Memandang Panama Paper Dari Perspektif Orang Awam


Panama Papers

Munculnya sejumlah nama-nama besar dari Indonesia pada Panama Papers mengagetkan kita semua. Pasalnya, Panama Papers yang merupakan kumpulan 11,5 juta dokumen rahasia yang dibuat oleh penyedia jasa perusahaan asal Panama, Mossack FOnseca disinyalir merupakan upaya bentuk pencucian uang dan penggelapan pajak di negara-negara yang menerapkan kebijakan Tax Haven. Pertanyaannya, adalah apakah hal tersebut (melakukan penanaman modal di perusahaan luar negeri) benar atau tidak?

Sebagai orang awam, saya mendefinisikan orang-orang yang tercantum namanya dalam Panama Papers melakukan investasi di negara-negara asing yang menerapkan kebijakan tax haven untuk mendapatkan keuntungan, terlepas dari caranya sesuai dengan peraturan atau tidak. Ada beberapa perspektif dalam memandangnya.

Uangnya Uang Saya, Ya Mau Diapakan Suka-Suka Saya

Anggaplah begini, misalkan saya mempunyai uang 10.000 yang kalau saya tanamkan disini berbuah 1000 dengan pajak misalkan 100. Maka total uang yang saya dapatkan akan bertambah menjad 10.900. Lalu, saya punya cara lain. Uang 10.000 tersebut saya pecah menjadi 2 yakni 1.000 disini, dan 9.000 lagi saya taruh diluar. Dari uang 1.000 yang saya taruh disini saya mendapatkan uang 100 dengan 10 perak sebagai pajak. Dari uang 9.000 yang saya taruh diluar saya mendapatkan hasil investasi sama besarannya 10% sehingga saya mendapat 900 perak, dan tanpa terkena pajak misalnya (karena tax haven0, maka saya akan mendapatkan 9.900. Total hasil uang yang saya dapatkan adalah sebesar 1.090 ditambah 9.900 menjadi sebesar 10.990. Lebih besar 90 perak. Mana yang anda mau pilih?

Prilaku pengusaha adalah pada dasarnya mencari keuntungan. Penanaman modal di luar negeri adalah sepenuhnya hak dari para pengusaha. Mau ditanam diluar negeri, mau ditanam didalam negeri, ya suka-suka mereka. Pertanyaannya untuk anda, apakah anda mau cara anda mengelola uang diatur oleh orang lain, padahal anda tahu anda bisa mendapatkan untung yang lebih besar?

Tapi kan Uangnya Bisa Diinvestasikan Untuk Membangun Indonesia

Betul. Saya sangat setuju. Akan lebih baik bila uang yang ditanamkan di luar negeri dipergunakan untuk membangun negeri ini. Setengah mati pemerintah mencoba menarik investor asing, eh ini malah pengusaha lokal malah menanamkan uangnya di luar negeri pula. Selain dari prilaku pengusaha yang selalu mencoba untuk mencari keuntungan yang lebih besar, tentunya kita harus menyadari bahwa image mengenai perpajakan belum pulih benar dari adanya Gayus. Saya yakin orang-orang bertanya, apakah pajak yang kita bayarkan kepada negeri ini, sudah dipergunakan semaksimal mungkin untuk membangun Indonesia yang lebih baik?

Benarkah Itu Penggelapan Pajak dan Pencucian Uang?

Sepintas terlihat memang benar. Namun tentu pernyataan seperti itu perlu dibuktikan dengan seksama. Jangan hanya berdasarkan asumsi. Siapa tahu memang benar dipergunakan untuk pengembangan usaha.
Jadi kesimpulannya, adalah daripada memperdebatkan mengenai panama papers, mari kita tingkatkan kesadaran kita untuk membayar pajak kepada negeri ini. Disatu sisi juga, adanya Panama Papers menjadi penanda bahwa kebijakan mengenai perpajakan kita masih harus terus disempurnakan. Tidak tercapainya target penerimaan negara dari pajak, bisa jadi menjustifikasi hal tersebut.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s