Keberhasilan Tokopedia Menjadi Top of Mind E-Commerce


Tokopedia

Jika anda perhatikan, belakangan ini khususnya pada tahun 2015, Tokopedia gencar sekali melakukan promosi diberbagai media, mulai dari billboard, kampanye iklan di televisi, sampai kepada iklan diradio yang dibintangi oleh Isyana Sarasvati, salah satu artis pendatang baru terbaik di Indonesia. Perlahan tapi pasti, Tokopedia mulai mengalahkan OLX yang sebelumnya bernama Toko Bagus, Buka Lapak. Yang mungkin menyusul adalah MatahariMall.com.

Pesan komunikasi yang dibangun pun tampak dirancang dengan sangat baik. Mulai dari “Tokonya Banyak” hingga kepada tema komunikasi “Sudah Cek Tokopedia Belum” adalah tema-tema komunikasi yang sederhana namun nyatanya mulai mengena. Penggunaan Isyana Sarasvati, artis muda yang makin digemari adalah pilihan yang sangat tepat dari Tokopedia. Apalagi iklan radio yang dikeluarkan oleh Tokopedia sangat segar, jenaka, dan yang pastinya mampu menyampaikan pesan inti yang ingin disampaikan oleh Tokopedia.

Pertanyaan yang patut dikedepankan adalah, apakah keberhasilan Tokopedia menjadi top of mind dalam e-commerce hanya disebabkan oleh gencarnya promosi yang dilakukan oleh Tokopedia? Atau karena promosi yang dilakukan oleh e-commerce besar lainnya tidak terlalu semasif Tokopedia? Terlepas dari seperti apa kualitas yang ditawarkan oleh masing-masing e-commerce tersebut, promosi yang dilakukan oleh Tokopedia sangat massif. Selain Tokopedia, promosi massif juga menjadi bagian dari strategi promosi yang dilakukan oleh MatahariMall.com.

Tokopedia tercatat sebagai peritel online yang paling boros dalam melakukan belanja iklan, terutama iklan di televisi dengan biaya iklan Tokopedia mencapai Rp186,13 miliar, lalu menyusul OLX sebesar Rp186,76 miliar, dan Buka Lapak sebesar Rp75,40 miliar. Tapi entah kenapa, promosi yang nampak betul hasilnya adalah Tokopedia.

Tetapi hanya menyebutkan faktor promosi massif sebagai salah satu penyebab dari keberhasilan Tokopedia menjadi top of mind dalam industri e-commerce rasanya kurang lengkap. Keberhasilan Tokopedia tersebut juga ditunjang oleh kekurangan yang dilakukan oleh e-commerce lainnya, diantaranya barangkali adalah ragam pilihan media yang dipergunakan, kreativitas cara penyampaian pesan komunikasi dalam iklan.

Kesalahan yang terbilang fatal dalam pandangan profesional saya dilakukan oleh OLX yang membeli Toko Bagus. Kesalahan yang fatal itu adalah mengganti nama Toko Bagus yang sudah memiliki brand image yang kuat dan mengakar dalam benak penggunanya. Permasalahannya adalah bahwa benar memang OLX sudah memiliki brand yang kuat diluar negeri, namun tidak di Indonesia. Sudah begitu, gencarnya promosi yang dilakukan oleh OLX hanya dilakukan ketika menjelang dan sesudah pergantian nama dari toko bagus menjadi OLX. Seandainya saja OLX tidak melakukan penggantian nama Toko Bagus, mungkin hasilnya akan berbeda.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

8 thoughts on “Keberhasilan Tokopedia Menjadi Top of Mind E-Commerce

  1. Malam Mas, kebetulan saya merupakan salah satu Tokopedia Student Ambassador batch 2. Saya izin ambil review Mas ya untuk jadi salah satu konten project saya yang nantinya akan dikaji oleh Tokopedia untuk terus melakukan perbaikan kedepannya. Terima kasih Masa 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s