Sepakbola dan Manusia – Manusia Luar Biasa Didalamnya


Football

Bicara mengenai sepakbola, tidaklah melulu bicara mengenai aspek-aspek kompetitif. Tidak melulu bicara mengenai siapa 11 pemain yang lebih baik dari 11 pemain lainnya. Tidak melulu bicara mengenai kesebelasan yang mencetak gol lebih banyak dari kesebelasan lainnya. Ada begitu banyak dinamika, begitu banyak warna didalamnya. Warna-warna yang ditorehkan oleh para manusia yang terlibat didalamnya. Bukan cuma 22 pemain yang berlaga dilapangan hijau. Tetapi juga puluhan juta manusia yang mencintai sepakbola.

Tidak ada olahraga lain selain sepakbola yang begitu dicintai seperti sepakbola. Setidaknya tidak seperti bagaimana kita mencintai sepakbola. Ada begitu banyak warna didalamnya. Warna-warna yang membuat kita mencintai sepakbola melebihi pertandingan sepakbola itu sendiri. Kita bisa berbeda dalam menentukan kesebelasan mana yang kita dukung, pemain sepakbola mana yang kita dukung. Bahkan kita bisa berbeda pendapat dalam berbagai hal, termasuk seperti apa yang saya alami mengenai bagaimana orang-orang menyampaikan tanggapan atas tulisan saya sebelumnya yang dimuat dipanditsharing yang berjudul Memandang Tendangan Penalti Messi Dari Perspektif Etika.

Perbedaan pendapat yang sangat saya hormati dalam memahami, dan menerjemahkan sudut pandang yang coba saya kemukakan dalam tulisan tersebut. Perbedaan pendapat itu adalah wujud kecintaan terhadap sepakbola, sama seperti tujuan saya menulis artikel tersebut adalah bentuk kecintaan saya terhadap sepakbola. Barangkali, hal-hal seperti itulah yang membuat kita bisa melihat sepakbola secara lebih utuh. Bukan tentang 11 pemain melawan 11 pemain lainnya.

Sepakbola telah menjelma lebih dari sekedar sebuah permainan. Sepakbola telah menjadi bagian dari hidup kita. Setiap senin pagi kita membicarakan mengenai hasil pertandingan sepakbola. Begadang demi menyaksikan kesebelasan yang kita dukung berlaga dengan mengetahui bahwa kesebelasan yang kita dukung tersebut tidak mengetahui bentuk dukungan kita. Sepakbola memang hendaknya bukan menjadi dicintai seperti sebuah agama, tapi saya yakin anda bisa menangkap apa yang saya maksudkan. Sepakbola adalah manusianya itu sendiri.

Karenanya kita ikut terharu ketika Iker Casillas hanya terdiam dan menangis saat press conference perpisahannya. Kita juga ikut sedih melihat bagaimana seorang Iker Casillas diperlakukan oleh Real Madrid setelah kontribusinya yang begitu besar kepada Real Madrid, belum lagi mempertimbangkan kecintaannya kepada Real Madrid. Ataupun Raul Gonzales yang telah begitu lama menjadi seorang legenda namun tersisih akibat persaingan, akibat semangat kompetitif Real Madrid untuk selalu menginginkan pemain yang terbaik untuk menjadi kesebelasan terbaik. Itulah realita nyata yang ditawarkan oleh dunia. Getir memang.

Kita juga mungkin terenyuh ketika Daniel Alves dan David Luiz menenangkan James Rodriguez usai Brasil mengalahkan Kolombia dalam salah satu pertandingan di piala dunia yang lalu. Atau juga rasa respek terhadap lawan yang begitu luar biasa ketika Oliver Kahn menenangkan Santiago Canizares dalam pertandingan final Liga Champion. Betapa luar biasa juga dalam sebuah pertandingan Carlos Puyol, Kapten Barcelona malah melindungi pemain yang memukul dirinya.

Begitu banyak momen yang luar biasa dalam sebuah pertandingan sepakbola, yang bahkan melebihi pertandingannya itu sendiri. Karena warna yang diberikan oleh manusia-manusia yang luar biasa didalam sepakbola.

Advertisements

2 thoughts on “Sepakbola dan Manusia – Manusia Luar Biasa Didalamnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s