Ataukah Kita Yang Tak Cinta Jakarta?


Bicara soal Jakarta, pasti tak akan luput dari semakin macetnya jalanan yang dikerumuni oleh jutaan kendaraan yang lalu lalang, juga tak luput dari banjir yang acapkali menyambangi kota. Pernahkah bertanya kepada diri sendiri, bahwa keadaan yang terjadi di kota yang kita cintai ini, ada sedikit (mungkin banyak) andil kita terhadap keadaan kota Jakarta?

Ayo siapa yang suka sembarang buang puntung rokok dijalan? Siapa yang suka seradak seruduk, salip kiri salip kanan di jalan? Siapa yang suka nyeberang sembarangan dijalan? Banyak rumah-rumah dipinggir tepi sungai, padahal jelas sekali tepi sungai memang tidak diperuntukkan tempat hunian. Sampah disungai pun juga terlihat menumpuk. Padahal kita tahu sungai bukanlah tempat untuk membuang sampah.

Begitu banyak upaya perbaikan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penggusuran rumah ditepi jalan yang dilakukan oleh Pemerintah. Benar, tapi mendapatkan banyak protes. Tepatkah protes kita itu? Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan segala kekurangan dan kelebihannya telah melakukan segala daya upaya untuk menjadikan Jakarta sebagai tempat yang lebih baik untuk warganya. Menjadi tempat yang lebih manusiawi, lebih bermartabat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah membuka begitu banyak saluran komunikasi untuk berbagai pengaduan yang bisa kita sampaikan. Wacana Jakarta Smart City adalah salah satu upaya yang kini sedang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuat warga kota Jakarta terkomunikasikan dan terinformasikan. Artinya Pemerintah sudah mau berubah. Apakah kita yang tidak mau berubah?

Jakarta, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, memang menawarkan daya pikat yang luar biasa. Barangkali lagu Jakarta yang dinyanyikan oleh SiBoi bersama dengan legenda musik Indonesia, Ian Antono menjadi pengingat yang baik untuk kita semua. Jakarta hari ini memang buat kita pusing, macet sana-sini. Banyak yang datang dijanjikan harapan, perjuangkan impian yang didampa. Jakarta begini, coba pahami kita yang harus sadari. Jakarta itu kita. Kita jaga bersama. Cantiknya Jakarta, kita juga. Tertib orangnya, lancar juga jalanannya. Benar buang sampahnya, tidak kena banjir rumahnya.

Apa yang disampaikan oleh SiBoi melalui lagu Jakarta memang benar adanya. Kita secara sadar sebenarnya tahu apa yang harus kita lakukan untuk membuat kota Jakarta menjadi lebih baik. Tapi apakah kita mau lakukan hal-hal yang baik?  Apakah kita mau berubah?

Kita berkoar-koar memprotes kebijakan-kebijakan yang kita rasa tidak tepat, padahal sebenarnya adalah yang terbaik untuk Jakarta. Kita berteriak dengan lantang mengeluh Jakarta macet, Jakarta banjir, tapi malah melakukan hal-hal yang menyebabkan Jakarta menjadi semakin macet, dan terkena banjir. Kita berpendapat disana dan disini, berusaha mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, bukan mencari yang terbaik untuk kota Jakarta.

Jakarta itu kita. Jadi kalau Jakarta itu macet, artinya itu kita yang tidak tertib. Kalau Jakarta itu kotor, artinya kita yang kotor. Kalau Jakarta itu kumuh, artinya kita yang kumuh. Kita lantang berteriak, tapi tidak melakukan apa-apa. Ataukah memang kita yang tak cinta Jakarta?

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s