Golden Rules Dalam Etika Bisnis


Etika Bisnis

Sebut saja namanya Joni. Ia mengikuti pelatihan diluar kota, dengan biaya akomodasi dan transportasi sepenuhnya ditanggung oleh tempat ia bekerja. Dalam pelatihan itu, ia bertemu kawan lama yang menawarkannya menginap dirumahnya. Jika anda menjadi Joni, apakah anda akan mengembalikan uang akomodasi kepada kantor, atau menyimpannya untuk kantong anda pribadi?

Atau dalam kondisi lain, misalkan anda memiliki karyawan yang sangat baik kinerjanya dan memiliki pengalaman yang lama, namun kemudian ia melakukan pencurian. Kode etik mengharuskan anda untuk memecat karyawan tersebut. Permasalahannya, dipecat sayang karena anda kehilangan sumber daya manusia yang berkualitas, tapi jika tidak dipecat anda khawatir bahwa pengistimewaan seperti itu akan menimbulkan preseden yang buruk dan mendorong orang lain untuk melakukan seperti itu.

Atau juga, anda diminta untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang menurut hati nurani anda bertentangan dengan nilai moral yang anda anut, seperti menyuap, memberikan entertainment secara terlalu berlebihan, berbohong dan lain sebagainya. Dilakukan, rasanya salah, jika tidak dilakukan anda khawatir, anda tidak akan memiliki karir yang bagus.

Saya yakin kebanyakan dari kita pernah mengalami kondisi seperti itu. Disatu sisi, kalau tidak dilakukan rasanya sangat disayangkan, tapi kalau dilakukan rasanya kok hati nurani berbisik-bisik untuk menolak, walaupun memang misalkan kondisi seperti itu tidak diatur dalam peraturan perusahaan.

Sebenarnya penyebab utama dari terjadinya pelanggaran etika bisnis adalah adanya kepatuhan yang berlebihan terhadap atasan. Coba anda tanyakan para tersangka korupsi yang diciduk oleh KPK yang seringkali mengatakan, bahwa saya hanya pelaksana, atau saya hanya diperintah oleh atasan. Penyebab lain dari pelanggaran etika bisnis adalah kinerja yang terlalu dipaksakan tanpa mempertimbangkan kondisi atau realitas yang ada. Akibatnya orang menjadi mendobrak norma, dan aturan yang berlaku.

Lantas, bagaimana menyikapinya? Prinsip dasar yang menjadi golden rules dalam etika bisnis sangat sederhana sebenarnya.

Lakukan apa yang anda ingin orang lain lakukan untuk anda, dan jangan lakukan apa yang anda tidak ingin orang lain lakukan.

Jika anda berada dalam posisi pemilik perusahaan, apakah anda ingin uang anda diambil oleh karyawan yang anda pekerjakan? Saya yakin pemilik perusahaan yang waras dimanapun dan apapun perusahaannya akan mengatakan tidak. Sederhana sekali bukan, namun kadang-kadang sulit untuk diterapkan.

Memang ada yang mengatakan kenapa tidak dibuat saja sejelas-jelasnya dalam peraturan perusahaan atau Standard Operating Procedure? Coba bayangkan betapa tebalnya peraturan perusahaan bila semua-semuanya diatur secara rinci dalam peraturan perusahaan. Selain itu peraturan yang kelewat rinci akan membatasi ruang gerak dan kreatifitas dari karyawan anda.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s