Para Ayah Pekerja dan Tentang Antar Anak Kesekolah Pada Hari Pertama


Mengantar anak kesekolah pada hari pertama merupakan salah satu momen yang spesial bagi seorang anak. Rasa canggung, takut dan tidak nyaman dari seorang anak pada hari pertama bisa terkikis karena adanya kehadiran orang tua yang mendampingi dan menemani sang anak berangkat dari rumah menuju sekolah. Seorang anak akan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dan menjadi pengalaman yang berkesan bagi seorang anak. Namun sayangnya, karena tanggung jawab pekerjaan, hal ini tidak bisa dilakukan oleh setiap ayah.

Saya tidak ingat apakah ayah saya mengantarkan saya kesekolah pada hari pertama. Tapi rasa-rasanya, karena sekolah saya hanya beberapa ratus meter dari rumah dan dapat dilakukan dengan berjalan kaki, mungkin saya tidak diantar. Tidak ada yang salah tentang itu sebenarnya. Mungkin karena jaraknya dekat, ayah saya  Anehnya saya malah ingat sama guru geografi saya sewaktu SMA kelas 2 (kalau tidak salah), yaitu Pak Tony yang pernah bercerita bahwa ia mengambil cuti untuk memastikan bahwa anaknya bisa ia dampingi pada hari pertama. Entah kenapa, saat itu saya jadi termotivasi untuk melakukan hal yang sama dengan guru saya itu.

Apakah janji itu saya tepati belasan tahun setelahnya? Jika anda menghitung playgroup (PAUD) sebagai sekolah juga, maka dengan sangat menyesal hati jawabannya adalah tidak. Peran itu dilakukan oleh istri saya. Namun hal itu saya ganti dengan beberapa kali pernah mengantarkan anak saya ke playgroup saat saya sedang cuti. Saya ingin sekali bisa mengantarkan putri saya, Khansa Tiara Althea, pada hari pertama sekolahnya.

Karena itu, saya menyambut baik Imbauan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Bawesdan yang mengimbau para orang tua untuk mengantarkan anak pada hari sekolah pada hari pertamanya. Bahkan jika memungkinkan saya ingin sekali bisa mengantarkan anak saya sekolah setiap harinya. Saya sangat sependapat dengan pendapat Menteri Pendidikan, bahwa mengantar anak kesekolah adalah sebuah kesempatan untuk membangun komunikasi antara orang tua dengan sekolah, khususnya dengan para guru.

Saya sudah berkomitmen untuk menjadi seorang ayah yang peduli dengan kualitas pendidikan untuk putri saya. Bagi saya menjadi seorang ayah pekerja bukan hanya tentang membayar uang pendidikan untuk anak lalu menyerahkan tanggung jawab itu kepada seorang istri, tetapi juga memastikan anak saya mendapatkan pendidikan yang sebaik-baiknya, yang bisa saya usahakan semaksimal mungkin.

Sayangnya hal ini masih bersifat imbauan. Ada sejumlah instansi yang mendukung, namun tak jarang ada yang melarang. Padahal hal ini sangat bermanfaat bagi anak-anak yang akan menjadi masa depan bangsa Indonesia.

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Para Ayah Pekerja dan Tentang Antar Anak Kesekolah Pada Hari Pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s