Belajar Dari Mourinho


Jose Mourinho

Sebagai salah satu penggemar sepakbola, saya merasa cukup beruntung bisa menyaksikan beberapa pertandingan hebat, penampilan hebat dari maestro lapangan sepakbola dan juga para pelatih. Dengan maraknya pemberitaan mengenai sepakbola, kita juga bisa mengetahui cerita-cerita diluar pertandingan sepakbola itu sendiri. Beberapa dari cerita itu sarat dengan makna dan karenanya bisa kita pelajari. Sepakbola seolah menjadi tinta yang tidak pernah habis untuk dituliskan.

Salah satu cerita yang bisa kita pelajari adalah mengenai para pelatih dan manajer yang terkenal. Lagi-lagi saya beruntung karena pernah mendengar cerita-cerita hebat mengenai sejumlah pelatih seperti Alex Ferguson, Josep Guardiola, dan Jose Mourinho. Ketiga pelatih tersebut, sebagaimana kita semua ketahui adalah pelatih yang bergelimangan dengan gelar dan prestasi. Beberapa karakter positif mengenai kepemimpinan, dan kemampuan manajerial adalah ilmu yang bisa kita contek dan kita aplikasikan dalam pekerjaan sehari-hari.

Sebagai pendukung Manchester United, saya tentu sangat familiar dengan Alex Ferguson. Saya bahkan memiliki buku otobiografinya. Dalam pandangan saya pribadi, Alex Ferguson merupakan pemimpin yang melindungi para pemainnya. Tetapi tentu saja, sebagai salah satu pendukung Manchester United, segala pujian saya untuk Alex Ferguson mungkin tidak akan terasa objektif.

Selain Alex Ferguson, pelatih lain yang saya kagumi adalah Jose Mourinho, baik ketika ia menjadi pelatih Chelsea kemudian dipecat dan bergabung lagi menjadi pelatih Chelsea dan akhirnya kembali menjadi pengangguran, ataupun ketika ia masih menukangi Inter Milan dan Real Madrid. Kecuali Real Madrid, dua klub lain yang pernah ditukangi oleh Mourinho bukanlah klub yang saya idolakan. Tapi itu bukan menjadi soal.

Terus Belajar

Kita tahu bahwa Mourinho berangkat dari nobody menjadi special one. Ia berangkat dari menjadi asisten dari sejumlah pelatih kenamaan termasuk Louis Van Gaal, hingga menjadi pelatih yang membawa Porto FC menjadi juara Eropa yang kemudian memberikannya hak untuk menyebut dirinya sebagai the special one. Itu saja sudah pelajaran yang bisa kita dapatkan. Bahwa semangat juang dan kesediaan Mourinho untuk terus belajar adalah sebuah hal yang patut kita teladani. Sebagai calon pemimpin, kita wajib untuk terus belajar dan belajar untuk menguatkan kompetensi diri kita.

Mengetahui Value Diri Kita

Seringkali diungkapkan dalam berbagai pemberitaan di media ataupun opini dari berbagai orang, bahwa ia adalah orang yang sangat arogan dan sangat egois. Sebenarnya kita bisa melihat arogansi dan egoism dari berbagai perspektif. Yang pertama kita bisa melihat arogansi dan egoisme sebagai apa adanya bahwa orang arogan seperti Mourinho adalah orang yang menyebalkan. Tapi kita pun bisa melihat perspektif arogansi dari perspektif bahwa Mourinho adalah orang yang memiliki konsep diri yang jelas. Konotasi the special one pun bisa dilihat sebagai perspektif bahwa Mourinho menganggap bahwa dirinya adalah orang yang spesial atau bahwa kata tersebut menjadi pemicu dirinya untuk selalu berupaya untuk menjadi special, jadi ketika ia menjadi juara, ia akan selalu tertantang untuk menjadi juara. Jika anda lihat, konotasi makna yang pertama adalah tentang pengakuan yang berujung dilihat orang sebagai arogansi, maka konotasi makna yang kedua adalah sebagai sebuah upaya psikologis pemicu prestasi.

Ahli Strategi

Mourinho adalah pakar strategi, itu adalah sebuah fakta yang tak bisa kita sangkal, sekalipun dalam beberapa pertandingan terakhirnya bersama Chelsea, hal tersebut tidak nampak. Tapi kemampuannya meramu komposisi pemain dan mengimplementasikan dalam strategi permainan menunjukkan bahwa dirinya adalah manajer yang jempolan. Pengalamannya mengajarkan akan hal itu. Ditambah lagi kecintaannya terhadap pendekatan sains, setiap klub sepakbola yang dilatihnya selalu pragmatis dan mengejar kemenangan. Bukankah hal itu yang dituntut dari seorang manajer?

Ahli Psywar

Salah satu kemampuan Mourinho yang juga patut diacungi jempol adalah kemampuannya untuk melakukan psywar dengan komentar-komentarnya yang kadang diluar nalar manusia normal. Mourinho adalah anomali peradaban, karena ketika kita dianjurkan untuk menjalin hubungan baik dengan orang lain, Mourinho adalah orang yang dengan jelas-jelas akan menyudutkan orang yang tidak disukainya. Tidak hanya itu, Mourinho adalah orang yang akan membiarkan dirinya dihajar habis-habisan oleh media ketika timnya sedang kalah, tapi disatu sisi bersamaan ia bisa membuat para pemainnya jadi tertegur. Lagi-lagi walaupun sejumlah pertandingan terakhirnya di Chelsea tidak menunjukkan hal tersebut.

Pada intinya Mourinho adalah sosok yang dapat dikatakan kontroversial tapi disatu sisi memberikan warna bagi persepakbolaan dunia. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari dirinya. Ada yang mau anda tambahkan?

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

8 thoughts on “Belajar Dari Mourinho

      1. Saya suka kalo dia selalu mengatakan kejujuran yang menyakitkan. Sama seperti saya yang selalu dianggap sombong. Padahal mou dan saya hanya jujur mengatakan sesuatu yang apa adanya.

        Like

      2. Saya suka ketika mou mengatakan kejujuran yang menyakitkan. Sama seperti saya. Kadang2 malah dianggap sombong. Padahal saya dan mou hanya mengatakan kejujuran apa adanya.

        Like

      3. Ya tentunya kita tidak bisa memaksakan perspektif kita kepada orang lain. Dan terkadang juga dari cara menyampaikan juga berpengaruh. Tetapi apapun itu selama tujuannya bagus tentu harus diperjuangkan.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s