Leicester City dan 8 Langkah Perubahan Kotter part 2


maxresdefault

Anehnya, sebenarnya Leicester City tidak punya visi perubahan, dalam arti tidak ada perubahan yang signifikan. Leicester City hanya ingin selamat dari degradasi. Itulah visi awal Strategi yang diusung pun sederhana. Untuk selamat dari degradasi, Ranieri hanya menginginkan agar Leicester City mendapatkan 40 poin. Hitung-hitungannya tepat. Dalam 5 musim terakhir, kesebelasan yang membawa poin dibawah 40 hampir pasti terdegradasi. Musim 2014-2015 (Hull City  peringkat 18 poin 35), 2013-2014 (Norwich City  peringkat 18 poin 33) 2012-2013 (Wigan Athletic peringkat 18 poin 36), 2011-2012 (Bolton Wanderers peringkat 18 poin 36), 2010-2011 (Birmingham City peringkat 18 poin 39).

Communicating The Vision

Tidak ada upaya besar-besaran yang dilakukan oleh Ranieri dalam mengkomunikasikan visi perubahannya. Karena sejatinya memang tidak ada perubahan yang dilakukan oleh Ranieri. Ia hanya ingin membawa kesebelasannya bertahan di liga Inggris. Tapi mungkin sense of urgencynya baru terbangun disini. Ranieri mengkomunikasikan keinginannya mencapai 40 poin secepat mungkin agar bisa memastikan Leicester City bertahan di Premier League. Ranieri bahkan hanya meminta kepada para pemainnya untuk berjuang sekeras mungkin disetiap pertandingan.

Empowering Action

Tahapan berikutnya setelah mengkomunikasikan visi perubahan adalah dengan memberdayakan setiap para pemainnya. Kasper Schmeichel yang selalu berada di bawah bayang-bayang ayahnya, mendadak menjadi seorang kiper kelas dunia. Dengan lantang memberitahukan kepada dunia, bahwa Schmeichel bukan cuma seorang Peter, tetapi juga ada Kasper. Ryad Mahrez, James Vardy. Para pemain-pemain yang terangkat namanya. Ranieri tahu bahwa ia tidak bisa memberikan bonus dan gaji sebesar Van Gaal berikan kepada para bintangnya. Tetapi dengan cerdik, Ranieri memanfaatkan momentum keberhasilan ini dan dengan sendirinya mengangkat harkat dan marbat para pemainnya.

Short Term Wins

Karenanya keberhasilan ini, keberhasilan Leicester City menjadi juara Premier League dapat dipandang sebagai sebuah bentuk short terms wins, bahwa apapun yang dilakukan oleh Ranieri membawa hasil dengan sangat cepatnya.

Tantangan selanjutnya adalah pada 2 tahap berikutnya, yakni membangun sesuatu dari perubahan yang dilakukan oleh Leicester City. Apakah Leicester City mampu mempertahankan para pemainnya dan bahkan memperkuat skuadnya. Karena Leicester City musim depan akan berstatus juara bertahan dan juga akan berlaga di liga champion, dunia yang jauh dari habitatnya musim lalu. Jika berhasil maka, pada tahap berikutnya adalah memastikan bahwa segala sesuatunya telah menjadi sebuah budaya yang tetap. Yakni budaya untuk menang. Apakah para pemainnya tetap memiliki rasa lapar yang sama akan prestasi, atau rasa lapar akan materi dan pindah menuju kesebelasan yang menawarkan lebih banyak gelimang harta?

Pertanyaan yang menjadi dasar filosofis paling mendasar, adalah apakah yang dilakukan Leicester City ini adalah sebuah perubahan, ataukah memang kesebelasan lain yang lebih besarlah yang gagal dalam memetakan kondisi perubahan dan tergerus oleh Leicester City. Ataukah malah, Leicester City itu sendiri yang menjadi perubahan bagi Premier League?

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

5 thoughts on “Leicester City dan 8 Langkah Perubahan Kotter part 2

  1. Gak pernah ada habisnya membahas keberhasilan Leicester di musim lalu. Ranieri telah membuktikan,gak perlu jadi klub kaya dgn banyak materi pemain bintang utk bs jd juara.sangat menarik menunggu konsistensi kiprah Leicester di musim depan.terlebih lagi di kompetisi liga champions…

    Like

    1. Maka musim depan nanti akan menjawab apakah keberhasilan Leicester City hanya menjadi fenomena semata, karena pastinya semua kesebelasan besar akan melakukan perubahan besar-besaran.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s