Memandang Hijab Halal Zoya Dalam Perspektif Komunikasi Pemasaran


Jilbab Halal

Perdebatan mengenai perlu tidaknya hijab bersertifikasi halal menjadi perhatian penting oleh masyarakat. Apalagi Zoya, sebagai produsen dan brand ternama dari produk untuk wanita muslim (muslimah) terlihat benar-benar memaksimalkan isu tersebut dalam materi promosi yang dipergunakannya untuk disampaikan kepada masyarakat. Menjadi menarik untuk dapat melihatnya dalam perspektif pemasaran.

Bicara mengenai pemasaran, akan selalu bicara mengenai menciptakan value, mengkomunikasikan value dan mendistribusikan value. Dalam hal ini, apa yang dilakukan oleh Zoya adalah sebenarnya menciptakan value bahwa sebagai produsen hijab yang sangat berdekatan sekali dengan kaum muslim khususnya wanita sebagai konsumen utamanya. Value yang coba ditawarkan adalah rasa tenang dari sebuah produk yang halal. Apalagi klaim halal di ganjar dengan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia.

MUI sendiri menyatakan baru pertama kali mendapatkan permohonan sertifikasi halal dari produsen barang pakai. Biasanya yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan sertifikasi halal adalah produsen pangan dan kosmetik. Hal ini tentu saja wajar, karena produk pangan dan kosmetik berpengaruh langsung terhadap tubuh kita. Sedangkan untuk apa yang kita pakai dalam kehidupan sehari-hari masih perlu dipertanyakan urgensinya.

Menjadi menarik karena ternyata respon masyarakat tidaklah terlalu baik. Ada yang menganggapnya upaya Zoya sebagai kepentingan bisnis belaka. Bahkan ada juga yang menganggap bahwa Zoya melakukan pembodohan terhadap umat. Bicara mengenai tepat atau tidaknya hijab itu perlu disertifikasi halal perlu dipandang dari perspektif fiqih agama Islam. Saya tidak berkompeten dalam hal tersebut.

Tapi satu hal yang pasti, bahwa hal tersebut telah menimbulkan keresahan di masyarakat menandakan bahwa masyarakat sendiri sebenarnya tidak siap untuk menerima hijab yang halal. Saya sendiri tidak mengetahui apa motivasi dari Zoya untuk mengeluarkan produk hijab halal dan secara bombastis mengkomunikasikan hal tersebut kepada masyarakat. Jika upaya tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban Zoya untuk kepentingan umat, maka poin pertama dalam pemasaran, yakni menciptakan value, maka Zoya sebenarnya patut untuk diapresiasi.

Maka kemudian yang menjadi kesalahan terbesar dari Zoya adalah terletak di mengkomunikasikan valuenya. Jika anda perhatikan pesan komunikasi “yakin hijab yang kita gunakan halal?” adalah sebuah pesan yang bernada arogan. Itu sama saja mempertanyakan bahwa hijab yang selama ini dipergunakan oleh masyarakat adalah barang yang haram. Ya orang marahlah kalau dibilang haram. Pesan komunikasi yang tadinya bermaksud untuk menyampaikan keunggulan value dari produk Zoya berubah menjadi cibiran untuk Zoya.

Seharusnya sebelum Zoya meluncurkan pesan komunikasi yang agresif dan sensitif, Zoya terlebih dahulu melakukan komunikasi dan sosialisasi mengenai bahan-bahan yang dipergunakan sebagai kelebihan dari value yang ditawarkan oleh Zoya. Ada baiknya juga pesan komunikasi yang dipergunakan agar dirubah sehingga persepsi yang dibangun dapat menjadi lebih baik.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

 

2 thoughts on “Memandang Hijab Halal Zoya Dalam Perspektif Komunikasi Pemasaran

  1. Halo Pak Fakhrurroji,

    “yakin hijab yang kita gunakan halal?” — Di salah satu milis, ada yang mengomentari tulisan saya Kerudung Halal – Apa Yang Dapat Ada Pelajari (http://henryyonathan.com/kerudung-halal-apa-yang-dapat-anda-pelajari/), Halal ini dari sisi mananya? Produksi? Bahan baku dll atau sisi penjualan? dan seterusnya.

    Bagi saya, komentar tersebut sangat jeli dan cerdas. Masalahnya, tidak banyak calon konsumen atau konsumen yang sejeli dan secerdas itu. Itulah yang saya sayangkan, sekaligus fakta.

    Salam

    Konsultan Bisnis | Business Hacker
    “Exploit Your Business to Ultimate Profit”

    Like

    1. salam pak Henry

      ini menandakan bahwa masih banyak konsumen yang belum siap dengan isu hijab halal. Masih sebuah perjalanan panjang bagi Zoya dalam mengedukasi konsumen dan positioning Zoya terhadap hal ini.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s