Penghasilan Supir Taksi Menurun, Kinerja Perusahaan Taksi Terus Meningkat


Kinerja Blue Bird 1

Buat pengemudi taksi yang melakukan protes dan demonstrasi karena penghasilannya menurun akibat kehadiran dari uber dan grab, apalagi sampai demo yang bersifat anarkis kemarin, nampaknya harus berpikir ulang. Mungkin anda salah mendemo. Khususnya untuk anda, para pengemudi Blue Bird.

Faktanya, disaat anda, para pengemudi taksi Blue Bird yang menjerit karena penghasilan anda menurun, Blue Bird Tbk setiap tahunnya terus mencatatkan pertumbuhan kinerja yang baik. Sebagaimana tercantum dalam Annual Report/ Laporan Tahunan Blue Bird tahun 2014 Laba komprehensif Blue Bird Tbk tahun 2012 sebesar 118,71 miliar, meningkat jadi 713,20 miliar di tahun 2013 dan 739,82 miliar di tahun 2014.

Kinerja Express 2

Jika mau dikerucutkan hanya pada aspek taksi reguler (karena Blue Bird) bukan sebatas taksi reguler, masih berdasarkan Laporan Tahunan Blue Bird tahun 2014, dengan melihat informasi laba bruto Blue Bird tahun 2013 adalah sebesar Rp1,04 triliun dan pada tahun 2014 meningkat menjadi Rp1,17 triliun. Dalam Annual Report juga disebutkan bahwa kegiatan usaha taksi regular Grup Perseroan berkontribusi sebesar 81,5% dan 79,5% dari total pendapatan neto Grup Perseroan untuk masing-masing tahun 2014 dan tahun 2013. Itu artinya, 81,5% dari Rp1,04 triliun yakni sebesar Rp952,42 miliar dan 79,5% dari Rp1,04 triliun yakni sebesar Rp823,91 miliar. Bahasa awamnya, anda, para pengemudi Blue Bird telah berkontribusi dalam mendatangkan laba usaha sebesar Rp823,91 miliar pada tahun 2013 dan Rp952,42 miliar pada tahun 2014.

Bahkan per September 2015 saja disaat tahun 2015 aplikasi online mulai bermunculan bak jamur dan mulai “mengganggu” penghasilan para pengemudi taksi, Blue Bird tetap mampu menghasilkan laba sebesar Rp625 miliar.

Kinerja Express

Kondisi sebaliknya memang ditunjukkan oleh Express Taxi, yang menunjukkan pencapaian kinerja keuangan tidak sebaik dari Blue Bird, dimana Express Taxi pada tahun 2012, mencetak laba komprehensif sebesar Rp80,19 miliar, meningkat menjadi Rp131,78 pada tahun 2013 dan menurun menjadi Rp118,29 miliar pada tahun 2014. Lebih parah lagi per September 2015, laba Express Taxi malah semakin menurun menjadi 11,07 miliar. Express Taxi bahkan mengakui penurunan kinerja salah satunya disebabkan oleh maraknya layanan transportasi berbasis online.

Walaupun demikian, kita tentu harus menyadari bahwa kendala yang terjadi pada industri transportasi bukan hanya sebatas kehadiran disruptive technology, tetapi juga begitu banyak lagi yang lainnya seperti perlambatan pertumbuhan perekonomian, menguatnya nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah, meningkatnya harga komoditas termasuk sempat meningkatnya harga bahan bakar minyak sehingga pada akhirnya melemahkan daya beli masyarakat. Ketika harga bahan bakar minyak, kita tentu memaklumi ketika perusahaan taksi menaikkan argo, tetapi berkerut dahi ketika harga bahan bakar minyak turun, perusahaan taksi tidak menurunkan harga.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

3 thoughts on “Penghasilan Supir Taksi Menurun, Kinerja Perusahaan Taksi Terus Meningkat

  1. Sepertinya bukan driver yang salah demo tetapi anda yang salah menulis artikel. Yang jelas teori tentu sangat berbeda dengan kenyataan dilapangan. Pola pikir driver itu sederhana tak serumit pola pikir anda. Disaat dirasa penghasilan bekerja di bluebird mengalami penurunan sebagian besar driver lebih memilih mencari pekerjaan / peluang lain yang penghasilannya dirasa cukup. Dan kalaupun penghasilan di blue bird menurun karena taxi online, itu yang paling merasa dirugikan perusahaan bukan driver. Lalu soal demo taxi kemarin masa anda tidak bisa melihat ada yang ganjil dari demo taxi tersebut, berikut saya beberkan keganjilan2 tsb;
    1. Terdapat sticker yang bertuliskan “Tolak Taxi ilegal” di semua kaca depan taxi blue bird.
    2. Baru kali ini driver blue bird berdemo dan dibiarkan oleh perusahaan.

    Logikanya mana mungkin driver blue bird mau berdemo mengingat apabila terjadi kerusakan pada taxi merupakan tanggung jawab driver, sedang berdemo tak menghasikan uang, tetapi taruhanya nyawa, belum lagi harus mencetak sticker yang tentu tidak murah. Jadi setiap driver pasti lebih memilih tetap bekerja/berdiam diri di rumah sambil menunggu situasi kondusif. Dan yang paling mengherankan perusahaan adem2 aja seolah tak terjadi sesuatu. Dan akhirnya terbukti beberapa driver mengaku dibayar. Sekian dan terima kasih.

    Adhi Arinta
    Driver Blue Bird

    Like

    1. Terimakasih kepada pak Adhi Arinta untuk memberikan perspektif lain yang bisa memperkaya tulisan ini. Inti dari tulisan ini adalah menggambarkan bahwa ancaman transportasi online ternyata tidak berpengaruh terhadap kinerja Blue Bird, meskipun memang berpengaruh pada penurunan kinerja keuangan Express.

      Artinya dampak dari adanya perusahaan aplikasi online adalah pada perusahaan taksi itu sendiri juga sangatlah kuat. Namun juga harus diakui ada juga pengaruhnya kepada driver taksi.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s