Tematik Super Hero @Perspektif


Superhero telah bertransformasi sedemikian rupa menjadi bagian dari popculture. Ia menjadi simbol harapan kita akan figur manusia yang hebat, adil dan melindungi masyarakat. Sejumlah film Superhero ataupun figur superhero telah menjadi bagian dari budaya, dan karenanya menginspirasi kita. Berbagai perspektif dapat dikedepankan dalam memandangnya.

Berikut adalah tulisan – tulisan bertemakan Super Hero yang bisa anda baca di Perspektif ataupun tulisan Perspektif di blog lain.

Batman VS Superman. Ketika Manusia Melawan Dewa

Superman dan Batman diambil dari cerita mitologi Yunani. Superman diibaratkan sebagai Zeus, sedangkan Batman diibaratkan sebagai Prometheus, pahlawannya masyarakat. Pertanyaan paling mendasar adalah bukan tentang siapa yang lebih hebat antara Batman dengan Superman, tetapi lebih kepada ideologi mana yang paling tepat untuk kepentingan orang banyak. Ideologi mana yang lebih sesuai untuk dunia yang lebih baik, dunia yang lebih aman untuk ditempati manusia.

Batman V Superman. Sebuah Film Yang Gagal?

Kecewaan yang paling terbesar tentu saja adalah untuk film yang berjudul Batman V Superman, adegan pertarungan antara Batman V Superman memiliki porsi menit tampil yang sangat sedikit. Walaupun juga dari film ini bukanlah tentang siapa pemenang diantara Batman dan Superman. Terimakasih berkat trailer terakhir yang menampilkan doomsday. Sungguh, trailer tersebut sangat merusak ekspektasi terhadap film ini.

Ultron, Kesempurnaan Dari Ketidaksempurnaan Yang Indah

Avenger melawan Ultron menjadi pertempuran sebuah perspektif. Ultron menganggap dirinya sebagai sumber kebaikan bagi dunia yang baru, dunia yang akan datang. Sementara Avenger menganggap Ultron sebagai sumber kejahatan yang harus dibasmi. Perbedaan perspektif inilah yang membuat dunia akan selalu menjadi tempat yang kacau dan penuh dengan ancaman peperangan.

Memandang Super Hero Sebagai Vigilante

Tapi benarkah mereka pantas dilabeli sebagai superhero? Sebagai pahlawan yang berjuang untuk menegakkan keadilan? Maka, yang dapat dipertanyakan kemudian adalah, keadilan yang mana yang ingin mereka tegakkan? Keadilan sama rata sama rasa, atau keadilan proporsional? Apakah para superhero itu benar-benar berjuang untuk menegakkan keadilan untuk masyarakat? Ataukah mereka sebenarnya hanya memperjuangkan keadilan untuk diri mereka sendiri? Keadilan yang tak pernah mereka dapatkan sehingga mereka main hakim sendiri?

Benarkah Age of Ultron Mengecewakan?

Dalam sejumlah review yang dipublish oleh sejumlah blogger mengenai film Age of Ultron hampir rata-rata mengulas mengenai kekecewaan mereka mengenai film tersebut. Benarkah demikian?

Deadpool & Ketepatan Marvel Memilih Segmentasi Penontonnya

Kecermatan Marvel dalam memilih segmentasi penonton untuk Deadpool. Berbeda dengan Avenger yang memang ditujukan untuk semua umur, karena popularitas dari superhero yang ditampilkan dalam film tersebut membuat Avenger menyasar berbagai segmen dari berbagai tingkat umur.

Dibalik Kerennya Topeng dan Kostum Superhero

Superhero, dibalik kerennya topeng dan kostum yang mereka kenakan, jauh di lubuk hati mereka yang paling dalam menyimpan kegetiran-kegetiran seperti orang-orang biasa yang mereka tolong. Seringkali mereka termenung digelapnya malam, berdiri sendiri dalam sepi, menahan pilu, menahan air mata dibalik topeng mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s