Perjuangan Dibalik Sebuah Senyuman


Struggle

Siapa menyangka dibalik setiap senyum orang yang kita jumpai, ada perjuangan hebat didalamnya. Karena itu, barangkali memang sudah sepantasnya kita selalu menghargai orang lain atas apa yang telah mereka capai dan perjuangan apa yang telah mereka lakukan.

Ardes, sahabat saya di Magister Manajemen PPM Manajemen ternyata selama ini kuliah dan bekerja sembari bergelut dengan penyakit Carpal Tunnel Syndrome yang ia derita sejak awal tahun 2015. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan penyakit penyempitan saraf di pergelangan tangan. Menurutnya penyakif ini merupakan dampak sisa-sisa pekerjaan bengkel dulu. Butuh waktu 6 bulan atau lebih untuk sembuh dengan catatan harus suntik setiap bulan dan terapi. Tapi untungnya, Ardes adalah seorang yang memiliki kemampuan ambidextrous,  atau kemampuan menggunakan dua tangan dengan sama baiknya.

Ternyata juga sebelum memutuskan masuk di Magister Manajemen PPM Manajemen, Ardes diterima di Universitas Indonesia untuk melanjutkan studinya dan mengejar gelar Magister Managemen (MM). Karena UI hanya membuka kelas pagi, Ardes kemudian memilih PPM Manajemen. Ardes menilai PPM Manajemen cukup bagus karena seimbang antara pelajaran teori dan prakteknya.

Naik turun dalam kehidupan itu biasa. Awalnya turun, lalu naik lagi, lalu pasti ada turun lagi. Ya, tidak semuanya selalu berjalan mulus kan? Ardes mulai keteteran di kantor dan perkuliahan karena tugas yang begitu banyak. Stress dan kelelahan selalu menemaninya setiap hari. Sebuah beban yang tak dapat digambarkan dengan kata-kata.  Untungnya, pertengahan bulan Juni tahun kemarin ia dinyatakan sembuh oleh dokter.

Pekerjaan Ardes yang memang lebih banyak berada dilapangan membuatnya ingin istirahat sejenak untuk beraktifitas. Benar-benar terasa penat. Sepertinya ia telah sampai pada batasku. Lembur sampai subuh, tidur hanya 3 jam sehari dan bahkan masih harus mengerjakan tugas kuliah. Belum lagi mengikuti berbagai kegiatan kampus seperti outbound yang mirip-mirip Hunger Games. Tentunya akan selalu menjadi cerita bagaimana kami bersama-sama mendayung sebuah perahu yang berat dan membuat rakit yang akan kami naiki. Perjuangan yang sangat-sangat berat. Pastinya semuanya telah memberikan yang terbaik.

Tidak hanya permasalahan kantor dan kuliah semata, Ardes pun ditinggal oleh rekan-rekan kerjanya ke Medan. Perasaan jauh dan sejumlah perselisihan yang ia hadapi membuatnya semakin tegar dan membentuk karakternya. Sampai akhirnya di awal Desember tahun kemarin Ardes mengambil keputusan yang sangat menentukan hidup. Ardes mengajukan pengunduran diri dari kantor. Ardes merasa ingin fokus ke kuliah sembari mencari pekerjaan yang cocok.

Apa yang dirasakan Ardes barangkali.adalah pengalaman yang mungkin kita rasakan. Beratnya perjuangan hidup, tantangan dan berbagai permasalahan. Tapi ia tidak pernah mengeluh dan selalu tersenyum. Ia juga tegas dan selalu bergerak.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s