaat Desa Penglipuran sudah ramai menjadi tempat wisata pun budaya bersih itu pun masih terjaga dengan baik.  Jadi ketika anda berada tempat wisata Desa Penglipuran, mohon bantu jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Untuk dapat mengunjungi tempat wisata Desa Penglipuran, anda harus menyewa mobil berikut dengan supir. Tiket masuk turis domestik seharga Rp15.000 untuk dewasa, Rp10.000 untuk anak kecil. Tiket masuk turis asing seharga Rp30.000 untuk dewasa dan Rp25.000 untuk anak-anak.

Yang juga baru kami ketahui dari Desa Penglipuran adalah ternyata peraturan adat Desa Penglipuran tidak mengijinkan untuk melakukan Poligami. Jadi, selain dikenal sebagai salah satu desa terbersih didunia, Desa Penglipuran juga memiliki peraturan adat yang melarang warganya untuk melakukan poligami. Warga yang melanggar akan ditempatkan pada sebuah pekarangan yang diberi nama Karang Memadu dan dibuatkan rumah oleh warga masyarakat Desa Penglipuran. Tentu saja, warga yang ditempatkan di Karang Memadu juga akan diberikan hukuman berupa tidak boleh sembahyang dan pelayanan publik pun akan dibatasi.

Kepada kami, Pak Ketut Ceduk, pada prinsipnya warga masyarakat Desa Penglipuran tidak boleh beristri lebih dari satu karena pada dasarnya hidup itu memiliki keseimbangan yaitu satu perempuan dan satu laki-laki. Hal ini juga menandakan bahwa warga perempuan Desa Penglipuran dilindungi oleh Desa. Masyarakat Desa Penglipuran tidak ingin perempuan Desa Penglipuran dijadikan sebagai objek permainan pria. Kami sekeluarga pun sempat melihat seperti apa Karang Memadu saat berkunjung ke Desa Penglipuran. Walaupun disiapkan rumah di Karang Memadu. Tetapi sampai sekarang, belum ada warga yang menetap di Karang Memadu. Itu artinya belum ada warga Desa Penglipuran yang melakukan poligami.

— 000 —

One thought on “Desa Penglipuran Bali, Desa Terbersih Di Dunia Yang Anti Poligami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s