Belajar Dari Kecelakaan Irma Bule Dari Perspektif Pemasaran, Keselamatan Kerja dan Manajemen Risiko


Irma Bule

Dengan segala hormat kepada almarhumah Irma Bule dan keluarga serta dengan ketulusan hati saya ingin menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga yang ditinggalkan. Tapi barangkali, almarhumah Irma Bule dan “kecelakaan kerja” itu sendiri memberikan pembelajaran yang sangat berharga, terutama bila kita lihat dari perspektif disiplin ilmu pemasaran dan manajemen risiko.

Dari almarhumah Irma Bule dan juga penyanyi dangdut lainnya, kita melihat adanya kecenderungan untuk stand out atau tampil berbeda dengan penyanyi dangdut kebanyakan. Dengan segala hormat kepada profesi penyanyi dangdut, namun saya melihat yang malah ditonjolkan adalah aspek pembeda tersebut, bukan dari kualitas suara sebagaimana selayaknya dan seharusnya profesi penyanyi. Saya memang bukan seorang pakar seni tarik suara untuk menilai hal tersebut. Tapi dari mulainya kehadiran penyanyi Inul Daratista yang populer dengan goyang ngebornya, terbentuk sebuah trend untuk tampil dengan goyangan berbeda-beda seperti goyang itik misalnya.

Trend untuk tampil dengan goyangan berbeda ini memang mendorong kreativitas dengan memunculkan goyangan-goyangan yang berbeda lainnya. Bahkan sampai kepada titik ekstrem, yakni menyanyi dangdut sembari bergoyang dengan ular hidup diatas panggung. Padahal kita tahu bahwa ular adalah binatang yang berbahaya, dan karenanya kemunculan ular diatas panggung, adalah sebuah risiko yang membahayakan tidak hanya bagi si penyanyi, tetapi juga kepada kru yang terlibat dan juga para penonton. Bagaimana seandainya bila ular tersebut turun dari panggung dan mengigit para penonton? Dampaknya tentu akan sangat merugikan kepada penyelenggara acara.

Apa yang terjadi dengan almarhumah Irma Bule dapat dipandang sebagai sebuah kecelakaan kerja, dan karenanya pihak penyelenggara harus mempertanggungjawabkan hal tersebut. Saya tidak tahu apakah pihak penyelenggara ataupun kru Irma Bule sudah menerapkan upaya-upaya meminimalisir risiko yang mungkin terjadi atau tidak. Tapi dengan mempertimbangkan risiko yang cukup tinggi, sampai kepada nyawa, seharusnya keselamatan Irma Bule dan orang-orang yang berada diatas panggung menjadi perhatian utama.

Pertama, almarhumah Irma Bule diijinkan dan dibiarkan menyanyi dengan kostum/ wardrobe yang memungkinkan dirinya terekspose terhadap gigitan ular. Saya tidak bermaksud Irma Bule harus menyanyi dengan kostum tertutup sepenuhnya, tetapi mempertimbangkan dia menyanyi bersama dengan ular, harus ada upaya perlindungan, dengan memakaikan kostum yang agak tebal atau dengan legging tebal misalnya. Bahkan ide menyanyi bersama ular, adalah ide yang kelewat tidak masuk akal sebenarnya.

Kedua, betul bahwa Irma Bule didampingi oleh pawang ular. Tetapi kita tidak tahu seberapa ahlinya pawang tersebut. Tapi marilah kita berpikir positif, bahwa pawang tersebut sudah sangat ahli dan telah mensosialisasikan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh Irma Bule ketika menyanyi bersama ular. Saya yakin bahwa pawang tersebut juga sudah melakukan segala daya terbaik. Tapi jika memang tujuannya adalah menarik perhatian, dan menjadi unsur pembeda dalam penampilan seorang penyanyi dangdut, bukan lebih baik bila ular tersebut diambil bisanya?

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s