Dont Change The Winning Team?


Pirlo Pogba

Pepatah diatas tentunya seringkali didengar. Pepatah yang sangat masuk akal. Ketika sebuah tim yang mencetak kemenangan, besar kemungkinan tim ini tidak akan dirubah. Hal ini seringkali terjadi pada tim olahraga, ataupun tim dalam bisnis dari sebuah perusahaan. Tapi saya ingin mengkritisi, apakah sebuah tim yang menang tidak boleh diganti?

Kalau begitu, bagaimana dengan Juventus yang menjuarai Serie A empat kali berturut-turut? Sebagai gambaran umum saja, Juventus musim lalu menjuarai Serie A melakukan pergantian pada posisi pelatih dari sebelumnya dipimpin oleh Antonio Conte menjadi Massimiliano Alegri. Sejarah mencatat kemudian bahwa Juventus mampu mempertahankan juara untuk kali keempat secara berturut-turut.

Yang menarik adalah pada musim ini, Juventus yang masih dilatih oleh Massimiliano Allegri melakukan perombakan besar-besaran, dengan menjual Andrea Pirlo, Arturo Vidal dan Carlos Tevez. Pola permainan Juventus kemudian berubah secara drastis. Dari yang tadinya berpusat kepada MPV (Marchisio, Pirlo, Vidal serta Pogba) menjadi mengandalkan kepada Marchisio dan Pogba serta kepada sejumlah pemain baru dilini tengah. Dilini depan, penyerangan tidak lagi mengandalkan kepada Tevez tetapi berganti kepada Mandzukic dan Dybala.

Perubahan yang dilakukan memang lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal, dimana Pirlo sudah berusia 36 tahun dan ingin merasakan Major League Soccer. Carlos Tevez ingin pulang ke kampung halaman dan uang besar dari juara Liga Jerman terlalu menarik untuk tidak diterima oleh Juventus.

Jika merujuk kepada pepatah dont change the winning team, maka seharusnya Allegri tidak melepas pemain-pemain yang terbukti vital dalam memberikan kontribusi kepada tim. Alhasil, sebagai akibat dari perubahan pola yang nyata tersebut, Juventus sempat terseok-seok di awal kompetisi. Walaupun kemudian, Juventus saat ini berada nyaman memimpin klasemen sementara Seri A Italia dengan perbedaan 3 poin dari Napoli. Dengan jumlah pertandingan yang masih tersisa 11 pertandingan lagi, apakah perubahan yang dilakukan ini akan membawa Juventus kembali menjadi juara lagi, tentu hanya waktu yang akan menjawabnya. Sebagai fans Juventus, saya tentu berharap Juventus akan dapat meraih Scudetto untuk kali kelima secara berturut-turut.

Pengalaman yang serupa, saya alami saat ini. Dengan pengalaman menjuarai Annual Report Award selama 4 tahun berturut-turut, saya dan tim saya bekerjasama dengan penulis yang baru. Pikiran iseng saya adalah saya sudah terlalu bosan dengan format yang biasa dengan yang biasa saya lakukan, sehingga saya menginginkan agar Annual Report dibongkar baik dari sisi penulisan ataupun design.

Saya tidak tahu apakah nantinya akan bisa membawakan gelar untuk kali yang kelima secara berturut-turut atau tidak. Tapi satu hal yang pasti adalah daripada perubahan datang secara terpaksa dan karenanya kita terpaksa untuk menghadapinya, maka kenapa tidak membawa perubahan itu lebih awal?

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s