Memahami Surat Terbuka Ryo Kusumo Untuk Gibran Rakabuming


Surat Terbuka

Tulisan yang diposting oleh blogger Ryo Kusumo yang di terbitkan di Kompasiana pada tanggal 3 Januari 2016 yang berjudul “Surat Terbuka Untuk Gibran Rakabuming” mendadak jadi heboh dikalangan netizen. Tulisan tersebut memuat kekecewaan Ryo Kusumo terhadap prilaku Gibran Rakabuming yang memilih untuk membangun usaha catering dan martabak. Tulisan ini, seperti apa yang disampaikan oleh Ryo Kusumo terinspirasi dari artikel yang dimuat di mojok.co yang berjudul “Gibran Rakabuming Sebaiknya Belajar dari Ibas Yudhoyono dan Tommy Soeharto” yang ditulis oleh Putut Tedjo Saksono.

Tulisan ini pun sempat dipermasalahkan oleh netizen yang pro terhadap pemerintah saat ini. Mungkin cenderung dianggap menghina. Padahal sebenarnya jika ditelaah lagi, baik tulisan Ryo Kusumo ataupun tulisan Putut Tedjo Saksono memiliki makna yang sangat jauh sekali dari kata menghina. Keduanya sama-sama menggunakan gaya tulisan satir, atau dalam versi saya menggunakan pendekatan gaya bahasa dengan majas ironi. Ini dasar pelajaran bahasa Indonesia anak SD.

Majas ironi merupakan gaya bahasa untuk mengatakan suatu maksud menggunakan kata-kata yang berlainan atau bertolak belakang dengan maksud tersebut. Hal ini bisa terlihat dengan jelas dari kata-kata yang disampaikan dalam 2 paragraf ini.

Anda seharusnya ada di Dubai atau London, membahas bagaimana caranya agar Indonesia bisa membeli minyak dengan harga murah dan dijual kembali dengan harga selangit kepada rakyat. Anda dan istri seharusnya sedang duduk hepi-hepi dengan Mister Riza Chalid disana, ketawa-ketiwi, nge-wine, yang ujung-ujungnya membuat perusahaan tandingan Petral (Petral jilid II). Ngapain coba anda mikirin kombinasi rasa untuk martabak, Marshmallow? Nutella? atau Chocochips? Ah enggak level, kami kecewa!

3 kata yang saya block diatas menggambarkan dengan jelas penggunaan majas ironi yang dimaksudkan oleh Ryo Kusumo. Jadi tulisan ini bukannya bertujuan untuk menghina tetapi malah sebenarnya untuk memberikan apresiasi. Tulisan ini pun sebenarnya bertujuan sebagai sebuah bentuk kritik sosial dimana prilaku anak pejabat yang kerap kali memanfaatkan fasilitas yang dimiliki orang tuanya untuk kepentingan pribadi.

Ataupun tengok juga tulisan Putut Tedjo Saksono

Ngurus katering itu cukup rumit, Gibran. Bawang sampai sekarang masih terasa pedas di mata. Belum lagi kalau tukang masakmu melakukan kekeliruan fatal, bisa-bisa mencret semua konsumen dan tamu undanganmu. Ngurus proyek mah gampang banget. Mendapatkannya juga mudah sekali buat anak presiden kayak kamu, udah kayak membalikkan telapak tangan.

Lagi-lagi penggunaan majas ironi yang ditemukan dalam tulisan Putut Tedjo Saksono ini bertujuan bukan untuk menghina tetapi malah untuk memberikan apresiasi dan pada saat yang bersamaan menyindir prilaku anak pejabat yang lain.

Baca Juga : Surat Terbuka Untuk Para Penulis Surat Terbuka

Sejak adanya kebebasan berpendapat di Indonesia, banyak sekali bermunculan surat terbuka. Bahkan surat terbuka boleh lagi dibalas dengan surat terbuka, dan penyampaian dengan majas ironi yang memiliki keterbalikan makna seringkali dipergunakan sebagai sebuah bentukan sindiran.

Karenanya penting sekali untuk memaknai sebuah tulisan secara utuh. Tidak hanya dari sisi content, tetapi juga context. Jangan langsung menghakimi sebuah tulisan hanya dari sepenggal paragraf apalagi sepenggal kalimat.

Sekali lagi surat terbuka dari Ryo Kusumo ini adalah menggunakan majas ironi. Saya yakin anda sudah belajar tentang majas ini sewaktu anda masih SD (sekolah dasar). Jika anda masih gagal dalam memahaminya, berapa nilai bahasa Indonesia anda waktu SD?

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhruroji Hasan

Advertisements

4 thoughts on “Memahami Surat Terbuka Ryo Kusumo Untuk Gibran Rakabuming

  1. Sepertinya di sini memang banyak yang kurang mengerti tulisan ataupun humor “satir”.. Mungkin karena kurang banyaknya tulisan2 seperti ini yang beredar di medsos.. Ataaauu, ini bisa jadi tanda kalau pelajaran bahasa Indonesia di SD kurang maksimal.. (^_^!)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s