Balada Tentang Menjadi Buruh Kantor Merangkap Mahasiswa


Menjadi pekerja dan menjadi mahasiswa dalam satu kurun waktu yang sama, adalah perjuangan yang sangat menuntut waktu, tenaga, uang, emosi, dan konsentrasi. Dunia kantor dan dunia kampus yang entah bagaimana tetiba saja menarik anda kedalam kutub masing-masing. Dua-duanya tidak akan mengalah dan mempermudah hidup anda.

Pekerjaan kantor dan tugas kuliah terlihat seperti dua tantangan yang harus anda selesaikan. Membuat kepala anda serasa ingin pecah. Membuat anda ingin teriak mana kala kedua dunia itu benar-benar dalam puncaknya. Deadline adalah kata-kata yang menjadi akrab bagi telinga anda. Lebih akrab jika dibanding anda hanya bekerja saja atau kuliah saja.

Kadang, ada rasanya ingin menyerah. Ada suara meronta ingin berhenti. Setidaknya berhenti kuliah atau berhenti bekerja. Apapun itu, itu pilihan anda. Tergantung pada apa yang ingin anda tuju, dan seberapa kuat anda menginginkannya.

Tapi, pilihan anda untuk menyapa kedua dunia itu adalah pilihan yang terbaik yang bisa anda pilih. Lagipula dunia kuliah hanya sementara. Dunia kuliah yang anda geluti saat ini, adalah untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi anda dan keluarga anda. Anda mau menyerah pun bukan karena anda lemah. Anda bertahan pun bukan karena anda memang kuat. Tapi karena anda memang harus menjadi kuat.

Karena dunia tidak akan pernah menjadikannya lebih mudah ataupun lebih indah bagi anda. Semua ada ditangan anda. Semua ada dikuasa anda.

Yakin saja bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha dan perjuangan.

Jengah dengan orang yang mencibir dari balik meja kantornya hanya karena anda kuliah?

Itu terjadi karena setelah anda selesai digembleng oleh dunia kuliah, maka anda akan menjadi lebih hebat dari orang yang mencibir anda. Anda adalah ancaman. Anda adalah potensi yang lebih hebat dari orang yang mencibir diri anda. Anda itu hebat.

Tapi akan selalu ada orang-orang yang mendukung kesuksesan anda. Mereka adalah orang-orang yang berkorban untuk anda. Kelak, setelah dunia kuliah anda tinggalkan, berterimakasihlah pada mereka. Ingatlah dibalik kesuksesan anda, ada mereka.

Janganlah bertempur sebelum saatnya. Pertempuran yang anda harus lakukan adalah bagaimana anda bisa berdamai dengan dua dunia yang terus berhimpitan dan menekan anda ditengah. Jangan lawan mereka yang mencibir dari balik meja kantor. Jangan. Setidaknya jangan sekarang. Nanti saja. Lawan dengan menciptakan dunia yang lebih baik untuk diri anda dan keluarga anda.

Semua akan indah pada waktunya. Pada waktu yang DIA tentukan. Anda hanya harus menjalaninya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s