Ketika Aku Paling Benar


dont-waste-your-time-with-explanations-people-only-hear-what-they-want-to-hear9

Membaca lini masa di sosial media saat ini, terasa begitu “menyenangkan” dengan berbagai adu opini, adu sharing link yang tentunya mendukung opini dari masing-masing pihak. Masing-masing seolah lupa bahwa lawan debat yang dihadapi adalah saudara sebangsa dan setanah airnya juga. Sama-sama Warga Negara Indonesia. Yang lebih parah, adalah bahwa masyarakat Indonesia tidak kunjung belajar dari peristiwa-peristiwa silam.

Masih teringat kala pemilihan umum beberapa tahun lalu, betapa rapuhnya bangsa ini seolah-olah “terbelah” menjadi dua. Perang opini yang gagal paham karena tidak menyentuh esensinya, karena hanya berkutat pada permasalahan karakter. Perang opini yang menandakan pendidikan politik di Indonesia masih jauh dari harapan. Ataukah tingkat pemahaman politik seperti ini yang diharapkan oleh para elit politik. Masyarakat Indonesia yang gagal paham politik, dan berujung menjadi pengkultusan satu pihak, dan dengan murahnya melontarkan penghinaan kepada pihak lainnya.

Perang opini yang gagal paham kembali terulang manakala pilkada DKI Jakarta dan  semakin tajam meruncing  hukuman penjara 2 tahun untuk BTP mampu “memecah belah”, bukan cuma warga DKI Jakarta, hampir seluruh bangsa Indonesia. Dalam level yang lebih tinggi, dampak hukuman penjara 2 tahun untuk BTP berpotensi (jika terus meruncing) membawa perpecahan pada dampak yang lebih ekstrem.

Terjadi gagal paham diantara kedua belah pihak, mana kala masing-masing kedua pihak memiliki perspektif yang berbeda-beda. Pihak anti BTP memandang dari perspektif agama dimana BTP dianggap menistakan agama Islam dan karenanya hukuman 2 tahun dianggap tepat, sementara pihak pro BTP menganggap bahwa hal tersebut bukan penistaan agama dan hukuman 2 tahun dianggap sebagai matinya ketidakadilan di Indonesia serta menghambat penerapan korupsi. Dua perspektif tersebut jelas tidak akan pernah ketemu, mana kala satu pihak melihat dari perspektif agama, dan satu pihak melihat dari perspektif penerapan korupsi.

Gagal paham tersebut berujung menjadi perang opini yang tak berkesudahan selama beberapa hari terakhir ini disosial media. Lengkap dengan berbagai teori konspirasi yang diusung oleh masing-masing pihak. Data-data (terlepas dari data tersebut faktual atau tidak) secara lengkap dan gamblang disajikan. Dengan secuil tulisan yang dibuat seperti mengguggah-gugahkan, ditambahkan link tulisan penunjang, masing-masing pihak mencoba untuk membentuk opini yang sesahih-sahihnya. Seolah masing-masing mereka yang paling benar.

Tapi barang kali apa yang mereka lakukan akan sia-sia belaka. Karena pada dasarnya seperti apa yang dikatakan oleh penulis terkemuka Paulo Coelho :

Don’t waste your time with explanations: people only hear what they want to hear

Jadi percuma saja dengan tulisan-tulisan yang anda gugah pada sosial media, berikut dengan link-link yang anda share, karena pada dasarnya tulisan anda hanya akan dibaca oleh orang-orang yang pro dengan anda. Orang-orang yang tidak sepaham dengan anda, ya tidak akan membacanya. Jadi terimakasih jika anda sudah membaca tulisan ini sampai dengan akhir.

Advertisements

4 thoughts on “Ketika Aku Paling Benar

  1. IMHO, Quotes dari Paulo Coelho di atas menandakan sbg FIXED mindset. Jika GROWTH mindset, maka justru challenging untuk influencing people agar tidak hanya memilih mendengar apa yg ingin mereka dengar. Challenging to give more viewpoints kepada mereka agar semakin banyak memiliki point of view yang beragam.

    Like

    1. Fixed mindset yang memang menandakan bahwa setiap orang memiliki kerangka berpikirnya sendiri dan karenanya sulit kali menembus atau menyakinkan orang lain untuk sekedar melihat diluar dari kerangka berpikirnya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s