Apa Yang Bisa Kita Pelajari Lucy In The Sky dan Penghuni Sudirman Mansion


image

Beberapa waktu lalu, terjadi kehebohan berupa pemasangan spanduk besar yang pada intinya merupakan keluhan penghuni Sudirman Mansion terhadap bar Lucy In The Sky. Bar tersebut dianggap terlalu bising sehingga mengganggu kenyamanan para penghuni Sudirman Mansion. Namun kini, bar Lucy In The Sky dan penghuni Sudirman Mansion telah berdamai, dengan segala persyaratan yang harus dipenuhi seperti pemasangan alat peredam dan pencabutan spanduk dari Sudirman Mansion.

Kejadian ini mengajarkan kepada kita banyak hal. Pertama dan yang paling utama adalah tentang mengenai aspek operasional bar Lucy In The Sky yang seharusnya memperhatikan dampak operasionalnya terhadap lingkungan dan komunitas sekitar. Hal ini mungkin bisa jadi preseden yang baik untuk Dinas Pariwisata untuk menekan para pengusaha tempat hiburan yang berlokasi dekat residensial untuk melakukan uji kebisingan dan peredam suara untuk memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

Hal ini sama prinsipnya dengan perusahaan yang melakukan eksplorasi lingkungan hidup seperti perusahaan tambang untuk memperhatikan dampak operasionalnya terhadap pencemaran lingkungan alam. Karenanya perusahaan tambang harus melengkapi diri dengan amdal. Banyak perusahaan mengabaikan dampak dari kegiatan operasionalnya terhadap lingkungan hidup, padahal hal tersebut merupakan tanggung jawab perusahaan.

Yang kedua, adalah seharusnya pemasangan spanduk tidak pernah terjadi jika Lucy In The Sky memiliki community relations yang baik, yakni bersedia untuk mendengarkan keluhan dan masukan dari lingkungan sekitar. Munculnya somasi 3 kali dari manajemen Sudirman Mansion menandakan bahwa Lucy In The Sky abai terhadap hal ini sebelumnya. Seandainya dari awal Lucy In The Sky mau menanggapi dengan baik permintaan Sudirman Mansion, barangkali Lucy In The Sky tidak perlu sampai dipanggil oleh Dinas Pariwisata.

Yang ketiga, adalah permasalahan ini berakibat pencitraan yang kurang baik bagi Lucy In The Sky itu sendiri. Bagi tempat hiburan, mungkin hal ini relatid tidak berpengaruh. Tapi bagi perusahaan besar, kejadian ini jika dialami, akan menimbulkan kerugian reputasi yang cukup signifikan. Lucy In The Sky diawal juga tidak terbuka dan tidak kooperatif sebelum akhirnya dipaksa dan ditekan. Permasalahan seperti ini dapat berujung pada tuntutan hukum yang dapat merugikan. Untungnya kedua pihak sudah berdamai. Hal ini patut diapresiasi. Namun tentu patut kita tunggu realisasinya dan komitmen dari Lucy In The Sky.

 

Update :

Setelah diberitakan sudah berdamai, ternyata perseteruan masih berlanjut diantara Sudirman Mansion dan Lucy In The Sky. Hal ini ditandakan adanya pemasangan spanduk baru berwarna merah.

Lucy In The Sky Merah

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s