5 Kesulitan Menjadi Penulis Pidato dan Cara Mengatasinya


Speechwritter

Dalam sebuah tulisan Rune Kier Nielsen di website prdaily.com yang berjudul 5 Reasons Never to Become Speechwritter, ia menyebutkan 5 alasan kenapa anda seharusnya tidak menjadi penulis pidato.  Tulisan ini menyentak saya, karena sebagian kecil dari pekerjaan yang saya lakukan adalah menulis pidato untuk top manajemen dan terkadang juga pemegang saham bila diminta. Apa saja 5 kesulitan menjadi penulis pidato dan bagaimana cara mengatasinya?

Kesulitan pertama yang Rune Kier Nielsen sebutkan adalah kesulitan untuk mendapatkan akses. Hal ini disebabkan oleh kurangnya atau bahkan tidak adanya waktu dari top manajemen untuk berkomunikasi dengan penulis pidatonya. Harus saya akui, hal ini pun juga menjadi kendala saya. Namun pada dasarnya saya punya pendapat bahwa sebagai seorang penulis pidato yang baik, seorang praktisi komunikasi haruslah memiliki kemampuan untuk dapat membayangkan dirinya sebagai top management. Artinya, seorang praktisi komunikasi jika ingin menulis pidato yang berkualitas tentunya harus terus meningkatkan kompetensinya.

Kompetensi tersebut secara umum adalah pengetahuan mengenai perusahaan, apakah itu produk dan layanan, bahkan sampai kepada kebijakan dan strategi perusahaan, harus dikuasai dengan baik oleh si penulis pidato. Hal ini bisa anda lakukan jika anda memiliki koordinasi yang baik dengan unit kerja lain. Saya cukup beruntung mendapatkan akses langsung dan seringkali dipanggil oleh Direksi di perusahaan saya hanya sekedar untuk memperbaiki pidato atau sambutan. Saya pun tidak kesulitan mendapatkan akses informasi dan data yang saya perlukan setiap mau menyusun naskah pidato.

Hal ini bisa saya lakukan karena hampir semua content yang ada di kantor saya tidak lepas dari sentuhan saya. Solusi teknis yang barangkali bisa saya tawarkan adalah dengan membuat rekaman video setiap acara dimana Direksi perusahaan anda menyampaikan pidato. Dari rekaman video tersebut, anda bisa mempelajari gaya komunikasi, dan pilihan kata atau selera bahasa dari Direksi anda.

Kesulitan kedua, adalah rendahnya penghasilan para penulis pidato. Untuk hal ini saya tidak banyak berkomentar. Tapi barangkali wisdom yang bisa saya sharing adalah bahwa dengan sering menulis pidato apalagi untuk top management, yang anda sedang lakukan adalah bukan hanya sedang menulis pidato, tetapi juga anda sedang melatih pola pikir anda menjadi seorang top management.

Kesulitan ketiga yang Rune Kier Nielsen sebutkan adalah kebutuhan yang sangat terbatas terhadap para penulis pidato. Hal ini juga harus saya akui benar adanya. Dalam satu bulan saja, paling banyak saya menulis sambutan sebanyak 10 draft. Itupun kalau lagi ada banyak event. Tapi barang kali, ada baiknya anda menganggap serius setiap kesempatan menulis pidato, sebagai latihan untuk meningkatkan kompetensi menulis anda.

Kesulitan keempat adalah rendahnya pengakuan terhadap para penulis pidato. Rune Kier Nielsen menyebutkan bahwa ketika anda menulis pidato, kebanggaan yang akan didapatkan adalah dari yang membacakan atau menyampaikan pidato, bukannya anda sebagai penulis pidato. Dan ketika naskah pidato yang anda tuliskan salah, maka salahnya adalah didiri anda. Saya sangat paham sekali mengenai hal ini. Tapi barangkali hal yang perlu anda kedepankan dalam hal ini adalah profesionalisme. Anggaplah setiap kritikan yang anda hadapi sebagai masukan untuk mengembangkan potensi yang anda miliki.

Baca Juga : Dibalik Sambutan dan Pidato Seorang Tokoh

Kesulitan terakhir adalah para pembicara tidak tahu apa yang mereka inginkan. Lagi, apa yang dituliskan oleh Rune Kier Nielsen benar adanya. Namun tidak sepenuhnya benar sebenarnya. Justru hal ini menjadi momentum kita untuk menunjukkan keahlian kita.

Pada akhirnya, kemampuan menulis pidato adalah salah satu kemampuan yang harus anda miliki sebagai seorang praktisi komunikasi. Manfaatnya adalah mencoba untuk memahami pola pikir dari top management, dan dari memahami pola pikir itu, anda bisa mendapatkan insight atau wisdom kepemimpinan.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s