Langkanya Koordinasi Yang Mewah Itu


Koordinasi

Perbedaan pendapat terkait kasus Blok Masela antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumberdaya, Rizal Ramli dan Presiden Jokowi kembali menunjukkan langkanya koordinasi di instansi pemerintahan. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian penting untuk Presiden dalam menegaskan arah kepemimpinannya. Bagaimana kemudian memandangnya dalam komunikasi organisasi utamanya dalam komunikasi internal?

Kita paham yang namanya perbedaan pendapat yang terjadi di dalam sebuah organisasi dan instansi, apapun jenisnya merupakan sebuah kewajaran sebagai bentuk dinamika organisasi. Namun kita pun juga perlu memahami bahwa terlalu sering berbeda pendapat, apalagi sampai terlalu sering diumbar kepada media massa, dapat menimbulkan preseden yang kurang baik seperti persepsi akan kurang solidnya intansi pemerintahan saat ini.

Barangkali permasalahan tersebut muncul karena apa-apa yang berbeda sedikit langsung diekspose dan dipublikasikan kepada media. Seolah-olah masing-masing pejabat publik berlomba-lomba untuk menciptakan pencitraan positifnya masing-masing, tanpa memikirkan dampak reputasi pemerintah secara menyeluruh. Hal ini memang baru asumsi, tetapi betapa seringnya menteri-menteri berkomunikasi dengan media, bisa jadi menandakan kecenderungan seperti itu.

Tentu, yang namanya keterbukaan informasi dari pejabat publik memang suatu hal yang patut diapresiasi, namun tentu harus memperhatikan instansinya secara keseluruhan. Saya selalu beranggapan bahwa yang namanya komunikasi kepada eksternal, siapapun yang berbicara kepada publik haruslah memiliki satu suara. Apapun bunyinya,  yang namanya “berantem” itu didalam, sehingga kepada publik eksternal, sebuah intansi pemerintahan bisa punya tone suara, tone kebijakan yang standar dan seragam.

Selain itu perbedaan pendapat yang terlalu sering diumbar kepada publik melalui media massa juga menandakan adanya kecenderungan tidak adanya koordinasi disebuah instansi dan publik. Padahal sejatinya, yang namanya koordinasi bagaikan sendi-sendi penggerak tubuh dari sebuah organisasi. Dan yang namanya aliran darah yang menggerakkan sendi-sendi tersebut adalah komunikasi yang baik dan searah. Bagaimana mungkin jika komunikasi yang tidak searah atau aliran darah yang tidak searah bisa menjadikan sebuah instansi tersebut bergerak satu arah?

Yang namanya koordinasi itu memang sulit dan membutuhkan waktu, serta energi yang lebih besar. Tapi yang pasti dengan adanya koordinasi, akan memungkinkan kita untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas dalam memandang sebuah permasalahan. Koordinasi juga bertujuan untuk menyatukan persepsi yang timbul dari berbagai adanya perspektif-perspektif. Dampak positifnya, koordinasi dapat meningkatkan team work dari sebuah tim, bahkan sebuah organisasi. Selain itu koordinasi yang baik juga dapat meningkatkan kekuatan dari masing-masing elemen atau unit didalam sebuah instansi atau organisasi. Video dibawah ini dapat menggambarkan pentingnya koordinasi yang baik.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s