Memandang Aplikasi Transportasi Dari Berbagai Perspektif


Transportasi Online

Demo yang terjadi pada hari ini yang dilakukan oleh para supir taksi jelas menandakan bahwa kehadiran jasa transportasi berbasis aplikasi benar-benar mempengaruhi penghasilan para supir taksi. Hal ini juga menandakan adanya kemungkinan pergeseran market share dari perusahaan taksi benar-benar makin tergerus oleh para pelaku jasa transportasi berbasis aplikasi dalam tingkatan yang sudah dianggap mengkhawatirkan. Selain itu hal ini juga menandakan semakin terjadinya pergeseran pola prilaku konsumen. Bagaimana kemudian memandang hal ini dari berbagai perspektif seperti perspektif etika, hukum dan juga dari sisi inovasi serta dari sisi demand and suplly?

Inovasi

Kehadiran aplikasi jasa transportasi merupakan sebuah bentuk inovasi yang nyata-nyatanya memang dibutuhkan oleh masyarakat. Terlepas dari faktor harga yang menjadi pemicu utama memang, kehadiran aplikasi jasa transportasi ini benar-benar memberikan kemudahan bagi para konsumen. Kemudahan inilah yang memberikan keunggulan bagi perusahaan-perusahaan transportasi berbasis aplikasi (meskipun memang perusahaan-perusahaan tersebut tidak pernah menyebut sebagai perusahaan transportasi tetapi perusahaan teknologi) dibandingkan perusahaan transportasi konvensional. Sebelum adanya demo pada hari ini, beberapa waktu lalu kita juga sering mendengar adanya konflik antara ojek online dengan ojek pangkalan yang berakibat berkurangnya jumlah ojek pangkalan.

Hal ini tentu harus kita pandang sebagai hukum alam kompetisi atau persaingan bisnis dimana yang kuat akan mengalahkan yang lemah. Kata kuat disini tidak hanya didefinisikan sebagai kuat dari sisi permodalan atau aspek finansial semata, tetapi lebih kepada daya saing. Perusahaan transportasi berbasis aplikasi, jelas benar-benar memanfaatkan keunggulan dari sisi teknologi. Kejam? Memang. Tapi inilah dunia bisnis. Mereka yang kalah adalah mereka yang tidak melihat ada bahaya yang mengintai disetiap tikungan.

Etika

Permasalahannya adalah perusahaan-perusahaan acapkali disebut tidak mengindahkan persaingan bisnis yang sehat. Sebagai contohnya adalah penetapan harga yang merusak struktur persaingan dipasar. Tapi hal tersebut dapat kita wajarkan jika kita melihat dari strategi penetapan harga dimana penetapan harga yang kelewat rendah besar kemungkinan tujuannya adalah merebut pangsa pasar dari pemain yang dominan disebuah pasar. Tapi apakah hal tersebut tidak etis? Penilaian masing-masing orang terhadap mana yang etis dan mana yang tidak etis jelas berbeda satu sama lain. Tetapi barangkali ada satu pepatah lama yang mengatakan jangan salahkan singa menggigit anda, hanya karena anda tidak mengigit singa bisa jadi menemukan relevansinya disini.

Peraturan

Permasalahan lainnya adalah banyaknya tudingan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut tidak mengindahkan peraturan yang berlaku. Aspek pelanggaran undang-undang angkutan umum inilah yang membuat Menteri Perhubungan Ignasius Jonan melakukan pelarangan terhadap transportasi online. Ajaibnya berkat desakan masyarakat hanya dalam hitungan jam saja, peraturan itu kembali direvisi.

Demand And Supply

Barangkali desakan masyarakat tersebutlah yang menggambarkan betapa pentingnya aplikasi transportasi ini dimata masyarakat. Pada akhirnya memang masyarakat yang menentukan sarana transportasi apa yang mereka pergunakan. Apalagi jika dipertimbangkan dari sisi harga yang relatif lebih murah, masyarakat pasti akan lebih memilih kepada mereka yang menawarkan harga yang murah. Jika anda mengatakan transportasi berbasis online adalah sebuah hal yang tidak etis, kenapa anda masih menggunakannya?

 

Colek Saya di Curr@RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

2 thoughts on “Memandang Aplikasi Transportasi Dari Berbagai Perspektif

  1. Klo nurut saya sih kekuatan antara transportasi online VS transportasi biasa udah memiliki perbedaan kekuatan yang besar.

    Jika ingin bertahan di bisnis transportasi, maka seharusnya pemilik transportasi non online harus segera mengikuti perkembangan teknologi agar bisa bertahan di bisnis transportasi. Klo tidak bisa, tinggal menunggu waktu untuk gulung tikar beberapa tahun ke depan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s