Lebaynya Saya Mendokumentasikan Liburan Keluarga : Tips Dokumentasi Liburan Keluarga


 

— 000 —

DCIM100MEDIADJI_0658.JPG

Liburan bersama keluarga di Bali kali ini terasa menjadi lebih heboh karena saya memang punya rencana untuk mendokumentasikan liburan kali ini dengan sesempurna mungkin baik dalam bentuk tulisan untuk blog ini, foto-foto dan video untuk youtube channel saya yang baru saya buat yaitu Rumah Roji. Saya memang punya rencana untuk ngevlog aktivitas liburan keluarga di Bali. Bahkan saya sampai meniatkan diri membeli Dji Osmo Pocket untuk melengkapi Kamera DSLR yang saya beli sebelumnya beberapa bulan yang lalu.

Alhasil saya “direpotkan” sendiri dengan lebaynya saya mendokumentasikan liburan keluarga degan membawa berbagai perlengkapan dokumentasi. Total saya membawa 6 kamera yang sama-sama bisa dipergunakan untuk kamera dan video, yang terdiri dari 1 Dji Osmo Pocket yang memang saya andalkan untuk ngevlog, 1 kamera DSLR untuk keperluan foto, namun juga bisa dipergunakan untuk backup video jika seandainya Dji Osmo Pocket saya kehabisan baterai, 1 smartphone saya dan 1 smartphone istri saya serta 2 tablet yang sebenarnya dipergunakan untuk meredakan kebosanan kedua putri saya. Bayangkan seluruh alat tersebut lengkap dengan charger dan kabel yang memiliki spesifikasi berbeda. Saya juga membawa laptop dan bluetooth keyboard untuk smartphone saya. Oh ya, tak lupa tongkat selfie pun ikut saya bawa.

Dji Osmo Pocket

Dji Osmo Pocket menjadi andalan saya dalam mendokumentasikan liburan keluarga saya di Bali, karena resolusi hasil rekaman video dan foto yang sangat bagus, bahkan sudah mencapai 4K. Ditambah lagi mekanisme gimbal Dji Osmo Pocket yang membuat hasil rekaman video yang sangat stabil. Dji Osmo dalam pandangan saya sangat user friendly untuk para vlogger dan fotografer. Bahkan dengan menggunakan Dji Osmo Pocket, hasil rekaman video dan foto anda akan terlihat seperti karya videographer dan fotografer profesional. Namun yang disayangkan adalah pada saat melakukan rekaman audio, Dji Osmo Pocket memang harus lebih memperhatikan bagaimana cara anda memegang kameranya karena anda harus sedikit memegang Dji Osmo Pocket lebih dekat dengan mulut anda.

Berikut beberapa hasil foto dan rekaman video saya mempergunakan Dji Osmo Pocket yang sudah saya buat di Youtube Channel saya Rumah Roji.

DCIM100MEDIADJI_0459.JPG
Sunrise di Pantai Nusa Dua di foto dengan menggunakan Dji Osmo Pocket 

 

Kamera DSLR Canon 650 D

Kamera DSLR yang saya beli secara second hand beberapa waktu yang lalu ini memang sengaja saya beli untuk ngevlog dan membuat youtube channel. Meskipun pada akhirnya saya lebih nyaman ngevlog dengan Dji Osmo Pocket, Kamera DSLR Canon 650 D tetap saya pergunakan untuk mendokumentasikan liburan ke Bali. Kamera DSLR Canon 650 D juga memiliki mode video. Siapapun tahu bahwa Canon merupakan produsen kamera yang bagus. Tapi menggunakan kamera DSLR, tentu saja membutuhkan keahlian tertentu yang khusus yang membutuhkan waktu pembelajaran dan pengalaman.

Kesulitan dalam menggunakan Kamera DSLR apalagi dalam mode manual adalah keharusan menyesuaikan pencahayaan yang masuk, kecepatan dan lain sebagainya untuk menghasilkan gambar yang bagus. Apalagi ketika anda menggunakan mode video dengan fitur auto focus, akan timbul suara gerakan mesin autofocus yang terekam dalam video anda. Hal ini tentunya memberikan ketidaknyamanan dalam merekam video. Meskipun demikian saya tetap menggunakan Canon 650 D sebagai backup apabila Dji Osmo Pocket saya kehabisan baterai. Kalau anda menggunakan Kamera DSLR, saran saya anda harus mencoba menggunakan manual mode, karena biar bagaimanapun menggunakan manual mode dengan autofocus tetap lebih bagus menggunakan manual mode.

Xiaomi Redmi 5

Smartphone yang sudah saya pergunakan kurang lebih selama 2 tahun ini merupakan smartphone yang bisa dipergunakan untuk merekam video dengan hasil yang juga tidak kalah dengan Dji Osmo Pocket, karena sudah memiliki resolusi 4K juga. Kekurangannya tentu saja adalah stabilitas hasil rekaman karena sepengetahuan saya Xiaomi Redmi 5 tidak memiliki stabilizer gambar. Hal ini pun terlihat ketika saya merekam aktivitas keluarga saya belanja di Candylicious Bali.

Tapi tetap saja, kalau hanya untuk foto, resolusinya tetap bagus, bukan cuma lebih bagus, tetapi bisa menggunakan manual mode seperti layaknya kamera DSLR.

Selain ke tiga gadget tersebut, saya juga membawa beberapa gadget lain yang sebenarnya bisa dipergunakan untuk mengambil gambar dan merekam video, seperti smartphone istri saya dan 2 tablet. Hanya saja jarang saya pergunakan karena memang fungsi ke dua tablet tersebut untuk meredakan tingkat kebosanan kedua putri saya.

Kesimpulannya, dalam mendokumentasikan liburan keluarga, hendaknya membawa peralatan sesuai dengan kebutuhan dan sesuai peruntukan. Jika cuma untuk keperluan dokumentasi pribadi dan posting di sosial media pribadi anda, maka saya merekomendasikan bagi anda cukup menggunakan smartphone anda saja. Tapi jika untuk keperluan video, apalagi profesional, DSLR ataupun minimal kamera mirrorless adalah sebuah keharusan. Nantikan tips lengkap dokumentasi foto dan video liburan keluarga.

— 000 —

Baca  Juga 7 Hari Menakjubkan Bersama Keluarga di Pulau Dewata

 

4 thoughts on “Lebaynya Saya Mendokumentasikan Liburan Keluarga : Tips Dokumentasi Liburan Keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s