Membedah Kesebelasan Sepakbola Eropa Dengan Business Model Canvas part 1


Bisnis Sepakbola

Industri sepakbola di Eropa telah berkembang pesat, melebihi benua lain. Kesebelasan-kesebelasan sepakbola yang berada didalam industri tersebut telah menjadi rujukan model bagaimana sebuah kesebelasan sepakbola dikelola. Mulai dari pembinaan pemain usia muda, sampai kepada aktivitas komersial tingkat dunia. Kenapa Industri sepakbola Eropa begitu mendunia? Kenapa sebagian besar kesebelasan sepakbola Eropa begitu makmur? Lebih penting lagi, bagaimana cara kesebelasan sepakbola di Eropa melakukannya?

Untuk menjawab pertanyaan itu, barangkali yang perlu kita lakukan adalah dengan membedah model bisnis yang kesebelasan sepakbola Eropa lakukan. Ada sejumlah metode atau alat untuk dapat memetakan model bisnis dari sebuah perusahaan, produk ataupun brand, dan tak terkecuali adalah kesebelasan sepakbola. Salah satu metode yang paling banyak dipergunakan adalah dengan menggunakan Business Model Canvas yang dipopulerkan oleh Alexander Osterwalder.

Seperti namanya Business Model Canvas merupakan sebuah canvas yang mampu menggambarkan pada satu lembar kertas, bagaimana cara sebuah perusahaan, atau bahkan perorangan melakukan segala macam aktivitas untuk mendapatkan pemasukan atau penghasilan. Model bisnis dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok yakni  model bisnis sebagai metode (cara), model bisnis dilihat dari aspek komponen-komponennya, dan model bisnis sebagai strategi bisnis.

Business Model Canvas terdiri dari 9 elemen utama yakni customer segment, customer relationship, channel, value propositions, key activities, key resources, key partners, cost structure, revenue streams. Customer segment secara sederhananya adalah siapa customer kita. Customer relationship adalah bagaimana hubungan yang dibangun dengan customer kita. Channel adalah dengan cara apa kita menjangkau customer kita. Value proposition adalah kepuasan apa yang kita berikan kepada para customer kita. Key activities adalah dengan cara apa kita memberikan kepuasan kita. Key resources adalah sumber daya apa yang kita miliki untuk melakukan key resources. Key partners adalah pihak yang mendukung kita. Cost structure adalah  biaya-biaya apa saja yang harus dikeluarkan. Revenue adalah pendapatan. Mari kita bedah satu-satu elemen tersebut dari sebuah kesebelasan sepakbola.

Customer Segment

Siapa saja customer dari sebuah kesebelasan sepakbola? Penonton, khususnya di stadion.  Tentu saja penonton adalah customer yang paling penting, karena merekalah yang membeli tiket pertandingan. Tapi apakah customer dari sebuah kesebelasan sepakbola adalah penonton saja? Bagaimana dengan supporter? Apakah mereka merupakan customer kita? Kita perlu ingat bahwa customer adalah mereka yang menghasilkan uang untuk kita. Jadi supporter jika tidak menghasilkan uang, tentu tidak dapat dianggap sebagai customer.

Mendefenisikan siapa customer adalah yang paling vital dalam menentukan sebuah model bisnis. Karena hal ini akan mempengaruhi cara dan strategi dalam memonetisasikan customer. Apakah kesebelasan sepakbola hanya menjual tiket saja? Tidak. Kesebelasan sepakbola di Eropa yang sudah sedemikian rupa modernnya tentu tidak hanya menjual tiket. Mereka juga menjual merchandise, dan juga menjual pemainnya. Jadi customer dari sepakbola adalah para pembeli tiket pertandingan, pembeli merchandise, dan juga kesebelasan sepakbola lainnya. Tak lupa tentu saja para sponsor yang memberikan pemasukan kepada kesebelasan sepakbola berupa sponsorship.

Customer Relationship

Customer relationship kurang lebih adalah bagaimana sebuah kesebelasan berinteraksi dengan customernya? Customer pertama yakni para penonton yang menyaksikan di lapangan atau stadiun. Bagaimana cara kesebelasan sepakbola berinteraksi dengannya? Bisa jadi melalui stadiunnya itu sendiri, dengan kursi yang nyaman, ataupun dengan performa yang disajikan oleh sebuah kesebelasan sepakbola. Dengan para pembeli merchandise, bisa jadi melakukan pembelian secara langsung di toko/ store kesebelasan ataupun dengan toko perantara (retailers), atau bisa juga dengan melakukan pembelian via online di website kesebelasan sepakbola tersebut. Dengan kesebelasan lain yang akan membeli pemain dari sebuah kesebelasannya, adalah dengan berhubungan dalam periode bursa transfer melalui perantara agen pemain.

Channel

Arti channel adalah bagaimana customer menemukan, membeli dan menggunakan produk kita. Dalam konteks kesebelasan sepakbola, hal ini berarti media yang dipergunakan oleh kesebelasan sepakbola dalam berinteraksi dengan customernya. Sehingga yang dapat dikategorikan sebagai channel bagi sebuah kesebelasan sepakbola bisa menjadi stadiunnya itu sendiri, toko, retailer, website, social media dan juga melalui agen pemain.

Value Proposition

Value proposition adalah apa yang ditawarkan oleh sebuah kesebelasan sepakbola yang menjadi faktor pembeda bagi kesebelasan lainnya. Secara umum, kesebelasan sepakbola menawarkan sebuah kebanggaan kedaerahan (karena warga Manchester besar kemungkinan tidak akan mendukung Liverpool dan begitu juga sebaliknya), kebanggaan secara lebih luas (orang Indonesia mendukung kesebelasan dari Eropa). Selain itu value proposition lainnya yang ditawarkan adalah misalnya prestasi seperti yang ditunjukkan oleh kesebelasan langganan juara, permainan yang menarik seperti Barcelona dengan tiki takanya, pemain yang terkenal seperti Real Madrid dengan los galacticos, ataupun bisa jadi karena filosofi kesebelasan itu sendiri. Bahkan kisah heroisme dari sebuah kesebelasan, sampai misalnya semangat menentang kemapanan kesebelasan lain. Macam-macam alasan yang bisa dijadikan seorang dalam mendukung sebuah kesebelasan.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s