Haruskah Public Relations Punya Kompetensi Teknis Industri?


man-in-blue-tie-and-shirt-at-microphones

Dengan semakin strategisnya peran public relations ataupun corporate communication ataupun fungsi komunikasi secara keseluruhan, idealnya pertanyaan yang diajukan dalam judul tulisan, dapat dijawab dengan jawaban iya. Pertanyaannya selanjutnya adalah kenapa seorang praktisi corporate communication dan public relations harus memiiki kompetensi teknis industri?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita tentu sepakat bahwa keahlian mendasar dari seorang praktisi public relations adalah komunikasi yang mencakup kemampuan menulis, berbicara dan keahlian komunikasi lain seperti komunikasi visual. Yang dimaksud dengan komunikasi visual disini, seorang praktisi corporate communication atau public relations tidak harus mampu mengoperasikan aplikasi design atau lain sebagainya, tetapi setidaknya memiliki kemampuan terkait layout dan design serta memiliki selera visual yang baik dan memiliki pemahaman terhadap corporate identity yang cukup baik.

Keahlian mendasar tersebut tentu perlu dikembangkan, dengan pengetahuan akan industri dan pengetahuan akan perusahaan tempatnya bekerja. Tanpa hal tersebut, seorang praktisi corporate communication dan public relations tidak akan memiliki nilai tambah yang dapat diberikan kepada perusahaan tempat anda bekerja. Kemampuan teknis tentunya wajib dimiliki, tetapi kemampuan lainnya yang juga harus dimiliki adalah kemampuan analytical dan strategic.

Misalnya begini, anda bekerja sebagai praktisi komunikasi di perusahaan minyak ataupun misalnya di perusahaan bank, apa yang mau anda tulis bila anda tidak mengetahui istilah-istilah teknis yang ada di industri perminyakan dan industri perbankan? Bagaimana anda bisa mengeksplorasi isu-isu positif yang bisa anda tonjolkan untuk meningkatkan corporate image dari perusahaan tempat anda bekerja jika anda tidak memiliki pengetahuan mengenai perusahaan anda?

Itulah sebabnya anda sebagai pratisi komunikasi selain perlu memiliki keahlian teknis juga perlu pengetahuan mengenai industri dan karakter perusahaan. Pengetahuan mengenai industri tentunya tidak perlu sampai mendetail, cukup pengetahuan mendasarnya saja. Tapi, semakin anda memiliki pengetahuan tentang industri secara mendalam, tentu akan semakin baik. Satu hal yang pasti adalah, pengetahuan mengenai perusahaan tempat anda bekerja, haruslah anda kuasai secara menditail untuk dapat memaksimalkan pengembangan isu-isu positif yang dapat anda komunikasikan kepada publik.

Jangan khawatir, pengetahuan mengenai industri ini bisa anda pelajari seiring bertambahnya jam kerja dan pengalaman anda.   Pengetahuan mengenai industri ini bisa anda dapatkan jika anda sering berdiskusi dari rekan kerja yang bertugas pada unit kerja lain, dan sering membaca literatur atau dokumen tertulis yang telah diterbitkan oleh perusahaan seperti Annual Report, Prospektus, Company Profile ataupun press release yang terdahulu. Bahkan khusus untuk Annual Report, banyak hal yang bisa anda pelajari.

Yang paling terpenting adalah sikap terbuka terhadap ilmu pengetahuan baru yang belum anda kuasai. Sikap terbuka ini akan mendorong anda untuk senantiasa mengembangkan diri dan mau mempelajari ilmu baru tersebut.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s