Untuk Mereka Yang Tak Merayakan Idul Fitri Bersama Keluarga Karena Tanggung Jawab Pekerjaan


Buntut dari sebuah bom di Solo tidak hanya berdampak pada mereka yang berada disekitar kejadian, tetapi juga kepada keluarga besar saya. Kakak ipar saya yang berprofesi sebagai tentara dan saat ini sedang bertugas diluar kota, mendadak diperintahkan untuk standby sampai keadaan dianggap aman. Alhasil keluarga besar kami menjadi tidak komplit dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Ibu mertua saya tidak bisa menemui anaknya, dan kakak ipar saya tersebut tidak bisa merayakan Idul Fitri bersama istri dan anak-anaknya.

Senasib dengan kakak ipar saya, ada banyak orang lain yang tidak bisa merayakan Idul Fitri 1437 H atas nama tugas dan tanggung jawab serta profesionalisme yang wajib diemban. Para tentara, para petugas polisi yang bertugas menjaga stabilitas keamanan negeri ini dan juga menjaga kelancaran dan mobilitas jutaan orang dan barang selama kegiatan mudik raya berlangsung. Para dokter, suster, karyawan administrasi dan tenaga kesehatan di rumah sakit dan klinik. Para penjaga gerbang tol. Kasir dan pelayanan pusat perbelanjaan dan supermarket. Mereka yang bertugas dibidang pelayanan publik. Semuanya harus menunda hak anggota keluarganya untuk bersuka cita merayakan Hari Raya Idul Fitri demi menunaikan tugas dan tanggung jawab.

Salam hormat saya untuk anda semua yang berdedikasi tinggi terhadap pelayanan publik. Semoga tugas dam tanggung jawab yang anda emban menjadi ladang ibadah anda dan keluarga. Semoga anda diberikan kekuatan, kelancaran dan kemudahan dalam menjalankan semua tugas yang sedang anda emban saat ini. Semoga keluarga yang anda tinggalkan dirumah selalu dilindungi oleh Allah SWT dan tidak berkurang kebahagiaan sedikitpun.

Pesan saya kepada anda yang bisa merayakan Idul Fitri 1437 H bersama keluarga (termasuk pengingat untuk diri saya pribadi), hargailah mereka-mereka yang bertemu dengan anda yang sedang menjalankan tugasnya. Hargai petugas gerbang tol, petugas polisi lalu lintas, dokter atau siapapun. Karena do hari yang berbahagia ini tidak bisa merayakan bersama keluarga. Karena untuk tetap bertugas pada hari ini saja sudah merupakan sebuah pengorbanan yang berat namun mulia, tidak perlu anda tambahkan dengan kekesalan, amarah ataupun wajah kecut. Hargai mereka.

Salam hormat saya untuk anda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s