Mungkinkah Sustainability Report Menggantikan Peran Annual Report?


annual-report-awards

Peningkatan kualitas informasi yang disajikan dalam Annual Report oleh perusahaan semakin membaik, ditandakan dengan  semakin banyaknya perusahaan yang berpartisipasi dalam ajang Annual Report Awards. Bukan cuma sekedar ikut, tetapi juga ingin masuk kedalam 3 besar ARA. Ajang ARA sendiri juga semakin prestisius dan bergengsi. Disisi lain, trend peningkatan kualitas Sustainability Report juga semakin membaik.

Yang menjadi pertanyaan banyak praktisi komunikasi, dengan kewajiban yang semakin membebani dengan mengerjakan 2 laporan yakni Annual Report dan Sustainability Report. Timbul wacana bagaimana bila perusahaan hanya membuat satu laporan saja yang mengkombinasikan antara pendekatan yang dipergunakan dalam Annual Report dan Sustainability Report. Wacana lainnya adalah bagaimana jika seandainya perusahaan hanya membuat Sustainability Report, karena pendekatan yang dipergunakan dalam Sustainability Report lebih komprehensif daripada pendekatan yang dipergunakan dalam Annual Report.

Annual Report menggunakan pendekatan historikal dimana yang disajikan dalam Annual Report adalah format pelaporan akan apa yang sudah terjadi di tahun buku pelaporan dan perbandingannya dengan tahun-tahun sebelumnya. Annual Report lebih menekankan penyajian informasi pada aspek keuangan dan pengelolaan perusahaan. Sustainability Report menggunakan pendekatan yang lebih komprehensif yakni melaporkan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan, atau yang lebih dikenal dengan konsep triple bottom line (people, planet, profit).

Pertanyaan kedua, adalah apakah sustainability report akan benar-benar menggantikan peran Annual Report? Sepertinya dalam waktu dekat, Annual Report masih akan tetap menjadi concern utama dari Sustainabiility Report. Karena proses penyusunan Sustainability Report sebenarnya lebih rumit daripada Annual Report. Ada proses diskusi dengan para pemangku kepentingan dalam menentukan isi dari Sustainability Report, ada proses assessmentnya terlebih dahulu dan lain sebagainya yang membutuhkan energi, waktu dan biaya tambahan.

Selain itu, informasi yang disajikan dalam Sustainability Report erat kaitannya dengan green accounting, dimana perusahaan harus melaporkan berapa listrik, air, telekomunikasi, transportasi yang dipergunakan dan apakah aspek-aspek tersebut dapat menunjang keberlanjutan dan keberlangsungan usaha dari perusahaan. Yang menjadi permasalahannya, adalah masih banyak perusahaan yang tidak memperhatikan dan melakukan pelaporan yang terkesan sepele ini, namun ternyata merupakan aspek yang sangat kritikal dalam penyusunan Sustainability Report.

Karenanya, saya masih beranggapan kalau Annual Report masih akan menjadi concern bagi perusahaan. Sumber daya manusianya masih belum mencukupi, dan kompetensi untuk penyusunan laporan keuangan berbasis green accounting masih jauh dari harapan untuk diterapkan di Indonesia. Bahwa peningkatan kualitas penyusunan Sustainability Report, jelas harus di apresiasi. Namun juga kita perhatikan masih banyak perusahaan yang menyajikan Annual Reportnya dengan informasi yang seadanya, dalam artian masih jauh dari kriteria Annual Report Award.

 

Baca tulisan lainnya mengenai Annual Report di Kumpulan Artikel Mengenai Annual Report dan Sustainability Report

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s