Zaskia Gotik dan Upaya Pemulihan Citra


Zaskia Gotik

Buntut dari ucapan Zaskia Gotik yang dianggap merendahkan lambang negara berbuntut panjang. Zaskia Gotik diancam hukuman penjara yang tidak main-main. Selain itu nama baik dan citra positif dari Zaskia Gotik menjadi tidak baik. Zaskia Gotik saat ini sedang mengalami krisis personal branding. Kita tahu kemudian, bahwa saat ini Zaskia Gotik aktif melakukan mediasi dengan berbagai pihak. Hal ini dapat kita pandang sebagai upaya-upaya untuk pemulihan citra. Tapi kemudian apakah upaya pemulihan citra negatif itu dapat menyelesaikan aspek permasalahan hukum?

Karena itu, ada baiknya memisahkan permasalahan ini kita lihat dari dua perspektif yakni perspektif personal branding dan perspektif permasalahan hukum. Dari perspektif personal branding, apa yang dilakukan oleh Zaskia Gotik adalah yang lazimnya dilakukan oleh public figure ataupun praktisi corporate communication lakukan dalam upaya pemulihan citra negatif menjadi positif kembali. Pertama, Zaskia Gotik menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka kepada masyarakat. Hal ini sudah sangat baik dan sangat tepat sebenarnya dilakukan oleh Zaskia Gotik.

Upayanya membangun komunikasi yang terbuka dengan media juga adalah langkah positif yang juga patut diapresiasi. Zaskia Gotik juga membangun komunikasi dengan sejumlah pihak. Langkah ini terbilang sama dengan apa yang dilakukan oleh Cinta CItata yang ucapannya dianggap merendahkan warga Papua. Selain itu, langkah Zaskia dengan memberikan donasi kepada anak yatim adalah langkah yang cukup baik untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari masyarakat. Langkah ini hampir serupa dengan praktisi corporate communication yang melakukan CSR ketika sedang “dihajar” oleh pemberitaan negatif.

Apakah langkah-langkah ini akan berhasil memulihkan citra positif Zaskia Gotik? Jawabannya adalah belum pasti. Namun lazimnya, merujuk kepada best practice dan teori komunikasi, langkah-langkah yang dilakukan oleh Zaskia Gotik akan berdampak positif bagi pemulihan citranya. Apakah akan menjadi lebih baik citra dari seorang Zaskia Gotik? Bisa jadi. Asalkan Zaskia Gotik melakukannya secara konsisten dan niat tulus. Sekedar menjadi referensi, Ariel vokalis Noah saja bisa kembali mendapatkan simpati masyarakat setelah dirundung masalah hukum.

Tapi, wacana untuk menjadikan Zaskia Gotik bisa jadi akan menimbulkan perbedaan pendapat di mata masyarakat. Besar kemungkinan masyarakat akan menolak diawal karena label Duta Pancasila bukanlah sebuah hal yang main-main yang bisa dilakukan oleh seorang public figure yang telah mengucapkan hal yang kurang baik mengenai lambang negara. Setidaknya, Zaskia Gotik harus membuktikan diri dulu bahwa ia telah berubah menjadi lebih baik.

Akan tetapi, permasalahan pemulihan citra ini jelas berbeda-beda dengan permasalahan hukum. Bahwa penyelesaian permasalahan hukum bisa digerakkan dengan opini masyarakat, tentu kita telah memiliki referensi. Tapi kita pun juga sering dihadapkan pada bukti bahwa permasalahan hukum sangatlah baku. Kita tahu bahwa Cinta Citata dikenakan kewajiban hukum adat. Kita tahu bahwa Ariel vokalis band Noah pun harus menjalani hukuman penjara. Penegakan hukum terhadap mereka-mereka yang menghina lambang negara akan menjadi preseden yang baik dan akan meningkatkan citra positif pemerintah bahwa hukum tidak bisa “dibeli” ataupun “digerakkan” oleh opini. Hanya waktu yang akan menjawabnya.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

2 thoughts on “Zaskia Gotik dan Upaya Pemulihan Citra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s