Memandang Super Hero Sebagai Vigilante


image

Batman dan para pahlawan super lainnya (walaupun secara harafiah, batman tidak memiliki kekuatan super) tentu lahir dari kreativitas komikus yang menciptakannya. Tapi juga kehadiran para pahlawan super mengindikasikan adanya harapan tertentu dari para penciptanya. Harapan apakah itu?

Dalam dunia super hero, selalu ada beberapa kondisi yang serupa, yaitu tidak tegaknya keadilan kepada masyarakat, adanya ancaman yang tidak bisa diatasi oleh penegak hukum dan secara keseluruhan adalah pemerintah. Sehingga kehadiran super hero adalah sebuah keniscayaan yang dapat membuat dunia menjadi lebih baik. Definisi lebih baik itu mungkin termasuk diantaranya adalah tegaknya keadilan, dan terciptanya kondisi yang aman dari adanya ancaman yang mengintai masyarakat.

Mereka-mereka yang tergerak menjadi super hero juga memiliki motivasi yang serupa. Karena ketidakmampuan mereka untuk melindungi orang yang mereka cintai dari kejahatan dan karena tidak mendapatkan keadilan. Superhero seperti Batman, Spiderman dan Dare Devil mungkin adalah contoh yang paling pas untuk menggambarkan hal ini. Bruce Wayne kehilangan orang tuanya yang dibunuh tepat didepan matanya, Peter Parker kehilangan pamannya juga karena dibunuh. Mereka berdua tidak mendapatkan keadilan sehingga akhirnya menjadi super hero.

Tapi benarkah mereka pantas dilabeli sebagai superhero? Sebagai pahlawan yang berjuang untuk menegakkan keadilan? Maka, yang dapat dipertanyakan kemudian adalah, keadilan yang mana yang ingin mereka tegakkan? Keadilan sama rata sama rasa, atau keadilan proporsional? Apakah para superhero itu benar-benar berjuang untuk menegakkan keadilan untuk masyarakat? Ataukah mereka sebenarnya hanya memperjuangkan keadilan untuk diri mereka sendiri? Keadilan yang tak pernah mereka dapatkan sehingga mereka main hakim sendiri?

Lalu, atas dasar apa mereka mengenakan topeng? Apakah murni untuk melindungi orang-orang yang dekat dengan mereka dari ancaman para supervillain? Ataukah hanya sekedar untuk berlindung dari tanggung jawab atas perbuatan main hakim sendiri?

Betul, mereka memang berjuang melawan para supervillain. Betul mereka melindungi masyarakat. Tapi benar dan salah adalah perspektif yang akan selalu berbeda di masing-masing orang. Apakah prilaku para superhero itu dapat dibenarkan dari perspektif hukum? Atas dasar apa tindakan mereka dapat dijustifikasi sekalipun memang benar bahwa penegakan hukum sangat lemah dan karenanya tiang-tiang keadilan begitu rapuhnya?

Ataukah mereka tak lebih dari sekedar vigilante yang memperjuangkan hukum dan keadilan berdasarkan definisi mereka sendiri?

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s