Manajemen Delivery Service


Receptionist Signing for Delivery

Beberapa waktu lalu ketika saya mengunjungi rumah orang tua, saya menyempatkan diri untuk memesan nasi goreng dan bihun goreng dari restoran langganan sewaktu saya masih lajang. Karena sedang malas, saya memesan melalui telepon. Betapa kecewanya saya ketika pesanan yang saya tunggu, baru datang 1 jam lebih kemudian. Bahkan hampir mendekati 2 jam. Saya merasa disepelekan dan tidak dianggap oleh restoran tersebut. Padahal saya adalah pelanggan lama.

Tergerak oleh rasa ingin tahu, saya kemudian menanyai petugas yang mengantarkan pesanan saya. Betapa terkejutnya saya, ketika saya mengetahui bahwa sebelum mengantarkan pesanan saya, petugas tersebut terlebih dahulu mengantarkan pesanan kepada 2 pelanggan lainnya, dengan arah yang sama sekali bertolak belakang dari rumah orang tua saya. Bagi saya ini adalah kesalahan elementer dari sebuah perencanaan tujuan sebuah pesanan.

Sudah begitu, saya merasa seperti saya yang membutuhkan makanan itu. Memang saat itu perut saya sedang lapar. Tapi biar bagaimanapun juga sebagaimana layaknya jasa, tentu harus mengedepankan pelayanan kepada pelanggannya. Petugas tersebut tidak menelepon, ketika kesulitan menemukan alamat rumah orang tua saya. Alih-alih, malah saya yang sibuk menelepon untuk memandu petugas tersebut.

Restoran tersebut memang bukan sebuah franchise kuliner besar, tetapi tidak ada salahnya mencontoh sejumlah nama besar dalam industri kuliner yang saya nilai cukup prima dalam layanan delivery service. Sebut saja Pizza Hut Delivery (PHD) yang dengan berani menawarkan jaminan pesanan tiba paling lambat 30 menit. PHD juga berani memberikan jaminan gratis pizza jika pesanan yang diantarkan lebih dari 30 menit. Langkah seperti itu bisa dilakukan karena PHD dengan sangat baiknya telah menetapkan zona atau batas wilayah untuk masing-masing outletnya.

Sayangnya tidak semua restoran dengan nama besar memiliki standar pelayanan yang tinggi seperti PHD. Salah satu restoran penyedia ayam goreng juga pernah memperlakukan saya sama seperti restoran langganan saya. Pesanan datang lebih dari 1 jam dan saya menjadi urutan terakhir dari 3 pesan yang diantarkan.

Sebuah perusahaan jasa yang berani menjamin kisaran waktu tertentu pesanan akan sampai kepada tujuan, tentu saja adalah perusahaan yang sudah memikirkan semuanya dengan terencana secara matang, dan pengetahuan yang memadai tentang kondisi wilayah. Sebuah perusahaan jasa yang menawarkan ganti rugi apabila janjinya tidak ditepati, tentu saja adalah perusahaan yeng memikirkan pelanggannya dan sangat memperhatikan kepuasan pelanggan.

Bahkan Gojek saja berani memberikan jaminan pesanan tiba ditujuan dibawah 60 menit. Yang lebih mengesankan lagi adalah Gojek mampu mengajarkan para drivernya untuk senantiasa berkomunikasi dengan pelanggannya apabila mengalami kesulitan dalam mengantarkan pesanan. Itu yang tidak saya alami dengan restoran langganan saya.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhruroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s