Jadilah Jujur dan Capai Posisi Puncak Di Akhir Karir


anti-corruption

Dalam sebuah diskusi ringan bersama sahabat saya dikantor Rakhman, saya mendapatkan sebuah hikmah yang luar biasa. Dari sebuah diskusi yang sebenarnya tidak ringan-ringan amat, kami membicarakan mengenai berbagai sudut pandang mengenai karir. Rakhman, sahabat saya tersebut berbagi pengalaman yang menarik mengenai karir. Sebenarnya pengalaman kerja saya dan Rakhman hampir beda-beda tipis. Saya dan ia, sama-sama seorang pekerja keras, bahkan lebih keras Rakhman dibandingkan saya.

Ada sebuah petuah yang sangat berharga. Kepada saya ia menceritakan pesan orang tuanya kepada dirinya. Pesan tersebut sangat sederhana. Jadilah pekerja yang jujur, dan capailah posisi puncak di akhir karir. Pesan yang sangat sederhana namun begitu langka saat ini dimana yang seringkali kita dengar, lihat dan baca di berbagai pemberitaan di media massa, adalah kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang, jabatan dan kekuasaan. Menjadi sangat langka, ketika banyak orang yang menjadi petinggi disebuah instansi dan organisasi malah menjadi pesakitan di masa tuanya, entah karena dipanggil oleh aparat yang berwenang atau malah menghabiskan masa tuanya dipenjara.

Itukah bayangan hidup kita akan pensiun kita?

Bukankah kita menginginkan di masa tua kita bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dengan hidup tenang, menikmati hasil selama kita masih bekerja, sembari mempersiapkan diri menyambut akhir dari hidup. Bukannya menghabiskan waktu tua dengan perasaan khawatir karena dicurigai atau dituduh melakukan korupsi.

Barangkali pesan itulah yang coba ditanamkan oleh orangtua Rakhman kepada Rakhman. Bagi dirinya, kejujuran adalah yang paling penting dan paling terutama. Kepada saya ia mengungkapkan, naik karir tidak menjadi persoalan berarti asalkan selama bisa dicapai dengan kejujuran. Sedikit klise memang, apalagi disaat kondisi sulit dan banyak godaan, kejujuran adalah hal yang mulai terlihat langka. Apalagi tuntutan gaya hidup yang kadang membuat silap mata. Kepada saya, ia melanjutkan buat apa naik karir cepat melesat tinggi dengan cara yang tidak jujur, kalau pada akhirnya mendapat sengsara diakhir karirnya.

Untuk membangun kejujuran dalam berkarir tentu membutuhkan dukungan banyak pihak. Terkadang lingkungan kerja yang tidak kondusif menyulitkan kejujuran. Apalagi jika anda berada dalam lingkungan kerja yang malah mendorong penerapan praktik-praktik usaha yang tidak baik, sebaiknya anda meninggalkan lingkungan kerja itu. Integritas anda bagaimanapun lebih penting dari rupiah yang anda dapatkan. Selain itu, tentu saja anda harus mendapatkan pengertian dan dukungan dari keluarga.

Sebagai orang yang pekerja keras, Rakhman pastinya punya hasrat untuk mencapai kesuksesan. Tapi ia menginginkan agar kesuksesan itu dibangun dengan sebuah prinsip kejujuran. Sungguh nasihatnya menjadi sebuah oase ditengah kekeringan tuah baik yang dibangun.

Advertisements

2 thoughts on “Jadilah Jujur dan Capai Posisi Puncak Di Akhir Karir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s