The Monolog


Kontemplasi

Sabar Oji, sabar. Sabar itu memang tidak mudah. Sabar itu sulit. Sabar itu menempa dirimu. Sabar ketika dirimu merasa diperlakukan tidak adil. Sabar ketika kamu merasa bahwa apa yang kamu terima tidak sebanding dengan apa yang telah kamu berikan. Jangan marah sama Tuhan. Jangan pernah berharap sama manusia-manusia itu.

Waktunya akan tiba. Mungkin bukan sekarang. Tapi yakin waktunya akan tiba. Waktu dimana kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan. Peluang dan kesempatan itu akan datang Oji. Yakin sama kemampuan diri kamu. Bahwa dengan segala pengalaman yang kamu miliki, dengan segala pengetahuan yang kamu kuasai, dengan segala ilmu yang kini coba kau raih. Semua tempaan itu, semua yang kau rasakan tidak adil untuk dirimu dan juga untuk keluargamu. Akan berbuah dan menghasilkan yang terbaik untukmu.

Ambil semua tantangan itu. Lakukan semua pekerjaan yang diberikan kepadamu dengan sebaik-baiknya. Jika kau merasa itu tidak adil, anggaplah ilmu dan pengalaman sebagai hadiah untuk dirimu. Bahwa hadiah itu nantinya akan berubah menjadi rejeki yang berlimpah untuk dirimu.

Jangan kau lihat orang lain yang kemampuannya dibawah dirimu tapi melakukan kecurangan untuk mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Jangan Oji, demi Tuhan, jangan turun keposisi mereka. Banggalah terhadap dirimu. Kamu masih punya orang-orang disekelilingmu yang menyayangimu dan yang menginginkan yang terbaik dari dirimu. Jangan lihat mereka yang memanfaatkan dirimu untuk kepentingan mereka dan kemudian tidak membalas seperti apa yang kamu harapkan. Mereka hadir untuk menguatkanmu.

Jika kelak kau berhasil, jangan menjadi serendah mereka. Berdayakan orang yang berada disekelilingmu. Tumbuhlah menjadi pemimpin yang matang, yang mengangkat harkat dan martabat dari orang-orang yang kamu pimpin nantinya. Ini adalah pembelajaran untuk mu. Dari para pemimpin hebat yang pernah kamu temui, kamu belajar apa yang seharusnya dilakukan oleh pemimpin hebat. Dari keburukan para pemimpin yang kamu temui, kamu belajar apa yang tidak boleh dilakukan oleh seorang pemimpin.

Berdamailah dirimu Oji, dengan segala keinginanmu, dengan segala ambisimu, dengan segala cita-citamu. Lepaskan. Tapi jangan pernah melupakan. Maafkan semua kesalahan orang-orang yang telah memperalatmu, menggunakanmu secara licik. Maafkan semua kesalahan mereka. Agar menjadi besar jiwamu dan tidak kerdil pemikiranmu.

Teruslah bergerak Oji. Teruslah menyambut masa depan yang cerah. Teruslah bergerak. Apapun tantangan yang kelak akan kau hadapi. Demi istrimu, demi anakmu, demi keluargamu dan demi orang-orang yang mendukungmu. Teruslah bergerak, jangan pernah menyerah. Jangan pernah menyerah. Katakan itu sekali lagi Oji, jangan pernah menyerah. Api semangat yang ada dalam dirimu, jangan pernah kau padamkan. Itu akan menjadi cahaya dalam menjalani kegelapan yang akan kau hadapi. Kamu akan tiba disana.

Advertisements

One thought on “The Monolog

  1. Kalau saya sudah tidak pernah sabar lagi pak. Ketika ada orang yang menyakiti saya, saya akan mengatakan kalo saya tersakiti. Dab kalau orang tersebut tidak menghiraukan, mungkin saya akan membalasnya. 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s