Kampanye Turn Back Crime Yang Meningkatkan Image Polisi


Turn Back Crime

Sejak keberhasilan Polisi dalam mengendalikan peristiwa bom sarinah, image polisi terus membaik. Dampak lanjutan dari peristiwa tersebut adalah populernya tagar #PolisiGanteng yang mengapresiasi dan mengakui betapa kerennya polisi kita. Kehadiran polisi-polisi berbaju biru dengan celana khaki berwarna krem telah mendobrak paradigma bahwa seragam polisi hanyalah cokelat-cokelat saja. Tidak hanya itu, slogan Turn Back Crime semakin populer. Tidak hanya oleh para polisi, tapi entah bagaimana caranya masyarakat umum pun bisa mengenakan kaos berlogo Turn Back Crime tersebut. Tapi apakah sebenarnya maksud dari Turn Back Crime tersebut? Darimana asalnya?

Dilansir dari Merdeka.com, Turn Back Crime merupakan program Interpol tahun 2014. Jaringan kepolisian negara-negara sedunia ini mengkampanyekan kesadaran masyarakat untuk sama-sama melawan kejahatan terorganisir di sekeliling mereka.

Interpol menduga para penjahat transnasional mencari uang lewat penjualan barang-barang bajakan di seluruh dunia. Dengan memutus rantai ini, maka organisasi kejahatan tak lagi punya dana. Memerangi barang-barang dan obat palsu, kejahatan siber serta paedofilia adalah hal-hal yang harus diperangi bersama. Caranya dengan hanya membeli barang lewat outlet terpercaya dan berhati-hati dalam transaksi online. Kampanye Turn Back Crime di Dunia, termasuk Indonesia dimulai sejak 5 Juni 2014. Mabes Polri pun ikut menyatakan perang terhadap segala bentuk pemalsuan dan pembajakan.

Kampanye tersebut secara langsung dan tidak langsung harus diakui telah memberikan citra yang positif terhadap citra polisi. Pertama, seragam biru dan celana khaki berwarna krem dengan sendirinya telah meningkatkan aspek estetika visual dari image seorang petugas polisi. Seragam polo shirt berwarna biru dan celana khaki berwarna krem tersebut telah memberikan kesan luwes namun tetap tegas terhadap image seorang petugas polisi. Saya tidak bermaksud seragam polisi yang cokelat-cokelat itu kurang baik, namun seragam biru krem itu telah memberikan variasi kepada kita mengenai seperti apa figur seorang polisi itu.

Kedua, kampanye Turn Back Crime itu sendiri memiliki pesan yang sangat kuat, dan pesan yang sangat mengajak masyarakat. Pemilihan kata yang sederhana namun kuat secara makna, ditambah lagi pemilihan logotype dibalik pada kata back, memberikan kesan yang sangat sederhana tapi tegas. Ditambah masyarakat kita, khususnya masyarakat modern di kota besar, sangat familiar dalam istilah berbahasa asing, apalagi bahasa Inggris yang cenderung dianggap lebih keren oleh sebagian masyarakat Indonesia. Coba kalau kata tersebut diganti dengan padanan kata dalam bahasa Indonesia seperti Enyahkah Kejahatan misalnya. Apakah anda akan mau memakai baju berlogo Enyahkan Kejahatan?

Secara keseluruhan image polisi meningkat tentu saja bukan hanya sebatas karena pengaruh kampanye Turn Back Crime, tapi sejalan dengan itu, berbagai upaya perbaikan tentu akan terus dilakukan oleh Polisi kita. Kini kita tidak mengharapkan sesosok Inspektur Vijay, ataupun Komisaris Gordon, karena kini kita punya Komandan Khrisna Murti. Ayo mari kita enyahkan kejahatan, eh lets Turn Back Crime!

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

One thought on “Kampanye Turn Back Crime Yang Meningkatkan Image Polisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s