Blunder Komunikasi Statement Blue Bird Tidak Bertanggung Jawab


Blue Bird

Kejadian demo angkutan umum kemarin menjadi sebuah preseden yang buruk tentang pelayanan public, dimana masyarakat sebagai konsumen banyak yang ditelantarkan. Ditambah aksi demo berlangsung secara kasar, dan cenderung menjurus kriminal. Tak pelak hal ini merusak reputasi yang sudah dibangun oleh perusahaan-perusahaan transportasi ternama, seperti salah satunya adalah Blue Bird. Harga saham Blue Bird turun dan reputasi tercoreng.

Saya yakin sebagai perusahaan ternama dan perusahaan terbuka, Blue Bird pasti melakukan segala daya upaya untuk melakukan pemulihan citra dari negatif menjadi positif kembali. Sayangnya, ada beberapa kesalahan elementer yang dilakukan oleh Blue Bird. Pertama, adalah pernyataan bahwa Blue Bird tidak bertanggung jawab. Dalam poin ke 5 pengumuman Blue Bird yang beredar di media mainstream ataupun sosial media, Blue Bird menyatakan :

Perusahaan “TIDAK” bertanggung jawab terhadap aksi demo tersebut, aksi ini adalah aspirasi murni pengemudi yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat se-Jadetabek.

Betul bahwa Blue Bird memang tidak bertanggung jawab atas aksi demo tersebut secara keseluruhan. Hal ini mengindikasikan bahwa Blue Bird tidak berada di balik aksi demo ini (menjadi dalang). Tapi menyatakan bahwa Blue Bird tidak bertanggungjawab atas aksi demo tersebut juga menjadi sebuah blunder komunikasi. Blue Bird memang tidak harus bertanggung jawab atas keseluruhan aksi demo tersebut beserta dengan seluruh dampaknya.

Tapi satu hal yang pasti, adalah Blue Bird bertanggung jawab atas keseluruhan aksi demo yang dilakukan oleh para pengemudinya yang mengenakan seragam dan mengendarai taksi berlogo Blue Bird dan seluruh taksi afiliasinya. Jika Blue Bird mengatakan bahwa Blue Bird tidak bertanggung jawab, maka itu akan menjadi blunder komunikasi. Itu sama saja kondisinya ketika seorang anak melakukan kesalahan, dan orang tuanya dimintakan pertanggung jawabannya, lalu kemudian sang orang tua mengatakan tidak bertanggung jawab karena orang tua telah menghimbau si anak untuk tidak melakukan kesalahan. Kesalahannya adalah himbauan tidak bersifat tegas dan mengingat serta mewajibkan. Seharusnya jika Blue Bird tegas, maka Blue Bird melarang, bukan hanya sebatas menghimbau para pengemudinya.

Kesalahan elementer kedua, adalah Blue Bird dalam pemantauan saya tidak pernah menyatakan permintaan maaf atas aksi demo yang dilakukan oleh para pengemudi Blue Bird. Mohon saya dikoreksi kalau saya salah. Blue Bird hanya mengeluarkan statement menyesal atas kejadian demo tersebut. Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh para pengemudinya, Blue Bird seharusnya menyadari bahwa kesalahan pengemudi yang ikut demo merupakan kesalahan dari Blue Bird juga. Bahwa kemudian dalam sebuah pemberitaan di sebuah media mainstream ada media yang menyertakan headline Minta Maaf, Besok Naik Blue Bird Gratis merupakan sebuah opini dari media tersebut.

Kesalahan lainnya adalah terkait dengan layanan gratis yang disediakan oleh Blue Bird pada hari ini. Langkah tersebut tentunya merupakan upaya pemulihan citra. Namun sayangnya, saya malah memprediksi bahwa hal ini dapat menimbulkan efek lanjutan jika Blue Bird tidak dapat menghandlenya dengan baik, yakni jika jumlah pengemudi Blue Bird tidak mencukupi dengan jumlah masyarakat yang ingin menggunakan layanan gratis. Ditambah lagi, Blue Bird tidak pernah dengan rinci menyebutkan persyaratan dari layanan gratis tersebut.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s