Apa Itu Performance Appraisal?


Performance Apraisal

Seorang sahabat saya pernah bercerita kepada saya betapa ia diberlakukan secara tidak adil ditempatnya bekerja. Kepada saya ia mengaku sudah bekerja dengan semaksimal mungkin, namun tidak pernah mendapatkan apresiasi yang layak. Yang lebih menyakitkan (masih menurut cerita sahabat saya itu), yang memiliki kinerja lebih buruk daripada sahabat saya itu malah mendapatkan promosi jabatan, hanya karena dekat dengan atasannya. Seperti apa penilaian kinerja karyawan yang benar?

Penilaian kinerja karyawan atau performance appraisal merupakan bagian dari performance management. Performance management merupakan proses menciptakan lingkungan kerja dimana karyawan terdorong untuk menampilkan performa kinerja yang terbaik. Dan penilaian kinerja memegang peranan penting untuk hal itu. Jika penilaian kinerja tidak dilaksanakan secara adil, menurut anda, apakah karyawan akan terdorong untuk memberikan kinerja yang terbaik?

Padahal penilaian kinerja atau performance appraisal punya tujuan yang sangat baik. Pertama, performance appraisal menjadi dasar bagi unit Sumber Daya Manusia untuk menetapkan keputusan apakah seseorang itu bisa dipromosikan atau tidak, apa pelatihan yang tepat untuk seorang karyawan ataupun sebuah unit kerja, dimana seorang karyawan paling cocok ditempatkan, dan berbagai keputusan administratif lainnya.

Tujuan kedua, performance appraisal memberikan unit sumber daya manusia informasi mengenai kemampuan seorang karyawan. Dari sisi karyawan pun bisa mengetahui kekuatan dan kelemahannya, sehingga seorang karyawan dan unit sumber daya manusia bisa membangun kekuatan dari seorang karyawan dan meminimalisir kelemahan-kelemahan dari kompetensi karyawan. Unit Sumber Daya Manusia bisa mengidentifikasi permasalahan yang ada dan menentukan tujuan baru berdasarkan hasil dari penilaian kinerja tersebut.

Karenanya performance appraisal perlu didefinisikan terlebih dahulu apa yang menjadi standar acuan dan terlebih dahulu dikomunikasikan dan disosialisasikan secara terbuka, agar karyawan tidak merasa diperlakukan secara tidak adil. Performance appraisal yang paling efektif adalah ketika penilaian subjektif dapat diminimalisir serendah mungkin.

Standar tersebut didefinisikan terlebih dahulu berdasarkan job analysis (analisa pekerjaan) dengan memperhatikan requirement yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan. Dari job analysis kemudian ditentukan job description dan job specification untuk mengetahui level performance apa yang dapat diterima dan tidak dapat diterima. Selain itu performance appraisal yang baik memiliki 4 elemen utama yakni relevan dengan strategi organisasi (perusahaan), memiliki kriteria yang mencakup seluruh tanggung jawab yang melekat pada pekerjaan, terhindar dari kontaminasi faktor-faktor eksternal, dan dapat diandalkan.

Perlu juga untuk diperhatikan bahwa performance appraisal memiliki risiko hukum, karena karyawan yang merasa tidak diperlakukan secara adil dapat menuntut perusahaan atas performance appraisal.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s