Kesuksesan Perusahaan Berawal Dari Struktur Organisasi


Organization_structure

Banyak perusahaan yang masih menyepelekan struktur organisasi. Padahal struktur organisasi adalah salah satu alat untuk mencapai kesuksesan sebuah perusahaan. Pada dasarnya sebuah struktur organisasi merupakan bagaimana sebuah pekerjaan secara formal di bagi-bagi, diklasifikan kedalam kelompok-kelompok dan dikoordinasikan.

Namun seringkali struktur organisasi tidak direncanakan dengan matang, dan tanpa analisa yang memadai. Perubahan struktur organisasi memang menjadi sebuah keniscayaan, dalam arti struktur organisasi akan selalu berubah-ubah, mengikuti perkembangan terkini dari sebuah organisasi. Pada prakteknya yang sering terjadi adalah perubahan struktur organisasi secara asal dilakukan dengan asal. Ceplok sana ceplok sini dari struktur organisasi perusahaan lain tanpa memperhitungkan kelayakannya.

Perlu juga diketahui bahwa perencanaan struktur organisasi sarat dengan banyak kepentingan. Karena perencanaan struktur organisasi adalah “sumber rejeki” bagi orang-orang tertentu. Perubahan atau peningkatan status unit yang menyebabkan peningkatan jabatan bagi orang-orang tertentu, adalah salah satu muatan politis yang bisa mengintai dibalik sebuah perencanaan struktur organisasi. Mendadak pasti akan banyak pembisik-pembisik yang akan membisikkan kepentingan masing-masing tentu saja.

Karena itu menjadi penting kiranya untuk memperhatikan prinsip paling mendasar dalam merencanakan struktur organisasi. Yang pertama adalah struktur organisasi harus mendukung tercapainya visi dan misi perusahaan. Kepentingan perusahaan adalah pokok pertama yang harus menjadi concern kita dalam menyusun struktur organisasi.

Berikutnya struktur organisasi harus dapat memperhatikan dan mengakomodir kemampuan perusahaan, terutama kemampuan finansial perusahaan terkait dengan gaji dari orang-orang yang akan mengisi struktur organisasi. Jika perusahaan anda tidak memilki kemampuan finansial yang memadai namun anda membuat struktur organisasi yang memanjang dengan banyak pejabat eksekutif, maka tentu saja hal itu akan membebani kemampuan finansial sebuah perusahaan.

Karenanya struktur organisasi tidak boleh sembarangan asal copy paste dari struktur organisasi perusahaan lain karena perusahaan lain pasti punya pertimbangan dalam menetapkan struktur organisasi tertentu. Kalaupun mau copy paste, harus memperhatikan lingkup bisnis dari perusahaan lain, karakteristik dari perusahaan lain tersebut, latar belakang dan tujuan dari perusahaan lain tersebut membuat struktur organisasi tertentu.

Menurut teorinya struktur organisasi yang baik juga harus memiliki 6 elemen utama yakni :

Spesialisasi kerja

Spesialisasi kerja memberikan gambaran pada tingkatan apa sebuah aktivitas dibagi menjadi pekerjaan yang terpisah. Inti dari spesialisasi kerja terletak pada pekerjaan yang dilakukan secara detail, spesifik, dan dilakukan berulang kali yang merupakan pekerjaan kecil yang standarisasi. Spesialisasi kerja dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas.

Departementalisasi

Departementalisasi memberikan gambaran mengenai berdasarkan apa pekerjaan dibagi-bagi dan dikelompokkan sehingga mudah untuk dikoordinasikan. Pekerjaan dapat dikelompokkan atau di-departementalisasi-kan berdasarkan fungsi, jenis produk, jenis layanan, jenis pelanggan.

Rantai Komando

Rantai komando memberikan gambaran mengenai kepada siapa individu/ karyawan atau kelompok melapor dan bertanggung jawab. Rantai komando merupakan garis kewenangan (otoritas) yang tak terputus yang terletak dari tingkat paling atas dari sebuah organisasi hingga tingkat terendah dan memberikan kejelasan siapa melapor kepada siapa.

Span of control (Jangkauan kendali)

Span of control atau jangkauan kendali memberikan gambaran seberapa banyak individu yang bisa diarahkan oleh seorang manager secara efektif dan efisien. Span of control juga memberikan gambaran seberapa banyak tingkatan dan manager yang diperlukan dalam perusahaan.

Sentralisasi dan desentralisasi

Sentralisasi dan desentralisasi memberikan gambaran mengenai tingkat konsentrasi proses pengambilan keputusan dalam satu titik di organisasi. Pada organisasi atau perusahaan yang tersentralisasi, top management melakukan semua pengambilan keputusan dan para manager dibawahnya hanya meneruskan arahan dari top management. Pada organisasi yang terdesentralisasi, pengambilan keputusan didorong pada tingkat managemen yang paling dekat dengan sebuah pekerjaaan atau bahkan kepada kelompok kerja. Pada intinya, sentralisasi dan desentralisasi memberikan gambaran dimana proses pengambilan keputusan diletakkan.

Formalisasi

Formalisasi adalah tingkat dimana sebuah pekerjaan dalam sebuah organisasi atau perusahaan terstandarisasi. Formalisasi juga menggambarkan tingkat sejauhmana peraturan dan regulasi diterapkan untuk mengarahkan para manager dan karyawan.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s