Tentang Keluarga Eksekutif Muda 13 PPM Manajemen


Ketika awal saya kuliah di PPM Manajemen untuk mengambil gelar Magister Manajemen, terbayang dalam benak saya, adalah suasana kuliah yang membosankan dan menjemukan. Bayangan saya adalah orang-orang yang fokusnya hanya belajar saja untuk mengambil gelar. Seiring setengah perjalanan saya di PPM Manajemen, bayangan awal saya terbukti salah besar. Saya tidak menemukan sekumpulan teman, tetapi sekumpulan saudara dan saudari. Saya tidak merasa berada disebuah angkatan dari program Magister, tetapi saya menemukan sebuah keluarga yang penuh dengan kehangatan dan kebersamaan.

Langkah awalnya memang barangkali tidaklah mulus. Awal-awal masih “jaim” dan mungkin belum terlalu mengenal. Barangkali titik baliknya adalah ketika EM 13 diminta untuk menyelenggarakan pementasan dari buku Taiko khususnya bab Benteng Kiyosu. Proses pengerjaan pementasan tersebut dilaksanakan secara bersama-sama dengan penuh suasana kebersamaan. Memang prosesnya tidak berjalan dengan mulus seratus persen, tetapi tugas penyelenggaraan pementasan benar-benar mengajarkan kepada kami semua untuk dapat menyikapi perbedaan pendapat dan pola pikir satu sama lain.

Lalu juga ada kegiatan outbound mendayung memutari hampir sekeliling waduk jatiluhur. Tak terbayang untuk mendapatkan gelar magister harus panas-panasan, hujan-hujanan, becek-becekan. Plus ditambah mendayung menuju ke titik-titik yang telah ditentukan oleh para instruktur dari Pancawati. Tidak hanya itu, pada titik-titik tersebut ada reward-reward yang kami dapatkan berupa tenda dan juga makanan. Jadi jika kami tidak berhasil, maka bisa jadi kami tidak akan dapat tenda untuk tempat tidur, dan tidak dapat makan. Kemungkinan terburuknya adalah tidur diluar dengan angin yang dingin dan perut keroncongan. Outbound ini adalah Hunger Games versi PPM Manajemen.

Kedua kegiatan tersebut merupakan bagian dari sebuah cerita seru tentang sebagian kisah perjalanan eksekutif muda angkatan 13. Tapi cerita tentang EM 13 bukan hanya itu. Cerita paling utama adalah tentang orang-orang yang berada didalamnya.

 

Ada Kirano Soewondo, juragan konsultan sipil yang uangnya seolah tidak berseri. Ia biasa dipanggil dengan sebutan Om Rano. Paling anti kalau ditanya mengenai umurnya. Mungkin karena faktor itulah ia disebut Om Rano. Ada juga Bonifasius Gilang, seorang pendiam yang belakangan mulai banyak suara. Ia adalah idola, ia adalah maskot keluarga EM 13. Boni adalah orang yang sangat pintar dan penuh potensi. Ia hanya harus meningkatkan rasa percaya dirinya.

Lalu Firlana Arvi, ketua kelas dari EM 13, yang merupakan seorang legal manager di Sadikun. Seorang yang suka ngebayol, dan suka ngelawak, ia adalah jokernya EM 13. Ada Fariz Hutama, seorang yang sangat piawai mengenai keuangan dan perpajakan. Sekarang sedang bekerja disalah satu konsultan pajak. Ia juga memiliki usaha sendiri yakni Outdoor Indonesia. Fariz saat ini juga sedang menjalin hubungan dengan Atika Ekayana. Salah satu cinlok yang terjadi di EM 13. Kepada mereka berdua, saya mendoakan agar hubungan mereka selalu dilancarkan dan disegerakan menikah.

Selain Fariz dan Tika, ada juga pasangan lainnya yakni Henry dan Amanda. Saya sering meminta oleh-oleh sirup Tjampolay kalau ia pulang kampung ke Cirebon. Amanda adalah wanita yang smart, bahkan menurut saya lebih smart daripada Henry. Mungkin saja, tugasnya Henry dikerjakan oleh Amanda. Ada juga Mega Nur Innama, bos dari dimsum Dapur Bumai yang baru saja menikah. Selamat untuk pernikahannya, semoga selalu menjadi keluarga yang samara.

Ada juga Ilham si brewok, seorang pakar content di salah satu konsultan komunikasi. Ia juga sedang merintis usaha clothing linenya sendiri. Ada juga Konny Julian, seorang staff ahli anggota DPR yang berasal dari salah satu parpol. Ada juga Indra Raharjo, yang sama dengan saya, juga menyukai lagu dangdut. Ini karena Indra mungkin bekerja disalah satu perusahaan penyedia konten musik. Saya iri dengan koleksi sepatu adidasnya yang banyak warna itu.

Kalau Indra menyukai lagu dangdut, maka Adrian Wijanarko lain lagi. Ia adalah seorang pencinta sejati film. Ia adalah ketua sekte perfilman di EM 13. Tidak hanya soal film, ia juga memiliki sebuah blog pribadi yang sayangnya jarang diupdate. Selain itu, Adrian juga memiliki pemikiran yang kritis dan wawasan yang luas. Ada juga Yoda Diputra, pakar gamersnya EM 13 yang selalu minta rokok kepada saya. Ia orang yang baik, hanya saja agak pendiam. Ada juga Aulia Yunicha, pencinta budaya Korea yang ternyata memiliki usaha di Jambi. Yang harus Aulia lakukan adalah menciptakan inspirasi.

Ada juga Toga Sinaga, bro nya semua orang di EM 13. Baik hati dan suka menawarkan saya untuk membeli mobil Honda. Karena memang itulah pekerjaannya. Serumpun dengan Toga, ada Martinus, manager marketing di Metro TV. Party goers dan pencinta modifikasi otomotif ini sangat necis dan flamboyant. Masih serumpun dengan Toga dan Martin, ada juga Hosea Suranta Ginting. Ia memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, serta selalu mengembangkan wawasan dibidang financial industri, mungkin tak terlepas dari pekerjaannya di Panin. Kesamaan Hosea dengan Martin, adalah sama-sama necis dan flamboyant. Masih soal urusan necis, broker EM 13 yang bernama Dimas Nursandi tidak boleh ketinggalan. Saya mungkin harus belajar urusan necis ini keapda Martin, Hose dan Dimas.

Ada juga Anisa Husnu, investor relations dari Kimia Farma, yang memiliki kecintaan luar biasa terhadap pekerjaannya. Ada juga Adelia, yang bekerja sebagai Corporate Secretary. Keduanya memiliki latar belakang pekerjaan yang sama dengan saya. Adel yang akrab dipanggil Cici, juga suka jualan donat, bernama Dough Darlings.

Selain Yoda, pakar IT EM 13 ada juga Cornelius Leonardi yang pamornya naik gara-gara memerankan Inuchiyo secara sensasional. Tapi sayang, hatinya akhir-akhir ini sudah patah karena ada salah satu wanita idamannya yang menikah. Ada juga Eleonora, pakar akunting di salah satu perusahaan finance, yang mana saya selalu langganan keripik dagangannya. Mungkin kripik akan pas sekali berpadu dengan kopi yang selalu diseruput oleh Yopi. Jika anda perhatikan kata “Yopi” berirama baik dengan kata “Nora”, maaf maksudnya “kopi”. Yopi, pencinta basket, dan juga seorang penabuh drum yang hebat. Setidaknya begitu yang saya anggap dari profile picturenya di akun pathnya.

EM 13 juga memiliki penabuh drum yang handal dalam diri Linggar. Bahkan Linggar memiliki bandnya sendiri. Linggar bekerja di SDM Mubadala Petroleum. Ia adalah seorang yang punya keinginan kuat untuk sukses. Begitu juga dengan Ardes. Dulu ia pakar elevator. Ardes adalah orang yang sangat smart. “Anak” dari salah satu petinggi PPM ini punya IPK yang lebih tinggi dari saya sedikit. Ardes dan Linggar adalah pemuda yang punya potensi sangat baik. Saya tidak akan heran, jika melihat mereka dikemudian hari akan menjadi orang yang sukses. Tentu seiring dengan bertambahnya kematangan dan kedewasaan serta bertambahnya kerendahan hati, saya yakin cita-cita mereka akan tercapai.

Ada juga Lucky Zulkarnain, yang bekerja di Astra seorang yang diam-diam menghanyutkan. Maksudnya Luckynya yang perlu dihanyutkan. Hadir dengan celetukan yang terkadang tidak diperlukan. Tapi secara keseluruhan, bapak 1 anak ini adalah orang yang sangat menghanyutkan. Unggul Prima, yang sesuai dengan namanya memang sangat unggul di bidang keuangan. Jika saya menjadi Direktur Utama, maka untuk Direktur Keuangan, saya pasti akan memilih antara Fariz atau Unggul.

Ada juga Melati Denis Winata, si pendiam yang memiliki keahlian arsitektur yang sangat baik. Kalau saya mau bangun gedung, sudah pasti yang merancang harus Melati. Estu, musisi kerennya EM 13. Memiliki pengetahuan dan skill musik yang sangat cadas. Jangan juga melupakan Prof Suyanto. Saya memanggilnya Prof, karena ia memang cerdas dan jenius. Kemampuannya dibidang operasional manufaktur sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Ketenangannya dalam memimpin adalah salah satu yang saya kagumi.

Ada juga Fathya yang bekerja di salah satu perusahaan konstruksi. Ia memiliki passion didunia make up, dan sedang menjalankan usaha juga dibidang itu. Ada juga Yohannes Fernandes yang punya usaha sendiri bernama DiningPro. Ia adalah orang yang sangat smart, dengan kemampuan analisa yang setajam silet, dan pemikirannya pun cukup kritis. Insting bisnisnya juga sangat baik. Bicara masalah insting bisnis yang baik juga dimiliki oleh Ade Lukito yang sehari-hari kerjanya jualan kredit rumah di Bank BCA. Ia adalah tetua EM 13. Kurang lengkap apa EM 13, bahkan ada dokter yang “nyasar” ngambil jurusan manajemen. Dokter Calvin namanya. Kadok kami memanggilnya. Dokter yang satu ini kalau bicara angka, cerdasnya luar biasa gak ketulungan.

Fadhil, salah satu sahabat yang paling bisa diandalkan di EM 13. Business Development di Pama Persada ini punya pengetahuan yang mumpuni dibidang marketing, dan operations. Ia juga memiliki pengetahuan yang mumpuni soal batu bacan. Maaf, maksudnya batu bara. Mungkin itulah alasan kenapa jiwanya selalu membara. Tanpa ada keraguan, kita akan melihatnya menjadi Direksi di masa depan. Ada juga Nurul Nova, wardrobe spesialis di Indosiar. Orangnya tenang, gak banyak neko-neko. Jangan khawatir, bukan ia yang bertanggung jawab memunculkan Batman di serial silat Indosiar. Ada juga Soraya, yang sehari-hari bekerja di Danareksa sebagai audit internal ternyata suka menggemari yoga, dan juga menjadi guru Yoga.

Alfonsus Angky, yang terlihat gagah di salah satu fotonya mengendarai Land Rover ini orangnya smart dan juga humoris. Ada Wica, seorang farmasis yang mencintai nasi goreng kambing Kebon Sirih. Setiap mengerjakan tugas, pesannya nasi goreng itu terus. Tak lupa tentu saja adalah Ruth Gloria, inangnya EM 13. Ia adalah jegernya EM 13, yang kerjanya di logistik. Ada juga Gita Handayani, pencinta kuliner yang bekerja di EO. Lalu ada Usa Soraya, si party goers, dan fashionable socialita. Tak boleh dilupakan adalah Maulida Shufiani, si penggoda setiap ada guest lecture. Biar begitu orangnya tangguh dan sekarang sedang punya usaha jual beli rumah dari awal.

Fadhi, bankir di Maybank ini setiap sabtu suka pulang pergi ke Bandung untuk menghabiskan waktu bersama pacarnya di Bandung. Yudhis, si pakar IT dari perusahaan minyak ternama di Indonesia. Ada juga Rizka, si pintar yang kalau pulang kuliah suka terlihat secepat kilat lalu menghilang. Jangan lupakan Johannes Santoso, si pendiam yang jarang bicara (namanya juga pendiam pasti jarang bicara), tapi dia pakar soal keuangan juga. Tessa, mantan dancer yang piawai mengkoreografikan gerakan. Oh terakhir hampir ketinggalan, Ardi yang masih cuti kuliah. Mudah-mudahan bisa segera bergabung lagi.

Oke. Sepertinya sudah semua. Mudah-mudahan tidak ada yang terlewat. Selain itu dalam perjalanan EM 13 kami tentunya tidak akan melupakan Andi, Alfath dan mereka-mereka yang pernah berbagi masa walaupun cuma sejenak.

Begitu banyak yang sudah dilewatkan bersama, begadang malam-malam untuk mengerjakan tugas bareng, belajar bareng, susah seneng sama-sama, sudah saling terbuka. Saya selalu berdoa untuk em 13 semoga kita semua diberikan kekuatan, kelancaran hingga kita semua lulus bersama, mudah-mudahan semua pengorbanan kita ada hasilnya untuk kebaikan kita semua, bisa membanggakan orang tua, dan keluarga.

Yang paling terakhir, adalah saya. Fakhrurroji Hasan. Siapa saya? Saya cuma orang beruntung yang pernah mengenal orang-orang luar biasa yang ada di EM 13.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s