Cahaya


Cahaya 2

Cahaya. Betapa begitu besarnya anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. Bersama dengan air, udara, nafas dan berbagai karunia lain yang diberikan secara cuma-cuma. Sebagian mensyukuri, namun tak sedikit pula yang tidak mensyukuri. Cahaya memang tak selalu harus berbentuk sinar terang matahari yang menyinari kehidupan kita, tetapi bisa juga dalam bentuk hidayah, terangnya hati dalam menjalani hidup, tidak menjalani hidup yang tersesat adalah bentuk lain dari “cahaya”. Sayangnya tak sedikit yang terjerumus dalam “kegelapan” hati.

Bicara dengan makna cahaya secara bahasa, apa jadinya ketika cahaya yang biasa kita lihat diambil begitu saja oleh Allah SWT. Sebuah kegelapan yang sungguh nyata. Sebuah kisah hidup yang nyata yang dialami oleh seorang blogger bernama Ega. Ia menuliskan dengan jujur dan gamblang, apa adanya dalam tulisan Tatap Masa Depan, Gue Bangkit Bersama Harapan.

Membaca artikel tersebut, membuat bulu kuduk saya merinding, tak terbayang bila saya yang berada dalam posisinya. Mungkin saya tidak akan bisa sekuat Ega. Bahwa kemudian Ega pernah merasa terpuruk dalam hidupnya, tentu hal itu adalah manusiawi. Siapapun yang mengalami hal tersebut akan melewati tahapan penyangkalan, marah, dan kecewa. Yang menjadi luar biasa, adalah Ega bangkit dari keterpurukannya, dan persis seperti apa yang ia tuliskan, ia ingin menatap masa depan, dengan bangkit bersama harapan.

Tulisan Ega sungguh menginspirasi saya. Disaat orang-orang yang sudah banyak kehilangan “cahaya”, orang terpuruk dan terperangkap dalam “gelap”, Ega mampu menemukan cahaya ditengah (maaf) kegelapan yang nyata. Ditengah (maaf) keterbatasannya, ia menantang dirinya. Membuat saya yang (dengan penuh segala rasa syukur dan tanpa bermaksud untuk memperbandingkan dengan Ega) masih diberikan kemampuan untuk melihat merasa malu dengan apa yang sedang Ega perjuangkan. Apa yang Ega lakukan harus menjadi contoh bagi kita semua untuk menolak menyerah terhadap keadaan.

Keterbatasan, apapun bentuknya itu, fisik, uang, waktu, tenaga, bukanlah menjadi sebuah penghalang. Tetapi batu loncatan untuk kita dalam menghadapi berbagai keadaan. Ega melakukannya dengan belajar membaca huruf Braille, klub bahasa inggris dan bahasa jerman, sampai kursus komputer bicara dengan perangkat lunak pembaca layar. Tidak mudah memang untuk melakukannya. Tetapi berdiam diri saja tidak akan membawa anda ketempat yang anda tuju.

Doa saya untuk Ega, adalah agar ia selalu diberikan kekuatan dan semangat untuk terus bangkit. Untuk terus menyalakan api harapan agar tidak pernah padam. Semoga diberikan kesembuhan. Agar selalu dikuatkan hati dan tekadnya. Semoga ia selalu diberikan semangat untuk berbagi. Tulisannya telah menyentuh hati saya. Tulisannya telah menginspirasi saya. Mungkin tulisannya adalah pesan dari Allah SWT kepada saya untuk mensyukuri apa yang saya miliki, juga untuk menguatkan orang lain.

Tetap semangat Ega. Tetap semangat dalam menikmati warna dunia dengan cara berbeda!

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

One thought on “Cahaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s