Karantina Penyusunan Annual Report


image_5

Sepanjang pengalaman saya mengerjakan Annual Report kantor saya, ada sebuah kegiatan yang benar-benar menyita waktu, pemikiran, tenaga dan perhatian saya, yakni masa-masa karantina penyusunan Annual Report atau yang biasa disebut sebagai masa konsinyiring Annual Report. Itu adalah masa-masa saya bersama tim Annual Report dan konsultan “numplek” dalam satu ruangan keramat di hotel Red Top.

Selama saya mengerjakan Annual Report, pilihan saya memang jatuh kepada hotel Redtop karena memang faktor lokasi yang dekat dengan lokasi kantor saya. Disamping itu faktor sugesti saya yang memang sudah terbiasa dengan hotel Red Top khususnya kamar 1710. Tidak ada unsur kleniknya sebenarnya, tetapi lebih kepada saya percaya bahwa ritual dapat menciptakan sugesti positif untuk penciptaan prestasi. Dan untuk hal ini adalah selalu menggunakan kamar 1710.

Suasana yang coba dibangun juga relatif berbeda dengan perusahaan lain. Saya lebih percaya kepada suasana yang jauh dari kata formal untuk menciptakan chemistry bekerja, terutama dengan para designer dan layouter Annual Report. Saya enggan membuat suasana formal seperti suasana rapat. Lengkap dengan persyaratan harus memakai kemeja dan dasi serta sepatu vantofel. Hal ini sebenarnya bertujuan untuk membangun kreativitas dari sisi designer dan layouter.

Bukankah yang paling terpenting adalah hasil pekerjaannya? Itulah sebabnya konsultan yang bekerja bersama saya selalu merasa bahwa mengerjakan annual report kantor saya adalah pengalaman yang cukup unik. Bahkan ada konsultan yang menyebut saya sebagai bankir nyeleneh. Tapi bagi saya disebut nyeleneh bukanlah sebuah masalah yang besar. Tapi bukan berarti suasana bekerjanya menjadi kelewat santai. Tetapi tetap harus serius, tetap harus profesional, tetap harus mengedepankan kreativitas.

Barangkali permasalahan yang mengganggu adalah saya menjadi jauh dari keluarga untuk jangka waktu yang lama. Apalagi biasanya kalau konsinyering, jangka waktu pengerjaannya bisa sampai lebih dari 3 minggu. Karena itu, saya bersyukur istri saya memberikan pengertian yang luar biasa. Kadang-kadang mampir bersama anak saya untuk mengobati kerinduan saya kepada mereka berdua.

Seperti saat ini, saya sudah menghabiskan lebih dari 3 minggu menginap dihotel. Jika anda berpikir bahwa menginap di hotel selama berminggu-minggu adalah sebuah hal yang menyenangkan, saya malah berpikir sebaliknya. Jauh dari keluarga rasanya sangat tidak menyenangkan. Tapi, demi tanggung jawab yang lebih besar, mau tidak mau harus saya lakukan. Balasannya tentu saya memasrahkan diri kepada Allah SWT. Saya yakin apa yang saya lakukan akan bermanfaat untuk diri saya, keluarga saya dan juga untuk kepentingan yang lebih besar lagi.

Alhamdulillah, hasilnya sudah terasa dengan pencapaian 4 kali juara 1 Annual Report Award secara berturut-turut. Kini yang paling terpenting adalah melakukan segala daya upaya yang terbaik untuk bisa membawa kembali si bola dunia piala ARA untuk kali kelima berturut-turut.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s