Prinsip Sederhana Kepemimpinan


followership

Dalam pengalaman saya bertemu dan dipimpin oleh sejumlah pimpinan serta jika dibandingkan dengan segala teori manajemen yang saya pelajari di PPM Manajemen, jelas kesemuanya memberikan saya perspektif tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik. Tapi dari sekian banyak teori, contoh dan pendekatan serta wisdom kepemimpinan, ada satu dogma yang tak bisa saya lupakan. Dogma itu berasal dari ucapan mantan atasan saya, Herry Djufraini.

Kalau mau jadi pemimpin yang baik, ya jangan lupa urusin perut anak buah.

Begitu dogma yang ia ajarkan kepada saya dan dogma itu masih melekat dalam benak saya. Dogma tersebut benar juga menurut saya. Kunci dari keberhasilan sebuah perusahaan bukanlah terletak pada perencanaan yang matang (meskipun itu tetap penting), tetapi kepada bagaimana kita bisa mengeksekusi apa yang telah direncanakan dari awal. Siapa yang melakukan eksekusi? Tentu saja adalah para karyawan. Sekarang bagaimana karyawan mau bekerja jika perutnya lapar?

Contoh misalnya, bagaimana mungkin karyawan anda mau lembur setiap hari jika misalnya anda tidak memperhatikan apakah karyawan anda terjaga kesehatannya, makannya dan lain sebagainya, atau minimal sekurang-kurangnya uang lemburnya. Hal kecil seperti ini sepele tapi besar manfaatnya untuk meningkatkan motivasi karyawan.

Lapar disini sebenarnya tidak terbatas kepada urusan perut semata. Secara lebih luas yang dimaksudkan disini adalah tercukupi kebutuhannya. Tidak mesti semuanya memang. Tapi yang pasti adalah karyawan harus memperhatikan hak karyawan setelah karyawan memenuhi tanggung jawabnya. Jangan karyawan disuruh bekerja terus, tapi tidak pernah dipromosikan, ataupun dipenuhi hak-hak yang seharusnya didapatkan oleh karyawan.

Pemenuhan hak karyawan selain berpengaruh terhadap motivasi dan performa kinerja karyawan, ternyata juga dapat berpengaruh terhadap integritas dari seorang karyawan. Tidak dipenuhi hak dari karyawan dapat mendorong seorang karyawan untuk melakukan fraud atau korupsi. Hal ini dikarenakan karyawan yang tidak diapresiasi akan mencari pembenaran-pembenaran dalam melakukan fraud.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s