Musim ARA 2015 Dimulai


annual-report-awards

Periode-periode seperti bulan Maret adalah periode sibuk bagi Corporate Secretary, Investor Relation ataupun Corporate Communication mempersiapkan Laporan Tahunan untuk keperluan Rapat Umum Pemegang Saham. Tak terkecuali bagi kantor saya sebagai PIC untuk penyusunan Annual Report. Alhamdulillah setelah 1 bulan dikarantina, tadi pagi saya telah menyelesaikan tugas dan tanggung jawab saya.

Memang Laporan Tahunan atau Annual Report untuk keperluan RUPS masih akan jauh berbeda dengan hasil akhir yakni Annual Report yang akan dipersiapkan untuk Annual Report Award 2015. Selanjutnya adalah tentu saja untuk mempersiapkan penyusunan Annual Report yang akan disampaikan untuk Otoritas Jasa Keuangan bagi perusahaan yang sudah terdaftar di bursa serta untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi Annual Report Award yang sudah dibuka sejak saat ini. Artinya musim ARA 2015 sudah dimulai.

Persaingan dalam ARA 2015 mendatang besar kemungkinan akan semakin menarik. Apalagi dengan kondisi perekonomian yang cukup menantang di tahun 2015 mendatang, banyak perusahaan yang mengalami penurunan kinerja yang tentunya akan mempengaruhi cara penyampaian informasi dalam Annual Report. Hal ini tentu dapat mempengaruhi penilaian dalam ARA. Memang, masih terlalu dini untuk menilai siapa yang akan membawa piala “bola dunia” Annual Report Award nantinya.

Pada kategori BUMN Keuangan Listed, besar kemungkinan akan diwarnai persaingan yang antara Bank BUMN, yakni Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BTN, serta Bank BNI. Bank Mandiri pastinya ingin mempertahankan gelar juara, sementara Bank BRI pastinya ingin merebut kembali gelar yang direbut setelah sebelumnya dalam ARA 2012 dan ARA 2013 menjadi juara 1. Juara umum ARA 2010, Bank BTN juga saya yakin tidak ingin ketinggalan, apalagi Bank BNI yang kali terakhir menjadi juara 1 adalah pada ARA 2007.

Pada kategori BUMN Keuangan Non Listed, Jasindo yang sudah tiga tahun berturut-turut jadi Juara 1 tentu ingin mensejajarkan diri dengan perusahaan yang mencetak rekor menjadi juara 1 4 tahun berturut-turut seperti CIMB Niaga, Bank Syariah Mandiri, Bank DKI dan Indonesia Power. Masih dikategori ini, persaingan untuk masuk ke 3 besar nampaknya akan disesaki oleh Taspen, Jamkrindo, ASABRI dan Jasa Raharja.

Pada kategori BUMN Non Keuangan Listed, persaingan secara tradisional masih akan terjadi antara Aneka Tambang dan Perusahaan Gas Negara, meskipun memang dalam 3 tahun terakhir Perusahaan Gas Negara hanya berada dalam posisi 3 besar ARA 2012 dan ARA 2013. Semen Indonesia, Telkom, dan Jasa Marga akan memberikan tekanan pada persaingan di kategori ini.

Pada kategori BUMN Non Keuangan Non Listed, persaingan akan semakin merata. Perkebunan Nusantara XIII yang pada ARA 2011 dan 2012 menjadi juara 1, tentu ingin merasakan lagi gelar juara 1. Pertamina sebagai juara bertahan pada kategori ini, tentu tidak ingin gelarnya direbut. Angkasa Pura II yang selama 3 tahun terakhir menjadi juara 2, pastinya ingin mendapatkan peningkatan prestasi.

Pada kategori Private Keuangan Listed ada sejumlah nama yang langganan 3 besar yakni CIMB Niaga, OCBC NISP, dan Adira Multifinance, dan juga Bank Danamon. Persaingan pada kategori ini terbilang sengit karena dalam 4 tahun terakhir, juara 1 selalu dipegang oleh perusahaan yang berbeda. Bank Victoria sebagai juara bertahan dalam kategori ini. CIMB Niaga dalam 2 tahun terakhir berada di luar 3 besar. Bank BCA yang tahun kemarin menjadi juara 2 pastinya ingin menjadi juara 1 untuk kali pertama.

Pada kategori Private Keuangan Non Listed persaingan besar kemungkinan masih akan terjadi antara Bank BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri. Bank BNI Syariah yang dalam 2 tahun terakhir menjadi juara 1, pastinya akan mendapatkan tekanan kuat dari Bank Syariah Mandiri yang mengintai dalam 2 tahun terakhir. Persaingan untuk memperebutkan 3 besar juga akan diwarnai oleh Mandiri Sekuritas, dan AXA. Nama lain yang menjadi langganan pada kategori ini secara tradisional adalah Bank UOB dan Bank Kesejahteraan. Jangan lupakan juga Bank Mayora yang tahun kemarin berada di peringkat 3.

Pada kategori Private Non Keuangan Listed akan dipenuhi oleh AKR Corporindo, Kalbe Farma, Wijaya Karya, Indosat dan juga Elnusa. Tapi untuk kategori ini saya melihat besar kemungkinan nama baru akan muncul. Karena memang pada kategori inilah “turbulensi” persaingan sangat kencang dan merata.

Pada kategori Private Non Keuangan Non Listed, Indonesia Power nampaknya akan mencoba menghilangkan rasa penasarannya setelah kemarin benar-benar terlempar dari 3 besar ARA. Pupuk Kaltim, adalah nama besar yang juga harus diperhitungkan. Nama langganan lainnya adalah GMF Aero Asia, serta PLN Batam.

Pada kategori BUMD Listed persaingan ketat akan terjadi antara Bank DKI dan Bank BJB. Menarik untuk disimak apakah Bank DKI akan mencatatkan sejarah sebagai perusahaan yang pertama kali menjadi Juara 1 ARA 5 tahun berturut-turut. Pasalnya tidak pernah ada perusahaan yang mampu melakukannya. Selain Bank BJB, nama lain juga patut dipertimbangkan adalah Bank NTT, Bank Nagari dan Bank Jatim.

Pada kategori BUMD Non Listed, Bank Jateng tentu ingin kembali merebut gelar dari Bank Sumsel Babel yang tahun kemarin menjadi juara 1. Bank Kalbar yang dalam 4 tahun terakhir selalu mampu bertahan di 3 besar juga punya peluang yang baik.

Siapa yang akan jadi juara?

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s